Daily Archives: Agustus 13, 2015

Kisah Pengembaraan Ibarruri Putri Alam – Anak sulung D.N. Aidit

Published by:

IBARRURI PUTRI ALAMPenulis : Ibarruri
Harga : Rp. 100.000
Tebal : 560 hlm.
Ukuran : 140mm x 210mm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-602-1161-07-4
Tahun : Agustus 2015

Jika otobiografi Nelson Rolihlahla Mandela, Long Walk to Freedom telah dialihbahasakan ke dalam empat puluh bahasa lebih, tentu bukanlah sesuatu yang mengherankan; sebab buku itu sungguh mengilham dan memesona. Dalam menghadapi kebiadaban dan kekerasan apartheid di Afrika Selatan, walau pernah “diamankan” oleh rezim dalam penjara selama 27 tahun, Mandela dengan tenang dan tekun mengungkapkan toleransinya serta kerelaannya untuk mengampuni musuh bangsanya yang kejam. Mandela yakin bahwa tidak ada masa depan tanpa pengampunan. Juga tidak ada pengampunan tanpa pengungkapan kembali kekejaman politik masa lampau. Bagi Mandela pengampunan tidak identik dengan pembungkaman. Rekonsiliasi mustahil terjadi dalam diam.
Sebagaimana Nelson Mandela, Ibarruri dalam Kisah Pengembaraan-nya belajar dan bertumbuh ketika mengenang kembali peristiwa-peristiwa pahit yang menimpa dirinya, dan yang menghanyutkan bangsanya. Ibarruri berada di Rusia ketika Gestok (Gerakan Satu Oktober) 1965 alias G30S meledak. Ibarruri, yang ketika itu masih remaja, mesti mengungsi ke Tiongkok, lalu ke Birma dan Macao, dan akhirnya “mendarat” di Perancis. Betapa pahit pengalaman pengembaraannya. Iba, demikian ia disapa, selalu belajar dan senantiasa bertumbuh, baik dalam dirinya, maupun dalam pemikirannya. Oleh karena itu, Kisah Pengembaraan merupakan salah satu karya yang amat inspiratif. Pengalaman pahit terungkap dengan tenang oleh seorang perempuan yang berguru pada setiap pengalaman hidupnya.
Buku ini membuka tabir sebagian sejarah yang bengis pada setengah abad silam, yakni kisah pahit yang menggoncangkan Indonesia sepanjang kurun waktu 1965-1966. Lebih dari itu, buku ini membahasakan sikap ksatria dari pelbagai korban kebengisan rezim, serta apa yang dapat kita petik untuk masa kini.

EVANGELISASI Gereja yang Bergerak Keluar

Published by:

EVANGELISASI GEREJA YG BERGERAK KELUARPenulis : Chirstian Tauchner (Ed.)
Harga : Rp. 50.000
Tebal : viii + 240 hlm.
Ukuran : 140mm x 210mm
Kertas isi : HVS 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-602-1161-09-8
Juli 2015

Cara pandang dialog menyeruak di tengah-tengah diskusi Konsili Vatikan II bersama Ensiklik Ecclesiam Suam Paulus VI yang diterbitkan pada Agustus 1964, sekitar 50 tahun lampau. Ensiklik ini menjadi sangat berpengaruh pada teks-teks utama Konsili itu semisal Gaudium et Spes serta berbagai refleksi pada tahun-tahun selanjutnya. Buku EVANGELISASI Gereja yang Bergerak Keluar menunjukkan fakta bahwa tidak ada lagi dikotomi di antara hakikat misioner setiap Gereja dan tugasnya memberitakan Injil melalui cara-cara yang menuntut dialog dengan, pengetahuan tentang dan empati terhadap konteks-konteks konkret di mana manusia hidup, serta keterampilan komunikasi antarbudaya. Sebuah Gereja misioner bisa menggantang keuntungan dari pengalaman tradisional para misionaris “lintas budaya”, karena persis itulah situasi di mana kini hampir setiap Gereja berada. Apa yang dulu dianggap sebagai panggilan bagi beberapa kalangan guna berkarya di tempat-tempat eksotis kini memiliki relevansi untuk semua palayan di dalam semua Gereja. Kita benar-benar berada dalam “era baru”, “fase baru” misi atau evangelisasi. Kebutuhan akan keyakinan dan semangat baru, metode dan ungkapan baru tentu merupakan wawasan yang diwariskan evangelisasi baru kepada kita, tetapi fokus evangelisasi tampaknya telah beralih agar dapat menjangkau pelayanan dari sebuah Gereja yang seluruhnya misioner milik para murid yang diutus. Tugas kita semua ialah untuk merenungkan dan mengembangkan cara-cara berkomunikasi bagaimana Gereja misioner dewasa ini, melalui praktik dialog profetis, dapat ambil bagian dalam misi Allah di tengah dunia kita yang lantak namun dirahmati ini.

