Daily Archives: Juli 16, 2015

Serpihan Budaya NTT

Published by:

Serpihan Budaya NTT - depanPenulis : Frans Sarong
Harga : Rp. 125.000
Tebal : xxx + 312 hlm.
Ukuran : 140.5 mm x 210 mm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-979-9447-25-9

Kebudayaan adalah semesta makna. Makna tercipta dari relasi atau pertengkaran manusia dengan alam, relasi manusia dengan yang misterium, relasi manusia dengan manusia yang mengkonstruksi pranata dan memfasilitasi hidup manusia dalam relasi-relasi tadi. Rasa lapar, cara bercinta, cara menangis, cara beragama, cara makan, jenis makanan, cara berpakaian, corak pakaian, bentuk dan tata letak kamar rumah, cara menghormati orang lain dan cara`menempuh kekuasaan dikonstruksi oleh kebudayaan. Williams pernah berkata, budaya merupakan a whole way of life (keseluruhan cara hidup). Karena itu, menurut `Cliffort Geertz “tanpa budaya manusia akan menjadi keganjilan yang tak dapat diperbaiki, dengan hanya sedikit naluri yang bermanfaat, sedikit perasaan yang dapat dikenali, dan tidak memiliki kecerdasan.”
Nusa Tenggara Timur atau NTT, juga berjulukan provinsi gersang. Sebagian besar wilayah daratannya memang berselimut sabana, gundul dan tandus. Kondisinya bertambah parah akibat aktivitas penambangan terutama mangan, yang nyaris tidak terkendali. Analogi provinsi gersang agaknya cocok juga terkait konteks tradisi, adat dan budayanya. Tidak ada yang berani membantah kalau NTT masa silam sebenarnya sangat kaya dengan aneka tradisi, adat dan budayanya. Harta bathin itu diyakini sebagai sumber kedamaian yang sekaligus mengembuskan keselarasan hubungan dengan sesama, alam, dan Wujud Tertinggi.
Buku ini merupakan kumpulan tulisan ficer Frans Sarong tentang kebudayaan manusia di NTT. Karena itu membaca buku ini bagaikan sedang bertamasya ke pelosok-pelosok Nusa Tenggara Timur. Selain itu kumpulan tulisan dalam buku ini merupakan dokumentasi budaya, peradaban, sejarah dan sekaligus celah kecil untuk melihat dunia di luarnya. Dunia di luar rentetan peristiwa dan seremoni adat itu tak lain adalah upaya resistensi untuk menahan badai yang datang silih berganti. Oleh karena itu buku ini layak untuk dibaca oleh siapa saja yang mencintai kebuadayaan!

Filsafat Politik

Published by:

Filsafat Politik- Acry Deodatus - depanPenulis : Acry Deo Datus
Harga : Rp. 50.000
Tebal : xxx + 446 hlm.
Ukuran : 14cm x 21cm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-979-9447-24-1
Bagi kebanyakan orang yang “awam ilmu politik” kata “politik” selalu dipahami sebagai suatu arena percaturan warga negara untuk mem¬peroleh kekuasaan dan kewenangan un¬tuk memerintah rakyat. Pengaruh cara pandang ini ternyata sangat kuat sehing¬ga apa yang disebut sebagai “percaturan politik” telah berubah makna menjadi suatu strategi kotor dan licik yang dengan menghalalkan pelbagai cara untuk memperoleh kekuasaan agar dapat memerintah rakyat.
Rupanya makna “politik” ini yang sangat kuat mempengaruhi perilaku politisi terutama yang bermain di arena poli¬tik seperti di lingkungan legislatif – yang rekuitmen keanggota¬annya melalui partai politik – maupun lingkungan eksekutif dan bahkan yudikatif. Karena itu tidaklah mengherankan apabila sebagian besar buku politik praktis selalu menampilkan wacana “strategi politik” dan jarang menampilkan wacana “filsafat poli¬tik”.
Jika kita menelaah pustaka ilmu politik maka umumnya terdapat dua kategori tulisan-tulisan tentang politik yang saling tumpang tindih, yakni tulisan-tulisan yang peduli pada tema HOW dan WHY suatu proses politik itu terjadi. Ke dalam kat¬egori pertama yakni tentang HOW proses politik dapat dikenal melalui nama-nama seperti Sun Tzu,Niccolo Machiavelli, dan George Washington Plunkitt sedangkan kategori kedua berkaitan dengan para filsuf politik yang berorientasi pada “seek to encourage the good in institutions” seperti Plato, Aristotle, Locke, Mills, Jefferson, Marx, dan Mao.
Buku Filsafat Politik yang ditulis oleh Sdr.Drs. AcryDeo Datus,MA ini nampaknya membidik para pembaca terutama dari segmen “para ilmuwan dan pelajar/mahasiswa ilmu poli¬tik” agar memahami filosofi dasar ilmu politik secara sungguh-sungguh yang pada gilirannya dapat memahami HOW dan WHY suatu proses politik itu terjadi.

