Category Archives: Gereja

BERDIRI DI AMBANG BATAS – Pergumulan Seputar Iman dan Budaya

Published by:

Diambang Batas - depanPengarang : Dr. John M. Prior
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xxii + 232 halaman
Ukuran : 140 mm x 210 mm
Harga : Rp. 40.000

Relfeksi-refleksi dalam buku ini menyangkut hal ihwal keberalihan melintas tapal batas sosial, agama dan budaya. Tapal batas membingkai jati diri sekelompok masyarakat. Ia bisa berperan sebagai penghalang atau penghubung. Penghalang yang membeda-bedakan serta memisah-asingkan kelompoknya dari kelompok-kelompok lain, atau sebaliknya menjadi penghubung yang mengundang ‘yang lain’ untuk melintasinya, untuk datang dan mengalami horizon baru, menambah pengetahuan serta memperluas lingkup persahabatannya.
Pewarta lintas budaya mesti pertama-tama menghargai dan memajukan jati diri khas dari ‘yang lain’ itu. Perbedaan tidak boleh dihapus begitu saja dan juga tidak boleh dibekukan atau diabsolutkan. Pewarta lintas budaya mesti membuka diri pada tapal-tapal baru untuk memajukan sebuah peradaban baru, peradaban cinta. Dengan demikian jati diri lama dari kedua belah pihak melebur dalam sebuah identitas baru, identitas yang ditumbuh-kembangkan bersama. Kita sama-sama menjadi manusia lintas budaya seturut citra Allah Tritunggal.

DI TEBING WAKTU – Dimensi Sosio Politis Perayaan Kristen

Published by:

PengaraDi Tebing Waktu - depanng : Dr. Paul Budi Kleden
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xx + 246 halaman
Ukuran : 140 mm x 210 mm
Harga : Rp. 42.000
Agama adalah ungkapan persentuhan dunia dan sejarah dengan Yang Kudus dan keyakinan serta perayaan keterlibatan Yang Kudus dalam dunia serta sejarah. Dunia menyatakan dimensi tempat, sementara sejarah merujuk pada sisi waktu dari yang profan. Yang Kudus dibedakan dari yang profan, karena Dia tidak dibatasi oleh waktu dan ruang. Dalam arti ini Yang Kudus bersifat absolut, memberi dasar pertama, menjadi pendamping setia dan tujuan terakhir penziarahan dan sejarah. Salah satu bentuk konkret dari pembedaan itu adalah pengkhususan. Yang Kudus dikhususkan dari yang profan. Ada tempat dan waktu yang dikhususkan untuk mengingatkan manusia akan persentuhan dengan Yang Kudus. Di tempat dan pada waktu tertentu itu dirayakan ritus oleh orang-orang yang dikhususkan berdasarkan tradisi religius masing-masing. Sebab itu, dalam tradisi agama-agama dikenal hari-hari raya keagamaan yang biasanya disertai dengan ritus khusus di tempat-tempat tertentu.
“Di Tebing Waktu”. Berada di tebing kita dipaksa untuk berlangkah lebih hati-hati dan penuh kesadaran. Tebing adalah tempat dan kesempatan kita mengalami kesadaran secara sangat intensif. Di tebing waktu kita dihadapkan pada keputusan yang menentukan. Melakukan metanoia yang jujur atau terus berkanjang dalam ritualisme yang memunggungi dunia dan sejarah adalah alternatif yang mesti kita pilih. Dan pada pilihan itu akan ditentukan kredibilitas keimanan dan keagamaan kita. Pada dasarnya intevensi Allah ke dalam dunia selalu membawa manusia ke tebing waktu. Intervensi yang dirayakan dalam ritus tertentu pada tempat dan waktu khusus, menyadarkan manusia akan kondisi tempat dan waktunya yang aktual, serta mendorong manusia untuk mengambil sikap sadar untuk menata masa depan pribadi dan kolekti. Hari-hari besar agama Kristen sebagai perayaan kenangan dan harapan akan intervensi Allah pun memiliki makna yang sama yakni membawa manusia ke tebing waktu agar dia membarui komitmen untuk melibatkan diri sebagai orang beriman di dalam kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan dunia serta sejarah.

Kompendium Ajaran Sosial Gereja

Published by:

Kompendium Ajaran Sosial Gereja -depanPengarang : Komisi Kepausan Untuk Keadilan dan Perdamaian
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xxvi + 560 halaman
Ukuran : 155 mm x 225 mm
Harga : Rp 98.000,-
Isi Ringkas :
Buku ini merupakan karya besar yang berhasil dikerjakan Komisi Kepausan Untuk Keadilan dan Perdamaian. Buku ini secara sistematis menyajikan landasan-landasan untuk ajaran sosial Gereja. Buku “Kompendium Ajaran Sosial Gereja” juga menunjukkan nilai ajaran sosial Gereja sebagai sebuah sarana penginjilan (bdk. Centesimus Annus, 54), karena ia menempatkan pribadi manusia dan masyarakat dalam hubungan dengan terang Injil. Prinsip-prinsip ajaran sosial Gereja, yang dilandaskan pada hukum kodrati, selanjutnya diperkokoh dan diperkuat dalam iman Gereja oleh Injil Kristus.

