Daily Archives: Mei 26, 2016

TEOLOGI TRINITAS DALAM KONTEKS MISTAGOGI – Pengantar Ke Dalam Misteri Allah Tritunggal

Published by:

Cover Mistagogi depanPenulis : Nico Syukur Dister, OFM
Cetakan 1 : April 2016
Jumlah halaman : xvi + 344 hlm,
Ukuran buku : 150mm x 230 mm
Nomor ISBN : 978-602-1161-18-0
Harga : Rp. 75.000
Selain misteri penjelmaan Sabda menjadi manusia, juga misteri Allah Tritunggal termasuk ciri khas agama Kristiani. Menurut iman Kristen –apapun denominasinya- Allah serentak di atas kita, bersama kita, dan di dalam kita. Kehadiran-Nya yang rangkap tiga itu telah diwahyukan- Nya dalam sejarah keselamatan dan tercantum dalam Kitab Suci. Umat Kristen meyakini bahwa sebagaimana Allah menyatakan diri dalam sejarah keselamatan (Trinitas “ekonomis”), begitulah Ia dalam diri-Nya sendiri atau pada hakikat-Nya (Trintas “imanen”).
Yang menjadi maksud dan tujuan buku ini ialah mengantar pembaca masuk ke dalam rahasia Allah Bapa, Putra/Firman, dan Roh Kudus. “Satu Allah Tiga Diri”, demikianlah rumus tradisional yang terkenal. Dalam buku ini rahasia Tritunggal Mahakudus direnungkan secara teologis, baik dari perspektif teologi mistik maupun teologi sistematik.
Semoga refleksi teologis di buku ini menjadi nutrisi rohani bagi hidup beriman sidang pembaca, dan betul-betul mengantar masuk ke dalam rahasia cinta kasih ilahi, sehingga pembaca budiman semakin mengenal dengan hati dan mengetahui dengan budi Dia yang dipercayai sebagai sumber dan dasar hidup kita.

Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius

Published by:

Harga:
Penulis : Jose Cristo Rey Gracia Paredes
Penerjemah : Philip Ola Daen, Pr
(Diterjemahkan & diterbitkan dalam edisi bahasa Indonesia atas izinan ICLA Publications dan Claretian Publications- Quezon City, Philippines)
Cetakan 1, Februari 2016

Selibat (Keperawanan) Demi Kerajaan Allah
56 hlm, 120 x 190 mm
ISBN : 978-602-1161-19-7
Ketaatan Demi Kerajaan Allah
50 hlm, 120 x 190 mm
ISBN : 978-602-1161-20-3
Kemiskinan Demi Kerajaan Allah
78 hlm, 120 x 190 mm
ISBN : 978-602-1161-21-0