ATA PU’AN – Tatanan Sosial dan Seremonial Tana Wai Brama di Flores

Published by:

Ata Pu'an - depanPenulis : Dr. E Douglas Lewis
Harga : Rp. 100.000
Tebal : 596 hlm.
Ukuran : 15.5cm x 23.5cm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-979-9447-02-X
Buku ini merupakan satu catatan awal tentang penelitian lapangan di Tana ‘Ai. Ata Pu’an dimaksudkan sebagai yang pertama dari studi berjilid tiga tentang Ata Tana ‘Ai atau “Orang dari Negeri Hutan” di Flores tengah bagian timur. Buku ini ditujukan secara khusus untuk mempelajari organisasi sosial Tana Wai Brama, dengan bermula pada gagasan-gagasan tentang asal usul wilayah itu seperti dikisahkan dalam hikayat-hikayat lisan yang dituturkan para juru ritusnya.
Etnografi yang baik melibatkan semacam penyingkapan yang berlangsung secara teratur. Ihwal melukiskan sebuah masyarakat dan menyajikan ide-ide yang menopangnya menuntut pembabaran secara saksama. Namun apresiasi tentang pentingnya segi-segi eksposisi ini hanya bisa datang secara retrospektif tatkala etnografi berhasil membuat satu budaya lebih dipahami. Hal ini terutama berlaku untuk Ata Pu’an. Ia menelisik sebuah masyarakat yang tidak memiliki kumpulan literatur apa pun sebelumnya dan mesti merancang langkah demi langkah suatu pemahaman etnografi yang sistematis.
Namun Ata Pu’an lebih daripada sekadar etnografi tentang sebuah masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki dokumen apa pun di kawasan timur Indonesia. Ia adalah studi tentang sebuah masyarakat yang organisasi sosialnya menyajikan beberapa variasi yang sangat mencolok dibanding pola-pola umum di seluruh kawasan itu. Dari sudut pandang perbandingan, buku ini adalah studi yang sangat penting.

Media Massa Dalam Jaring Kekuasaan

Published by:

Media Massa DALAM JARING KEKUASAAN - depanPenulis : Eduardus Dosi
Harga : Rp. 40.000
Tebal : 326 hlm.
Ukuran : 140mm x 210mm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-979-9447-10-0

Sering media massa dipengaruhi oleh pemain-pemain kuat di bidang ekonomi. Sekarang ini, kita menemukan pemain-pemain media yang memiliki latar belakang bisnis. Dari dunia bisnis, mereka merambah dunia politik lalu media, secara bersamaan atau satu sesudah yang lain. Mereka menyadari bahwa media menjadi arena untuk menguasai wacana baik politik maupun bisnis.
Tesis dan argumentasi semacam itulah yang dikembangkan dan dibangun oleh penulis buku ini sejak awal. Buku yang semula merupakan disertasi dan dipertahankan di Universitas Indonesia ini mengkaji wacana media dalam hubungan dengan kekuasaan atau kepentingan-kepentingan yang mengitarinya. Penulisnya memakai perspektif Michel Foucault untuk membaca relasi kekuasaan yang bermetamorfosis dalam teks wacana berita media massa.

Bukan Doping Politik

Published by:

bUKAN dOPING pOLITIKPenulis : Paul Budi Kleden
Harga : Rp. 25.000
Tebal : xxxiv + 203 hlm.
Ukuran : 120mm x 190mm
Kertas isi : HVS 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-979-9447-23-4
Tanpa usaha yang serius untuk meningkatkan mutu Pemilu, perhelatan yang mahal ini akan menjadi semata-mata doping yang membuat masyarakat merasa seolah-olah mempunyai kekuatan tak tertandingi dan memegang kedaulatan tertinggi dalam penyelenggaraan kekuasaan di negara ini. Mencegah kehancuran pamor Pemilu seperti itu adalah intensi dasar penerbitan buku ini. Tulisan-tulisan yang dikumpulkan di sini adalah refleksi atas situasi masyarakat selama proses Pemilu selama hampir sepuluh tahun. Bukan terutama untuk mengarsipkan apa yang terjadi, tetapi sebagai permenungan kritis atas situasi dan dorongan ke arah pembaruan. Kita perlu berjuang bersama agar Pemilu di negara ini tercegah dari bahaya degradasi menjadi semacam doping yang menyebabkan warga keliru menilai kondisi riil demokrasi bangsa ini. Demokrasi yang benar tidak bersifat musiman.

