Daily Archives: Agustus 11, 2015

BERSAING ATAU BERSAHABAT? Dakwah Islam – Misi Kristen di Afrika

Published by:

Bersaing atau bersahabat - depanPengarang : Georg Kirchberger & John M. Prior
Jenis Kertas : cdIMPORT 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xx + 136 halaman
Ukuran : 140 mm x 210 mm
Harga : Rp. 40.000

Pertumbuhan agama Islam dan Kristen yang paling pesat sedang terjadi di benua Afrika. Diperkirakan bahwa dalam waktu tidak lama lagi, benua Afrika akan terbagi 50-50 di antara kedua aliran agama ini.
Apakah kebangkitan Islam dan Kristen masa kini bakal membawa damai atau konflik? Kita tahu bahwa baik Islam maupun Kristen bersifat ‘ekspansionis’ karena dua-duanya berciri dakwah/misi. Apakah tesisnya Samuel Huntingdon nanti terbukti benar, yaitu bahwa kedua agama ini dengan sendirinya mesti bertubrukan? Banyak faktor turut menentukan jawaban kita.
Sejumlah pertanyaan timbul, antara lain: Apakah orang Islam dan orang Kristen harus saling berhadapan bagai pesaing di ‘pasar agama dunia’? Atau apakah umat Kristen dan Islam, yang sama-sama mengakui Ibrahim/Abraham sebagai leluhur dalam iman, mampu hidup berdampingan bagaikan saudara, malah sebagai rekan peziarah yang bekerja sama untuk membangun dunia yang lebih adil, damai dan manusiawi? Banyak pihak berpendapat bahwa orang yang sungguh realistis tahu bahwa tubrukan antara Islam dan Kristen sudah hal yang pasti, sedangkan orang yang mengidamkan penghargaan dan kolaborasi Islam-Kristen tidak lain tidak bukan orang idealis yang ‘sedang bermimpi di planet lain’.
Bagi kita di Indonesia yang memiliki umat Islam terbesar di dunia dan sekaligus memiliki minoritas Kristen yang berarti (± 9%) jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini turut mengarahkan masa depan bangsa. Malah masa depan dunia bergantung padanya.

BERDIRI DI AMBANG BATAS – Pergumulan Seputar Iman dan Budaya

Published by:

Diambang Batas - depanPengarang : Dr. John M. Prior
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xxii + 232 halaman
Ukuran : 140 mm x 210 mm
Harga : Rp. 40.000

Relfeksi-refleksi dalam buku ini menyangkut hal ihwal keberalihan melintas tapal batas sosial, agama dan budaya. Tapal batas membingkai jati diri sekelompok masyarakat. Ia bisa berperan sebagai penghalang atau penghubung. Penghalang yang membeda-bedakan serta memisah-asingkan kelompoknya dari kelompok-kelompok lain, atau sebaliknya menjadi penghubung yang mengundang ‘yang lain’ untuk melintasinya, untuk datang dan mengalami horizon baru, menambah pengetahuan serta memperluas lingkup persahabatannya.
Pewarta lintas budaya mesti pertama-tama menghargai dan memajukan jati diri khas dari ‘yang lain’ itu. Perbedaan tidak boleh dihapus begitu saja dan juga tidak boleh dibekukan atau diabsolutkan. Pewarta lintas budaya mesti membuka diri pada tapal-tapal baru untuk memajukan sebuah peradaban baru, peradaban cinta. Dengan demikian jati diri lama dari kedua belah pihak melebur dalam sebuah identitas baru, identitas yang ditumbuh-kembangkan bersama. Kita sama-sama menjadi manusia lintas budaya seturut citra Allah Tritunggal.

DI TEBING WAKTU – Dimensi Sosio Politis Perayaan Kristen

Published by:

