Category Archives: Bahasa & Sastra

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Published by:

Penulis               : Yohanes Orong

Penerbit             : Ledalero

Tahun Terbit     : September 2016

ISBN                   : 978-602-1161-26-5

Ukuran               : 150 mm x 225 mm

Ketebalan           : 144 halaman

Harga                  : Rp. 45.000

Oprah Winfrey di dalam buku “Words That Matter” berkata “Tidak ada penemuan yang tidak berisiko – dan risiko yang Anda ambil mengungkapkan apa yang Anda nilai berharga.”

Risiko paling pertama ketika Anda membaca buku ini boleh jadi ialah perkara metodologis yang bersifat kaku dan cendrung menuntut. Namun, justru setelah Anda mampu menghadapinya, Anda telah menetapkan sebuah pilihan berharga.

Buku ini berharga sebab mengandung panduan pokok menguasai klaim  ilmiah  akademik,  pembuatan  kutipan,  isu orisinalitas dan  plagiarisme, penulisan referensi, penulisan bibliografi, unsur-unsur  penting  karya ilmiah,  dan  tata  cara penulisan skripsi dan tesis. Setidaknya ketika banyak orang terjebak pada kebebasan dangkal dengan tidak lagi peduli terhadap hal-hal yang bersifat menuntun atau memandu, buku ini justru memaksa pembaca untuk melawan kedangkalan.

MONOLOGION – Ketika Kata Bertingkah

Published by:

Jika Anda tidak ingin disindir tutup dan buanglah buku ini di tempat sampah!

Pengarang   : Fredy Sebho
Penerbit       : Ledalero
ISBN             : 978-602-1161-24-1
Terbit            : Juni 2016
Ukuran          : 140 mm x 210 mm
Jumlah hlm.  : 192 halaman
Harga             : Rp. 50.000

Monologion ini dibuka dengan sebuah proposisi tentang kata. Kata mendasari universum dan kepadanyalah segala sesuatu tergantung. Kata itu tampak mulai dari yang paling renik sampai yang paling rumit dan, seperti diamini penulis buku ini, hingga tak lagi bisa ditemukan oleh bahasa.

Jika memang demikian, bagaimanakah sesuatu yang tidak bisa ditemukan oleh bahasa terpahami, sementara bahasa dimafumi sebagai sarana pengantar manusia kepada pengertian, termasuk kepada pemahaman akan kata sebagai fundamen segala keberadaan? Dan apakah yang tidak bisa ditemukan oleh bahasa itu pada akhirnya, sekali lagi, ekuivalen dengan kata?

Pertanyaan eksistensial ini mewadahi permenungan setiap pencari kebenaran, termasuk mereka yang menggunakan tulisan sebagai instrumen. Melalui tulisan sesuatu yang disebut rahasia terungkap. Hal ini tentu bukan tujuan satu-satunya, sebab menurut Roland Barthes menulis itu tidak hanya menyingkapkan rahasia, tetapi pada akhirnya harus bersifat revolusioner, yakni menolak makna.[1] Namun, apa itu “menolak makna”? Barthes tentu tidak salah, walaupun juga tidak selamanya benar.

Penulis, seturut Barthes, belum berhasil jika sekadar puas dengan ramuan kata yang sedap bagi mata dan telinga. Pesannya ialah penolakan terhadap kedangkalan makna dan pesan di dalam teks. Hanya saja cukup banyak penulis yang gagal, sebab salah memilih cara menyampaikan pesan. Tidak sedikit penulis yang merasa puas dengan mendikte pembaca, dan berpikir bahwa sebuah tulisan telah cukup mengubah dunia.

Dalam rangka menyingkapkan rahasia dan melawan kedangkalan pesan, cukup banyak penulis menggunakan dialog sebagai metode. Namun, pada sebagian, rahasia justru terungkap melalui teknik monolog(ion). Di dalam teknik ini sindiran dipilih bukan karena dianggap etis, melainkan karena lebih baik daripada mendikte.   

Di dalam buku ini monologion diberi arti “kembara tanpa batas ke dalam diri sendiri”. Namun, arti tersebut kehilangan daya magisnya jika tidak dikaitkan dengan kembara iman dan intelektual manusia yang paling primordial. Dalam rangka ini, kita mesti kembali pada era medieval, zaman di mana eksistensi Allah dicari melalui pergulatan intelektual, dan saat di mana siapa pun pasti terpaut dengan Anselmus dari Canterbury. Selain kita terpesona oleh pembuktian Anselmus akan keberadaan Allah yang didaulatnya melalui rasio murni dan silogisme, kita berjumpa dengan sumber dari mana terma “monologion” yang dipakai penulis buku ini berasal. 