SOLIDARITAS BENTENG IMAN

Published by:

Solidaritas Benteng Iman - depanPenulis : Alex Beding
Harga : Rp. 20.000
Tebal : xii + 107 hlm.
Ukuran : 120mm x 190mm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-979-9447-11-9
Buku kecil ini berceritera tentang sebuah rombongan kecil ‘misi rohaniwan’ dari Jepang, yang terdiri dari Mgr. Paulus Yamaguchi, uskup dari Nagasaki, Mgr. Aloysius Ogihara SY, administrator apostolis dari Hiroshima, Romo Mikhael Iwanaga, Pr, dan Romo Philipus Kyono, Pr, yang tiba pada akhir bulan Agustus 1943 di Ende. Tujuan mereka adalah membantu Uskup Henricus Leven dan beberapa pastor tua yang melayani umat di seluruh Flores setelah bagian terbesar imam-imam diinternir dan dideportasi keluar Flores.
Segala yang dipaparkan di sini menunjukkan bahwa rasa solidaritas adalah satu anugerah Allah bagi umat-Nya yang bagaikan benteng untuk melindungi dan mengamankan iman akan kuasa dan cinta kasih Allah. Justru dalam keadaan perang musuh-musuh Gereja menggunakan cara-cara yang tak terpuji untuk menggoyahkan kehidupan iman. Gereja Katolik Jepang secara nyata telah memberikan bantuan yang sangat berarti kepada Gereja di Flores.

Kosmologi Kristen

Published by:

Tebal : Kosmologi Kristen - depanxlviii + 220 hlm.
Ukuran : 140mm x 120mm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft, laminating, huruf emboss timbun
ISBN : 978-979-9447-92-0
Harga : Rp. 40.000
Tidak ada penulis tentang gerakan ekologis lainnya yang mengemukakan analogi secara efektif setara Thomas Berry. Di masa beberapa puluh tahun ke depan akan ada lebih banyak orang lagi, setidaknya puluhan juta, yang akan sungguh menyadari sepenuhnya bahwa krisis ekologi merupakan hal yang pokok, sebagaimana telah ditekankan Berry sepanjang karirnya. Tokoh-tokoh lain tampil dengan berbagai rumusan dan usulan yang berbeda-beda, tetapi rumusan dari Berry menunjukkan tingkat kualitas yang paling tinggi, dan tampaknya terbukti sebagai tinjauan yang paling bisa bertahan dan efektif dibandingkan tinjauan lainnya. Apa pun itu, kita semua patut bersyukur atas panggilannya yang unik dan kesetiannya yang luar biasa terhadap panggilan itu.

Metodologi Seni Menulis Karya Ilmiah

Published by:

Metodologi Seni Menulis- depanPengarang : Hendrikus Dori Wuwur
Harga : Rp. 40.000
Tebal : xvi+ 196 hal
Ukuran : 140x210mm
Kertas isi : HVS 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft ,laminating
ISBN : 978-979-9447-93-7

Menulis karya ilmiah adalah satu seni! Mengapa? Karena seluruh proses penulisan menuntut satu ketrampilan tinggi dalam seni mengemukakan pemikiran, lewat perumusan linguistik yang baku dan akurat. Menulis suatu karya ilmiah sesungguhnya seni meramu pikiran-pikiran dari pengarang lain ke dalam sistematisasi pemikiran sendiri. Maka prasyarat untuk itu adalah daya nalar yang kreatif dan seni berbahasa yang tinggi. Kesenian seperti ini harus dilatih, dan salah satu sarana adalah penulisan skripsi.
Selain itu penulisan karya ilmiah juga adalah satu proses belajar! Apabila seorang mahasiswa atau mahasiswi sungguh mau menghasilkan satu karya yang berbobot, yang memiliki kualitas, maka dia harus memiliki wawasan membaca yang luas, dan harus berkonfrontasi dengan pelbagai sumber ilmu. Jika proses ini diikuti secara cermat dan sungguh-sungguh, maka dia sendiri akan memperluas wawasan, dan khazanah pengetahuannya. BENYAMIN FRANKLIN mengatakan: “Keuntungan (hidup) yang paling baik adalah membuat investasi dalam ilmu.” Dan justru proses penulisan karya ilmiah adalah masa investasi ilmu yang terbaik.
Menulis skripsi adalah juga ajang latihan untuk menjadi penulis. Siapa yang sungguh-sungguh berusaha untuk merumuskan pemikirannya dengan baik dan mengembangkan daya nalar yang sistematis dapat menumbuhkan gairah untuk menulis, atau dapat menghidupkan bakat laten dalam menulis.