PengaraDi Tebing Waktu - depanng : Dr. Paul Budi Kleden
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xx + 246 halaman
Ukuran : 140 mm x 210 mm
Harga : Rp. 42.000
Agama adalah ungkapan persentuhan dunia dan sejarah dengan Yang Kudus dan keyakinan serta perayaan keterlibatan Yang Kudus dalam dunia serta sejarah. Dunia menyatakan dimensi tempat, sementara sejarah merujuk pada sisi waktu dari yang profan. Yang Kudus dibedakan dari yang profan, karena Dia tidak dibatasi oleh waktu dan ruang. Dalam arti ini Yang Kudus bersifat absolut, memberi dasar pertama, menjadi pendamping setia dan tujuan terakhir penziarahan dan sejarah. Salah satu bentuk konkret dari pembedaan itu adalah pengkhususan. Yang Kudus dikhususkan dari yang profan. Ada tempat dan waktu yang dikhususkan untuk mengingatkan manusia akan persentuhan dengan Yang Kudus. Di tempat dan pada waktu tertentu itu dirayakan ritus oleh orang-orang yang dikhususkan berdasarkan tradisi religius masing-masing. Sebab itu, dalam tradisi agama-agama dikenal hari-hari raya keagamaan yang biasanya disertai dengan ritus khusus di tempat-tempat tertentu.
“Di Tebing Waktu”. Berada di tebing kita dipaksa untuk berlangkah lebih hati-hati dan penuh kesadaran. Tebing adalah tempat dan kesempatan kita mengalami kesadaran secara sangat intensif. Di tebing waktu kita dihadapkan pada keputusan yang menentukan. Melakukan metanoia yang jujur atau terus berkanjang dalam ritualisme yang memunggungi dunia dan sejarah adalah alternatif yang mesti kita pilih. Dan pada pilihan itu akan ditentukan kredibilitas keimanan dan keagamaan kita. Pada dasarnya intevensi Allah ke dalam dunia selalu membawa manusia ke tebing waktu. Intervensi yang dirayakan dalam ritus tertentu pada tempat dan waktu khusus, menyadarkan manusia akan kondisi tempat dan waktunya yang aktual, serta mendorong manusia untuk mengambil sikap sadar untuk menata masa depan pribadi dan kolekti. Hari-hari besar agama Kristen sebagai perayaan kenangan dan harapan akan intervensi Allah pun memiliki makna yang sama yakni membawa manusia ke tebing waktu agar dia membarui komitmen untuk melibatkan diri sebagai orang beriman di dalam kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan dunia serta sejarah.

TEOLOGI PERJANJIAN LAMA: Kesaksian, Tangkisan, Pembelaan

Published by:

Teol. Perjanjian Lama - depanPengarang : Walter Brueggemann
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xxiv + 1142 halaman
Ukuran : 155 mm x 225 mm
Harga : Rp 195.000,-

Buku ini merupakan sebuah karya spektakuler pada akhir abad 20 dan awal abad 21 di bidang teologi dari seorang Brueggemann. Segar, menyeluruh dan menggugah! Inilah kesan terdalam bila membaca buku ini. Dalam buku ini kita menemukan teologi Perjanjian Lama yang paling lengkap dan paling penting yang muncul dari latar belakang Amerika pada abad ini. Kegairahan penulis dan sering kali juga berbagai pernyataannya yang tanpa tedeng aling-aling, dibarengi dengan kepiawaian tafsir tingat tinggi, melahirkan wawasan-wawasan yang menggegerkan tentang teks-teks alkitabiah.
Dalam buku ini Walter Brueggemann berhasil memperlihatkan bahwa teologi Perjanjian Lama benar-benar hidup dan memikat. Ia memahami bahwa rumusan-rumusan baku dari masa silam, mesti menghasilkan wacana baru untuk keadaan baru. Sembari menyadari dengan sangat saksama tantangan-tantangan kemajemukan modern. Ia menelisik kemajemukan Alkitab guna menempa sebuah teologi tentang tindakan-tindakan retorik yang berlandas pada rupa-rupa konteks sosial. Dengan keberanian dan keyakinan, ia melintasi tapal-tapal batas kuno antara deskripsi dan apropriasi, antara observasi dan komitmen, antara analisis dan keterlibatan.

OASE SURGAWI: Khotbah Menurut Tahun Gereja

Published by:

Oase sorgawi - depanPengarang : Dr. Ebenhaizer I Nuban Timo
Jenis Kertas : Book paper 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : x + 346 halaman
Ukuran : 140 mm x 210 mm
Harga : Rp 50.000,-

Buku ini berisi renungan-renungan untuk kembali menguatkan jiwa setelah letih menempuh perjalanan dalam hidup dan karya. Bagi perjalanan sepanjang tahun Gereja ditawarkan refleksi-refleksi yang mendalam dan aktual, yang bertolak dari Kitab Suci dan kenyataan hidup sehari-hari. Oase Surgawi memberikan kesegaran ilahi untuk perjalanan insani di bumi.

You might also likeclose