PAKET-PAKET RINDU Kumpulan Sajak (1) Adrian Ola Duli

Published by:

Cover Paket Rindu depanPenulis : Adrian Ola Duli
Harga: Rp. 25.000
ISBN: 978-602-1161-16-6
Penerbit:
PENERBIT LEDALERO
Cetakan I,
Januari 2016 12 x 19 cm, xii + 88 hlm

Teks adalah gambar dalam kata. Kata yang kuat memberi daya imaginasi. Wacana menghadirkan peristiwa dan suasana dalam pikiran. Berhadapan dengan naskah dan narasi, ‘pikiran menjadi bagai sutradara’ yang menghidupkan aktor juga latar di layar imajinasi. Kata membantu pikiran untuk ‘mencipta’ gambar. “Roh sebuah kalimat” menciptakan daya bayang dalam pikiran. Teks suci atau teks profan memberi pikiran sebuah daya kreasi untuk melahirkan gambar hidup di relung budi. Setiap orang mesti menemukan cara untuk menampung kesedihan dan kegembiraan, ketakutan dan keberanian,  gairah dan kelesuan, putus asa dan harapan, kehampaan dan kepenuhan. Sejumlah orang mengalami situasi yang sama, tapi cara mereka untuk mengekspresikan kesan tentu saja berbeda satu dari yang lainnya. Seorang dari mereka bisa mengabadikannya dalam lagu, yang lain mencetuskannya dalam sajak, seorang lain menuangkannya dalam lukisan, ada yang memahatnya dalam bentuk patung, yang lain lagi menguraikannya dalam tulisan ilmiah. Siapa yang paling penting dan berarti? Semuanya itu penting, karena yang terpenting adalah pemaknaan hidup. Hidup terlalu luas untuk diagungkan dari berbagai sisi.
“PAKET-PAKET RINDU” adalah sebuah buku I kumpulan sajak Adrian Ola. Buku ini merupakan jeritan, rintihan, nyanyian, pujian dan aneka rasa batin penulis. Buku ini mengungkapkan pencarian akan makna hidup melalui kata. Membaca buku ini seolah-olah kita sedang meneropong kedalaman jiwa kita sendiri. Buku ini kuat dan mendalam bebahasakan banyak ide dan perasaan. Penulis berhasil  mengumpulkan ide-ide besar dan melukiskannya ke dalam tembang kata. Buku ini mampu membawa pembaca masuk ke arena daya bayang yang kuat dan mendalam.

Metodologi Seni Menulis Karya Ilmiah

Published by:

Metodologi Seni Menulis- depanPengarang : Hendrikus Dori Wuwur
Harga : Rp. 40.000
Tebal : xvi+ 196 hal
Ukuran : 140x210mm
Kertas isi : HVS 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft ,laminating
ISBN : 978-979-9447-93-7

Menulis karya ilmiah adalah satu seni! Mengapa? Karena seluruh proses penulisan menuntut satu ketrampilan tinggi dalam seni mengemukakan pemikiran, lewat perumusan linguistik yang baku dan akurat. Menulis suatu karya ilmiah sesungguhnya seni meramu pikiran-pikiran dari pengarang lain ke dalam sistematisasi pemikiran sendiri. Maka prasyarat untuk itu adalah daya nalar yang kreatif dan seni berbahasa yang tinggi. Kesenian seperti ini harus dilatih, dan salah satu sarana adalah penulisan skripsi.
Selain itu penulisan karya ilmiah juga adalah satu proses belajar! Apabila seorang mahasiswa atau mahasiswi sungguh mau menghasilkan satu karya yang berbobot, yang memiliki kualitas, maka dia harus memiliki wawasan membaca yang luas, dan harus berkonfrontasi dengan pelbagai sumber ilmu. Jika proses ini diikuti secara cermat dan sungguh-sungguh, maka dia sendiri akan memperluas wawasan, dan khazanah pengetahuannya. BENYAMIN FRANKLIN mengatakan: “Keuntungan (hidup) yang paling baik adalah membuat investasi dalam ilmu.” Dan justru proses penulisan karya ilmiah adalah masa investasi ilmu yang terbaik.
Menulis skripsi adalah juga ajang latihan untuk menjadi penulis. Siapa yang sungguh-sungguh berusaha untuk merumuskan pemikirannya dengan baik dan mengembangkan daya nalar yang sistematis dapat menumbuhkan gairah untuk menulis, atau dapat menghidupkan bakat laten dalam menulis.

Seni Bicara

Published by:

Seni Bicara - depanJudul     : SENI BICARA
Tahun   : Maret 2014
Penulis  : Hendrikus Dori Wuwur
Harga    : Rp. 40.000
Tebal     : ix + 261 hlm.
Ukuran : 140mm x 205mm
Kertas isi : HVS 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-979-9447-99-9
Felix von Eckardt mengatakan, “Manusia menanamkan pengaruhnya lewat kata-kata.” Satu kebijaksanaan dari Mesir kuno berbunyi, “Jadikan diri Anda tuan atas Seni Bicara maka Anda akan menang.” Untuk menjalankan setiap tugas atau jabatan secara efektif, tidak hanya dituntut keterampilan dan pengetahuan yang terkualifikasi, tetapi juga keterampilan berbicara, yaitu keterampilan untuk merumuskan pikiran dengan kata-kata yang tepat dan kemampuan untuk berargumentasi secara meyakinkan. Bicara. Demosthenes, ahli pidato berkebangsaan Yunani, mengatakan, “Apa yang besar dan penting yang harus Anda katakan dalam hidup Anda, tidak akan dipahami orang lain dengan tepat apabila Anda tidak mengucapkannya secara sungguh-sungguh dan hidup.” Sementara itu, Oscar Wilde berpendapat, “Hanya kata-katalah, yang mampu mengungkapkan realitas dari segala sesuatu.”
Buku ini bermaksud mengembangkan keterampilan dan kreativitas dalam hal Seni Bicara.

You might also likeclose