Doa Tanpa Permohonan

Published by:

Doa Tanpa Permohonan - depanEditor : Bernard S. Hayong
Harga : Rp. 50.000
Tebal : xlii+ 260 hal
Ukuran : 140x210mm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft , laminating
ISBN : 978-979-9447-96-8

Mendekatkan doa sebagai bidang spiritual dan sekaligus esensial dalam pengalaman hidup manusia adalah alasan rasional untuk menyebut sebuah filsafat doa. Menyebut la philosophia orante (filsafat yang berdoa) mengungkapkan kebenaran hubungan filsafat (pengalaman metafisis) dan doa (pengalaman religius). Menemukan makna korelatif yang substansial antara keduanya (religius dan filosofis) adalah ikhtiar mengungkapkan orisinalitas dan autentisitas eksistensi manusia.
engan merefleksikan secara intens artikel-artikel dalam buku ini, orang bisa dihantar pada kesadaran akan pengalaman eksistensial sekaligus pengalaman transendental, hingga penjelasan akan Allah yang dialami dalam satu basis pengalaman dasariah dengan corak religius. Karakter inilah yang memungkinkan sebuah tindakan manusia untuk mentransendensi, melampaui dunia pengalamannya yang terbatas dan tertuju kepada Allah, yang seturut bahasa St. Paulus, tempat manusia hidup, bergerak dan ada (Kis 17:28). “Jika pikiran pulang ke dasarnya, ia dengan sendirinya menjadi religius, bukan sebagai sesuatu yang disimpulkan melainkan sesuatu yang pasti. Ia dengan sendirinya menjadi ”filsafat yang berdoa” (philosophia orante), demikian keyakinan Forest.

Redeskripsi dan Ironi Cita Rasa Kemanusiaan

Published by:

Redeskripsi dan Ironi - depanEditor : Felix Baghi
Harga : Rp. 40.000
Tebal : xvi+ 196 hal
Ukuran : 140x210mm
Kertas isi : HVS 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft ,laminating
ISBN : 978-979-9447-95-1

Situasi yang mengguncang masyarakat kita dewasa ini ditandai dengan “emosi-emosi”. Politik, agama, ekonomi, dan bahkan kisah keseharian dalam hidup seorang petani, nelayan, para ojek dan buruh, tukang bangunan dan tukang sapu, semuanya tidak luput dari emosi, gejolak perjuangan, keberanian, kemarahan, ketakutan, cemburu, kesalahan, dan bahkan rasa ngeri.
Sebagian episode emosi ini bersentuhan dengan kehidupan publik, dengan ruang kebersamaan, dan masyarakat. Sebagian lagi berkenaan dengan ruang privat, dunia pribadi, dan komunitas. Di mana-mana kita menyaksikan skala emosi dengan kekuatan gejolak yang tidak terbendung. Institusi politik terdistorsi, lembaga agama tergoyah, struktur ekonomi menjadi kacau dan tatanan masyarakat mengalami disorientasi.
Kita pun berhadapan dengan kanyataan bahwa misi keadilan yang diperjuangkan menjadi misi yang sulit, militansi kebenaran menjadi sia-sia, dan pembelaan kemanusiaan sering berujung pada absurditas. Dalam situasi seperi ini, kita membutuhkan semangat “devosi” dan “pengertian” yang lebih banyak. Kita – mau tidak mau – harus melibatkan aspek “cita rasa”. Kita perlu lebih banyak hidup dan bekerja dengan “cita rasa”, yaitu dengan kedalaman perasaan kemanusiaan sebagai kristalisasi dari “cinta”.

You might also likeclose