Category Archives: Filsafat

Manajer/Filsuf Mengelola Bisnis dan Dunia dengan Sudut Pandang Filsafati

Published by:

Penulis                      : Reza A.A. Wattimena
Cetakan 1                   : Februari 2017- Penerbit Ledalero
Ukuran                       :  150 x 230 mm
Jumlah halaman       : viii + 286hlm
ISBN                          : 978-602-1161-36-4

Manajemen, dalam arti tata kelola kerja sama antar manusia untuk mencapai satu tujuan tertentu, mungkin adalah salah satu temuan terpenting di dalam sejarah perkembangan manusia. Manajemen memungkinkan pengelolaan kerja sama antar beragam orang dengan kemampuan berbeda, guna mencapai satu tujuan yang telah disepakati. Dengan berpijak pada hal ini, manusia lalu bisa mempertahankan keberadaannya di bumi ini, walaupun diancam banyak binatang buas. Mereka juga bisa mewujudkan berbagai hal di dalam sejarahnya, mulai dari seni, budaya, filsafat, ilmu pengetahuan dan politik yang beradab.
Namun, manajemen tidak lahir dari kekosongan, melainkan dari tindak berpikir manusia. Filsafat, sebagai cara berpikir rasional dan kritis untuk menjelaskan segala yang ada, memainkan peranan penting di sini. Secara harafiah, filsafat adalah pecinta kebijaksanaan. Para filsuf adalah orang yang mencari kebijaksanaan di dalam hidupnya dengan menggunakan akal budinya.
Pemahaman tentang filsafat pun berkembang menjadi penjelasan rasional, kritis dan sistematis atas segala yang ada. Filsafat menawarkan pandangan dunia yang menyeluruh untuk manusia. Filsafat juga menawarkan panduan hidup, supaya orang bisa mencapai kebahagiaan dan pencerahan. Di dalam sejarahnya, filsafat pun berkembang menjadi beragam cabang ilmu pengetahuan, sebagaimana kita kenal sekarang ini.
Manajemen sebagai ilmu adalah salah satu cabang dari ilmu pengetahuan tersebut. Manajemen adalah tata kelola, sehingga beragam orang dengan beragam kemampuan dan motivasi bisa bekerja sama, guna mewujudkan satu tujuan tertentu. Tujuan tertentu bisa beragam pula, mulai dari sekedar berwisata keluar kota dengan segala persiapannya, sampai dengan mengelola organisasi internasional dengan ribuan tugas dan sumber daya. Manajemen tentu terus mengalami perkembangan, sejalan dengan perubahan jaman yang semakin kompleks sekarang ini.
Di dalam buku ini, saya akan berfokus pada manajemen bisnis. Walaupun begitu, beberapa bidang manajemen lainnya tentu akan dibahas, seperti yang dijelaskan oleh salah satu pemikir manajemen ternama, yakni Peter Drucker. Di dalam bisnis, tujuan utama dari manajemen adalah menata kerja sama dari beragam manusia dan sumber daya, guna mencapai keuntungan. Keuntungan ini menjadi nyawa bagi bisnis yang sedang berjalan. Namun, keuntungan ini tidak dapat dipersempit semata pada keuntungan ekonomi belaka, tetapi juga keuntungan bagi organisasi tersebut, sekaligus bagi masyarakat maupun alam yang ada di sekitarnya.
Dalam konteks ini, filsafat manajemen bisnis adalah refleksi adalah pengandaian-pengandaian di balik pola pikir dan praktik bisnis yang ada di masyarakat. Filsafat manajemen bisnis hendak melihat anggapan-anggapan yang tersembunyi di balik praktik bisnis. Semua anggapan itu dipertanyakan, diteliti lebih dalam, lalu disesuaikan dengan perubahan yang terus terjadi. Ini membuat semua praktik bisnis menjadi relevan dengan keadaan masyarakat.
Sampai Februari 2016, ini adalah buku pertama yang mengupas beragam hal terkait dengan filsafat manajemen bisnis. Buku ini tidak hanya mengupas etika bisnis, yakni diskusi kritis tentang baik dan buruk di dalam praktik bisnis, tetapi juga menyentuh inti dari praktik bisnis itu sendiri. Ia tidak hanya membahas beragam dimensi di dalam praktik manajemen bisnis, tetapi juga mengajukan arah untuk perkembangan bisnis dalam kaitannya dengan konteks masyarakat yang lebih luas. Harapannya, buku ini bisa mengembangkan wacana ilmu manajemen sekaligus filsafat, terutama filsafat sosial, di Indonesia.
Buku ini penulis tujukan kepada peminat pengembangan ilmu manajemen maupun praktisi manajemen, khususnya manajemen organisasi bisnis. Buku ini juga ditujukan untuk para peminat filsafat, terutama filsafat sosial yang berupaya memahami dasar-dasar dari kehidupan bersama manusia.