MERANGKAI IDENTITAS MARIA

Published by:

MERANGKAI IDENTITAS MARIAPenulis : Remigius Ceme
Harga : Rp. 30.000
Tebal : xii + 176 hlm.
Ukuran : 130mm x 200mm
ISBN : 978-979-9447-52-5

Umat beriman sering kali terjebak dalam pemahaman dan praktik devosi yang “aneh”, seolah-olah Maria sama dengan Yesus atau lebih berarti dan lebih tinggi daripada Allah. Buku Merangkai Identitas Maria ingin memberikan pemahaman yang tepat siapa itu Maria dan bagaimana Maria memainkan peranannya dalam karya keselamatan Yesus Kristus. Identitas Maria memang nampak dalam keperawanan dan keibuannya yang adalah anugerah, hadiah Allah kepadanya. Kedua ciri ini sangat kental dalam ungkapan resmi Gereja, seperti dalam doa-doa resmi Gereja atau perayaan ekaristi, khususnya dalam Doa Syukur Agung. Semua gelar lain yang diberikan kepada Maria berdasarkan pada identitas pokok Maria sebagai perawan dan Bunda Allah.

Hidup Yang Sesungguhnya

Published by:

PeHidup Yg Sesungguhnya - depannulis : Remigius Ceme
Harga : Rp. 30.000
Tebal : xii + 174 hlm.
Ukuran : 120mm x 190mm
ISBN : 978-979-9447-52-5

Kematian itu misterius untuk dipahami. Kita tidak tahu apa yang ada di balik kematian itu. Hidup setelah kematian selalu menggugah dan menggugat nurani manusia, karena nilai kehidupannya ini sangat penting bagi eksistensi manusia untuk mencapai kepenuhan hidup yang sesungguhnya ada dan dialami setelah kehidupan ini berakhir. Tetapi apakah ada hidup setelah kematian? Teologi Kristen menyebutkan Penyelenggara dan Penyelamat menjadi sandaran utama untuk percaya akan hidup yang sesungguhnya setelah kematian. Kematian dan kebangkitan Kristus telah membuka tirai kerahasiaan kematian dan hidup setelah kamatian itu.

Alam Belum Berhenti Bercerita

Published by:

Alam belum berhenti bercerita - depanPengarang : Dr. Ebenhaizer I Nuban Timo
Jenis Kertas : cdIMPORT 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xix + 240 halaman
Ukuran : 120 mm x 190 mm
Harga : Rp. 40.000

Bergurulah pada alam. Masyarakat adalah universitas sejati. Di dalam alam dan semua tindak-tanduk masyarakat terdapat sejumlah besar kekayaan intelektual dan pengetahuan kontekstual yang hampir tidak ada batasnya. Pemahaman kita tentang hidup, keselamatan, iman, pelayanan, dan seterusnya akan makin diperkaya kalau kita siap untuk belajar dari alam dan berguru pada masyarakat yang adalah universitas sejati.
Bukan hanya para filosof dan antropolog yang mengajarkan hal sedemikian. Yesus Kristus sendiri meminta para pengikut-Nya untuk berguru pada alam. Ia berkata: “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Perhatikanlah bunga bakung di lembah yang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu” (Mt 7:28-29).
Alam menyediakan bagi kita sejumlah referensi pengetahuan bukan hanya untuk kebutuhan pengembangan intelektual tetapi juga untuk penguatan iman dan penyerahan diri kepada pemeliharaan Tuhan. Mazmur 19 mengatakan hal itu dengan cara yang sangat memukau. “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” Semua ini dilakukan tanpa kata dan tanpa suara, tetapi gemanya terpencar ke seluruh dunia dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.
Dalam buku ini misteri dan kejadian-kejadian dalam alam didiagnosis dan dibedah. Dalam proses itu menjadi nyata bahwa gejala-gejala kehidupan dalam alam yang diperagakan secara naluri oleh pisang, ayam, burung, pohon nangka, dst. mengandung pesan-pesan teologis. Suara-suara tidak memiliki arti yang otonom dan independen. Mereka merupakan resonansi atau gema dari kebenaran kekal yang Allah kerjakan di dalam Yesus Kristus. Penyataan Allah di dalam Kristus didengungkan kembali oleh realitas alam yang puspa ragam dan aneka rupa. Masing-masing kenyataan alam memperdengarkan berita keselamatan dengan cara, gaya, dan ekspresi yang unik. Itulah sebabnya judul yang dipakai untuk buku ini berbunyi: Alam Belum Berhenti Bercerita.