Berkat sakraCover depan keperawananmen pembaptisan, kita semua menjadi warga umat Allah. Dan dari antara umat Allah ini, ada sekelompok orang yang dipanggil untuk menjadi religius dan klerikus. Mereka ini dipanggil untuk menjalani satu hidup yang khas sebagai pewarta Kerajaan Allah dengan mengikrarkan dan menghayati ketiga nasihat injili, yakni kemiskinan, ketaatan dan selibat-keperawanan-kemurnian. Inilah satu “…bentuk hidup yang tetap dengannya orang beriman, yang atas dorongan Roh Kudus mengikuti Kristus secara lebih dekat, dipersembahkan secara utuh kepada Allah yang paling dicintai agar mereka, demi kehormatan bagiNya dan juga demi pembangunan Gereja serta keselamatan dunia, dilengkapi dengan alasan baru dan khusus, mengejar kesempurnaan cintakasih dalam pelayanan Kerajaan Allah dan, sebagai tanda unggul dalam Gereja, mewartakan kemuliaan surgawi” (Kancover depan Kemiskinan.573 §1). Hidup sebagai religius dan klerikus bukan terisolasi dari dunia tetapi untuk berada di tengah dunia. Dunia menjadi medan pewartaan Kerajaan Allah. Namun untuk menjadi pewarta Kerajaan Allah di tengah dunia dewasa ini tidak semudah apa yang di bayangkan dan tidak segampang apa yang dipikirkan. Dalam mewartakan Kerajaan Allah, seorang religius atau klerikus harus menghadapi satu dunia modern dengan gerak perubahan yang sangat cepat dan tingkat perkembangan yang sangat luar biasa dalam pelbagai aspek kehidupan. Perubahan dan perkembangan ini membawa implikasi yang sangat kompleks bagi kehidupan dan peradaban manusia. Tentunya perubahan dan perkembangan ini membawa banyak impak positip yang membanggakan bagi kualitas kehidupan dan peradaban manusia, tetapi tidak bisa dinisbihkan juga bahwa perubahan dan perkembangan ini membawa serta impak negatip.
Perubahan Cover depan Ketataandan perkembangan ini membawa serta satu gaya hidup di mana manusia terjebak dalam arus materialisme, hedonisme, konsumerisme, individualisme dan sekularisme. Jeratan gaya hidup seperti ini menjadi satu tantangan yang sangat berat bagi kaum religius dan klerikus dalam menghayati ketiga nasihat injili secara konsekuen, yakni menghidupi apa yang mereka pilih dan melakukan apa yang mereka ikrarkan.
Jebakan perubahan dan perkembangan dunia modern ini mengkerdilkan iman, melemahkan daya gugah dan daya juang, menyempitkan wawasan dan memiskinkan pengetahuan pada kebanyakan umat Allah dan secara khusus pada kaum religius dan klerikus. Hal ini mengakibatkan panggilan hidup religius dan klerikus sebagai satu pilihan hidup bebas untuk mengikrarkan dan menghayati ketiga nasihat injili: kemiskinan, ketaatan dan selibat-keperawanan-kemurnian semakin tidak terwujud dalam hidup mereka. Akhirnya hidup mereka bukan sebagai saksi dengan menjadi satu tanda hidup Kerajaan Allah yang menggugah dan menggugat dunia.
Karena itu, buku ini hadir untuk mempersembahkan ulasan teologis tentang kehidupan religius dan klerikus sebagai jawaban terhadap tantangan dan kebutuhan yang dirasakan dalam dunia modern ini sehingga terbangun satu wawasan yang komprehensif, pengetahuan yang kaya dan praktikum yang solid akan nasihat-nasihat injili dari kaum religius dan klerkus. Selain itu, kehdairan buku ini juga sebagai satu usaha konkrit yang bertujuan untuk mengklarifikasi identitas yang spesifik dan misi hidup religius dan klerikus dalam komunio Gereja yang organis. Namun kehadiran buku ini lebih mengkonsentrasikan cernaannya pada pendasaran biblis, teologis dan historis tentang ketiga nasihat injili: kemiskinan, ketaatan dan selibat-keperawanan-kemurnian.

 

PAKET-PAKET RINDU Kumpulan Sajak (1) Adrian Ola Duli

Published by:

Cover Paket Rindu depanPenulis : Adrian Ola Duli
Harga: Rp. 25.000
ISBN: 978-602-1161-16-6
Penerbit:
PENERBIT LEDALERO
Cetakan I,
Januari 2016 12 x 19 cm, xii + 88 hlm

Teks adalah gambar dalam kata. Kata yang kuat memberi daya imaginasi. Wacana menghadirkan peristiwa dan suasana dalam pikiran. Berhadapan dengan naskah dan narasi, ‘pikiran menjadi bagai sutradara’ yang menghidupkan aktor juga latar di layar imajinasi. Kata membantu pikiran untuk ‘mencipta’ gambar. “Roh sebuah kalimat” menciptakan daya bayang dalam pikiran. Teks suci atau teks profan memberi pikiran sebuah daya kreasi untuk melahirkan gambar hidup di relung budi. Setiap orang mesti menemukan cara untuk menampung kesedihan dan kegembiraan, ketakutan dan keberanian,  gairah dan kelesuan, putus asa dan harapan, kehampaan dan kepenuhan. Sejumlah orang mengalami situasi yang sama, tapi cara mereka untuk mengekspresikan kesan tentu saja berbeda satu dari yang lainnya. Seorang dari mereka bisa mengabadikannya dalam lagu, yang lain mencetuskannya dalam sajak, seorang lain menuangkannya dalam lukisan, ada yang memahatnya dalam bentuk patung, yang lain lagi menguraikannya dalam tulisan ilmiah. Siapa yang paling penting dan berarti? Semuanya itu penting, karena yang terpenting adalah pemaknaan hidup. Hidup terlalu luas untuk diagungkan dari berbagai sisi.
“PAKET-PAKET RINDU” adalah sebuah buku I kumpulan sajak Adrian Ola. Buku ini merupakan jeritan, rintihan, nyanyian, pujian dan aneka rasa batin penulis. Buku ini mengungkapkan pencarian akan makna hidup melalui kata. Membaca buku ini seolah-olah kita sedang meneropong kedalaman jiwa kita sendiri. Buku ini kuat dan mendalam bebahasakan banyak ide dan perasaan. Penulis berhasil  mengumpulkan ide-ide besar dan melukiskannya ke dalam tembang kata. Buku ini mampu membawa pembaca masuk ke arena daya bayang yang kuat dan mendalam.

You might also likeclose