MEMBONGKAR DERITA – Teodice: Sebuah Kegelisahan Filsafat dan Teologi

Published by:

Membongkar Derita - depanPengarang : Paul Budi Kleden
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xiv + 349 hlm
Ukuran : 155mm x 225mm
Harga : Rp 55.000,-

Mengapa “membongkar derita”? Bukankah penderitaan atau derita mesti disembuhkan? Membongkar bukanlah kegiatan yang biasa dan yang diharapkan apabila kita berhadapan dengan penderitaan. Berhadapan dengan penderitaan kita mempunyai keharusan untuk bertindak demi penyembuhan. Kalau demikian mengapa membongkar Derita?
Buku ini mengajak kita untuk membongkar. Yang perlu dibongkar adalah konsep-konsep tertentu tentang penderitaan yang justru menutup-nutupi penderitaan atau hanya mempersalahkan penderitaan. Ada pola pikir tertentu yang membuat orang enggan berbicara tentang penderitaan. Sebab itu, kita perlu membongkar konsep seperti itu, agar penderitaan dapat disuarakan dan diatasi. Itulah sebabnya, di dalam buku ini dipaparkan sejumlah pandangan filosofis dan teologis tentang penderitaan. Kita perlu memeriksa konsep-konsep ini. Tujuan dari pembongkaran ini adalah agar suara protes dari penderitaan dapat lebih tajam didengar dan diperdengarkan.

PLURALISME, DEMOKRASI DAN TOLERANSI

Published by:

Pluralisme, Demokrasi dan Toleransi - depanPengarang : Felix Baghi (ed.)
Jumlah Hal : 554 hlm.
Ukuran : 140mm x 210mm
Kertas Isi : Bookpaper 60 gr
Cover : Fc. Ivory 230 grm, doft, laminating
Harga : Rp. 85.000
ISBN : 978-979-9447-30-5
Pada hakikatnya, demokrasi mengandung nilai-nilai yang inklusif karena demokrasi mempertemukan segala yang berbeda atau yang berlainan melalui satu konsepsi yang disebut human qua citizen – warga negara. Demokrasi menuntut solidaritas dan komitmen dari semua rakyat dengan tingkatan toleransi multikultural yang tinggi. Tutuntan agar demokrasi menjadi lebih optimal hanya mungkin terjadi apabila semua rakyat dapat mengenal satu sama lain, percaya satu sama lain, dan memiliki cita rasa akan komitmen terhadap yang lain. Oleh karena itu, nilai-nilai seperti saling pengertian (mutual understanding), saling menaruh kepercayaan (mutual trust) dan komitmen timbal balik (mutual commitmen) harus senantiasa diperbarui atau dirumuskan secara baru. Ini semua bukan hal yang gampang dalam berpolitik. Kita selalu tergoda untuk jatuh kembali ke dalam cara-cara yang lama sambil menyangkal setiap problem dan situasi politik yang nyata. Ini menyebabkan dilema dalam berdemokrasi.