Orang-Orang Katolik di Indonesia Jilid 1 & 2

Published by:

 

Orang-Orang Katolik 1- depan Pengarang : Prof. Dr. Karel Steenbrink
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : 1016 halaman
Harga : Rp 165.000,-

Karya Karel Steenbrink ini, merupakan sebuah buku yang unik dan penting, bukan hanya dari segi pendekatan dan metodologi, tetapi juga dari segi substansi. Dengan rinci, penulis mengungkapkan dinamika pertumbuhan orang-orang dan masyarakat Katolik Indonesia; tidak hanya melihat dinamika internal orang-orang Katolik Indonesia, tetapi juga dalam kaitan dengan persaingan dan rivalitas dengan Protestan dan Islam. Buku ini tentu akan menjadi salah satu sumber standar mengenai sejarah Gereja Katolik dalam relasinya dengan Gereja Protestan dan Agama Islam.

Karangan PrOrang - Orang Katolik Jilid 2 - depanof. Dr. Karel Steenbrink ini merupakan sebuah profil sejarah berisikan ulasan rinci dan kritis tentang perkembangan agama Katolik di Indonesia dari tahun 1808 sampai 1942, suatu periode yang cukup penting untuk pertumbuhan umat Katolik di tanah air kita.
Buku ini merupakan salah satu ikhtiar penelusuran dan penjelasan-dari-dalam dengan memanfaatkan dokumen-dokumen yang kebanyakan ditulis oleh orang Barat, dan yang diinterpretasikan seturut kaidah ilmu sejarah yang dapat diverifikasikan.
Kekhasan dan kelebihan buku ini dibandingkan dengan buku-buku yang sudah terbit sebelumnya tentang Sejarah Katolik di Indonesia adalah pendekatan yang digunakan, yaitu ‘pendekatan dari bawah’: mengutamakan orang-orang Katolik (sebagai pribadi maupun kelompok) ketimbang Gereja Katolik sebagai institusi hierarkis.
Fakta tentang kesalahan orang-orang Katolik bila diukur dengan standar ajaran dan moral Gereja (di samping prestasi, semangat juang, dedikasi, kreativitas) tidak ditutup-tutupi, perbedaan dan bahkan konflik antara Katolik dan Protestan juga tidak disembunyikan. Ini menunjukkan bahwa orang-orang Katolik adalah manusia biasa, yang dengan kelebihan dan kekurangannya telah berupaya memberi yang terbaik bagi bangsa ini. Disamping itu disajikan juga kerjasama di antara keduanya, kendati pada masa itu masih sangat terbatas. Ini merupakan pembelajaran yang sangat berharga bagi proses beroikumene.

Misi-Evangelisasi-Penghayatan Iman

Published by:

MISI EVANGELISASI DAN PENGHAYATAEditor : Georg Kirchberger
Jumlah halaman : 184 halaman
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Harga : Rp. 27.000

Dua tantangan utama yang dihadapi Gereja Asia, yang mencuat secara jelas dalam Sinode para Uskup tentang Asia pada tahun 1998 adalah dialog dan pembaharuan kerohanian. Gereja tidak akan berkembang apabila tetap tertutup dalam satu semangat Ghetto kaum minoritas atau terlampau terpenjara dalam struktur kelembagaan. Membantu menjawabi permasalah dan tantangan di atas, buku ini menampilkan tulisan sejumlah pakar misiologi. Mereka menulis tentang pandangan misi menurut teologi Katolik, konsep evangelisasi ketika berhadapan dengan kebenaran agama-agama, persoalan dialog antaragama, pandangan teologi Katolik tentang Islam, pergumulan tentang etika ekonomi dalam konsep Islam dan Kristen, keberpihakan terhadap kaum miskin, pengalaman Asia dalam berevangelisasi dan konsep tentang Allah yang mendorong dialog.

You might also likeclose