FILSAFAT POLITIK Dalam Bentangan Diskursus Filosofis

Published by:

FIL POLITIK OTTO - depanPenulis : Otto Gusti Madung
Harga : Rp. 60.000
Tebal : xxiii + 280 hlm.
Ukuran : 140mm x 210mm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-979-9447-04-3
Di tengah sebuah era di mana pemahaman tentang politik sedang dikaburkan dan dideterminasi oleh praktik politik yang diwarnai tipu muslihat, perebutan kekuasaan dan korupsi, sebuah refleksi mendasar tentang konsep politik menjadi penting. Refleksi filosofis mengembalikan kesadaran kita kepada pemahaman politik yang sesungguhnya. Seperti actus refleksi filosofis pada umumnya, kegiatan refleksi filsafat politik tak pernah mendahului peristiwa, tapi selalu datang kemudian setelah kejadian berlalu. Karena itu filsafat politik tak pernah dapat mendidik orang untuk menjadi peramal, apalagi menjadi dukun politik. Atau dalam bahasa filsuf G.W.F. Hegel, filsafat politik itu ibarat “burung hantu dewi Minerva yang mulai mengepakkan sayapnya setelah matahari terbenam ditelan bumi”.

Diskursus Seksualitas Michel Foucault

Published by:

DISKURSUS SEKSUALITAS - depanPenulis : Ampy Kali
Harga : Rp. 35.000
Tebal : xxxii + 166
Ukuran : 13.5cm x 20cm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-979-9447-74

Michel Foucault adalah salah satu dari sekian banyak pemikir postmodernisme yang turut menyumbangkan ide-ide kritisnya dalam sejarah pengetahuan manusia. Analisisnya tentang sejarah, episteme, wacana, seksualitas, kekuasaan dan pengetahuan merupakan sumbangan khas Foucault dalam diskursus postmodernisme, sekaligus dinilai turut memperteguh bangunan filsafat postmodernisme.
Seksualitas merupakan tema sentral yang saya gumuli dalam buku ini. Foucault berpendapat, seksualitas bukanlah realitas alamiah melainkan produk sistem wacana dan praktik yang membentuk bagian-bagian pengawasan dan kontrol individu yang semakin intensif. Seksualitas merupakan konstruksi sosio-kultural dari suatu kelompok masyarakat tertentu, dan karena itu maknanya selalu terbentuk oleh jaringan-jaringan sosial dalam kehidupan manusia….

Filsafat Politik

Published by:

Filsafat Politik- Acry Deodatus - depanPenulis : Acry Deo Datus
Harga : Rp. 50.000
Tebal : xxx + 446 hlm.
Ukuran : 14cm x 21cm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating
ISBN : 978-979-9447-24-1
Bagi kebanyakan orang yang “awam ilmu politik” kata “politik” selalu dipahami sebagai suatu arena percaturan warga negara untuk mem¬peroleh kekuasaan dan kewenangan un¬tuk memerintah rakyat. Pengaruh cara pandang ini ternyata sangat kuat sehing¬ga apa yang disebut sebagai “percaturan politik” telah berubah makna menjadi suatu strategi kotor dan licik yang dengan menghalalkan pelbagai cara untuk memperoleh kekuasaan agar dapat memerintah rakyat.
Rupanya makna “politik” ini yang sangat kuat mempengaruhi perilaku politisi terutama yang bermain di arena poli¬tik seperti di lingkungan legislatif – yang rekuitmen keanggota¬annya melalui partai politik – maupun lingkungan eksekutif dan bahkan yudikatif. Karena itu tidaklah mengherankan apabila sebagian besar buku politik praktis selalu menampilkan wacana “strategi politik” dan jarang menampilkan wacana “filsafat poli¬tik”.
Jika kita menelaah pustaka ilmu politik maka umumnya terdapat dua kategori tulisan-tulisan tentang politik yang saling tumpang tindih, yakni tulisan-tulisan yang peduli pada tema HOW dan WHY suatu proses politik itu terjadi. Ke dalam kat¬egori pertama yakni tentang HOW proses politik dapat dikenal melalui nama-nama seperti Sun Tzu,Niccolo Machiavelli, dan George Washington Plunkitt sedangkan kategori kedua berkaitan dengan para filsuf politik yang berorientasi pada “seek to encourage the good in institutions” seperti Plato, Aristotle, Locke, Mills, Jefferson, Marx, dan Mao.
Buku Filsafat Politik yang ditulis oleh Sdr.Drs. AcryDeo Datus,MA ini nampaknya membidik para pembaca terutama dari segmen “para ilmuwan dan pelajar/mahasiswa ilmu poli¬tik” agar memahami filosofi dasar ilmu politik secara sungguh-sungguh yang pada gilirannya dapat memahami HOW dan WHY suatu proses politik itu terjadi.

Doa Tanpa Permohonan

Published by:

Doa Tanpa Permohonan - depanEditor : Bernard S. Hayong
Harga : Rp. 50.000
Tebal : xlii+ 260 hal
Ukuran : 140x210mm
Kertas isi : Bookpaper 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft , laminating
ISBN : 978-979-9447-96-8

Mendekatkan doa sebagai bidang spiritual dan sekaligus esensial dalam pengalaman hidup manusia adalah alasan rasional untuk menyebut sebuah filsafat doa. Menyebut la philosophia orante (filsafat yang berdoa) mengungkapkan kebenaran hubungan filsafat (pengalaman metafisis) dan doa (pengalaman religius). Menemukan makna korelatif yang substansial antara keduanya (religius dan filosofis) adalah ikhtiar mengungkapkan orisinalitas dan autentisitas eksistensi manusia.
engan merefleksikan secara intens artikel-artikel dalam buku ini, orang bisa dihantar pada kesadaran akan pengalaman eksistensial sekaligus pengalaman transendental, hingga penjelasan akan Allah yang dialami dalam satu basis pengalaman dasariah dengan corak religius. Karakter inilah yang memungkinkan sebuah tindakan manusia untuk mentransendensi, melampaui dunia pengalamannya yang terbatas dan tertuju kepada Allah, yang seturut bahasa St. Paulus, tempat manusia hidup, bergerak dan ada (Kis 17:28). “Jika pikiran pulang ke dasarnya, ia dengan sendirinya menjadi religius, bukan sebagai sesuatu yang disimpulkan melainkan sesuatu yang pasti. Ia dengan sendirinya menjadi ”filsafat yang berdoa” (philosophia orante), demikian keyakinan Forest.

Redeskripsi dan Ironi Cita Rasa Kemanusiaan

Published by:

Redeskripsi dan Ironi - depanEditor : Felix Baghi
Harga : Rp. 40.000
Tebal : xvi+ 196 hal
Ukuran : 140x210mm
Kertas isi : HVS 60 gr
Kertas Cover : Ivory 230gr, doft ,laminating
ISBN : 978-979-9447-95-1

Situasi yang mengguncang masyarakat kita dewasa ini ditandai dengan “emosi-emosi”. Politik, agama, ekonomi, dan bahkan kisah keseharian dalam hidup seorang petani, nelayan, para ojek dan buruh, tukang bangunan dan tukang sapu, semuanya tidak luput dari emosi, gejolak perjuangan, keberanian, kemarahan, ketakutan, cemburu, kesalahan, dan bahkan rasa ngeri.
Sebagian episode emosi ini bersentuhan dengan kehidupan publik, dengan ruang kebersamaan, dan masyarakat. Sebagian lagi berkenaan dengan ruang privat, dunia pribadi, dan komunitas. Di mana-mana kita menyaksikan skala emosi dengan kekuatan gejolak yang tidak terbendung. Institusi politik terdistorsi, lembaga agama tergoyah, struktur ekonomi menjadi kacau dan tatanan masyarakat mengalami disorientasi.
Kita pun berhadapan dengan kanyataan bahwa misi keadilan yang diperjuangkan menjadi misi yang sulit, militansi kebenaran menjadi sia-sia, dan pembelaan kemanusiaan sering berujung pada absurditas. Dalam situasi seperi ini, kita membutuhkan semangat “devosi” dan “pengertian” yang lebih banyak. Kita – mau tidak mau – harus melibatkan aspek “cita rasa”. Kita perlu lebih banyak hidup dan bekerja dengan “cita rasa”, yaitu dengan kedalaman perasaan kemanusiaan sebagai kristalisasi dari “cinta”.

You might also likeclose