Menjebol Jeruji Prasangka: Membaca Alkitab Dengan Jiwa

Published by:

MENJEBOL JERUJI PRASANGKAPengarang : John Mansford Prior
Jenis Kertas : cd IMPORT 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xx + 510 halaman
Ukuran : 150 mm x 250 mm
Harga : Rp 50.000,-
Isi Ringkas :
Karya ini melaporkan kepada pembaca, entah itu dari kalangan ‘biasa’ atau pun ‘pakar’, proses dan hasil dari proses membaca dan mendalami Alkitab dengan pendekatan ‘tanggapan pembaca’ (reader response). Dan, yang mau ditunjukkan di sana adalah bahwa justru interaksi di antara teks dan pembaca dan pembaca dan teks yang menghasilkan suatu pemahaman yang melahirkan ilham baru.
Kita bisa melihat bagaimana kita bisa mendalami Alkitab bukan dari tumpukan buku saja melainkan dari kehidupan langsung sehari-hari. Pengalaman-pengalaman dengan ‘eksegese berbasis rakyat’ ini menelorkan pertanyaan: Bagaimana ‘pembaca biasa’ memperlakukan Alkitab dan bagaimana Alkitab memperlakukan ‘pembaca biasa’?
Kita bisa menjawab pertanyaan ini dengan lebih jelas seandainya kita mendorong kegiatan membaca/menafsir Alkitab secara ‘lintas budaya’. Maksudnya, satu teks Alkitab dibaca/ditafsir oleh ragam kelompok sosial. Sesudah itu, hasil dari setiap kelompok diperbandingkan. Dalam kelompok-kelompok multi-budaya dan juga di antara jejaringan kelompok-kelompok lintas budaya kita dapat menyelidiki proses bagaimana ‘pembaca biasa’ – dan si pakar sendiri – berwawancara dengan teks-teks Alkitab sambil membawa serta segala praduga dari lingkup budayanya masing-masing. Buku ini berisi hasil dari berbagai upaya untuk membaca, menafsir serta mamahami Alkitab dalam cara ‘lintas budaya’ ini.

Teologi Dalam Perspektif Global: Sebuah Pengantar

Published by:

Pengarang : SteTeologi Dalam Persepektif Global - depanphen B. Bevans
Jenis Kertas : Cdimport 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xx + 510 halaman
Ukuran : 150 mm x 250 mm
Harga : Rp 85.000,-

Keistimewaan karya ini adalah bahwa Bevans tidak membahas metode teologi secara abstrak, tetapi menunjukkan bagaimana teologi seharusnya dan sebenarnya dilakukan. Tujuannya menempa mereka menjadi teolog. Dengan metode ini Bevans ingin menunjukkan bahwa teologi bukanlah kerja mandiri. Sebaliknya, teologi adalah ikhtia komunal bersama – lebih tepat ikhtiar gerejawi yang dibuat bersama dengan segala macara orang, entah profesional atau non akademis. Dalam sebuah dialog kritis namun rendah hati dengan Alkitab dan Tradisi, dan untuk orang-orang Katolik, di bawah bimbingan magisterium. Selain itu dalam sebuah dunia yang kian mengglobal, konteks dan audiens teologi tidak hanya Gereja, tetapi juga berbagai budaya dan tradisi keagamaan yang berbeda-beda. Buku ini menawarkan sebuah kajian yang sangat berkeahlian atas berbagai teologi kontekstual, yang dikerjakan bukan sebagai cara-cara yang saling menampik melainkan sebagai tanggapan yang saling melengkapi terhadap tantangan-tantangan yang paling mendesak untuk teologi dalam masa kita sekarang ini.

Gerakan Ekumene

Published by:

GERAKAN EKUMENE Pengarang : Georg Kirchberger
Jenis Kertas : Cdimport 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xviii + 360 halaman
Ukuran : 120 mm x 190 mm
Harga : Rp 50.000,-

Dewasa ini ada duaarti dan makna dalam kata “ekumene”: “universal , misioner, menyangkut seluruh dunia” dan “sesuatu yang menyangkut kesatuan Gereja-gereja”. Buku ini berbicara mengenai kesatuan Gereja-gereja. Penulis buku ini berusaha menggambarkan dan memperkenalkna gerakan ekumene sebagai gerakan yang ingin mengusahakan kesatuan Gereja-gereja Kristen. Dan gerakan serta usaha itu digambarkan dalam buku ini dari sudut pandang Katolik.

MENEROBOS BATAS MEROBOHKAN PRASANGKA Jilid 2 – Dialog Demi Kehidupan

Published by:

PengaranMenerobos Batas Merobohkan Prasangka 2 - depang : Paul Budi Kleden & Robert Mirsel (ed.)
Jenis Kertas : Cdimport 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xiv + 429 halaman
Ukuran : 155 mm x 240 mm
Harga : Rp 85.000,-

Menerobos batas menjebol kebekuan bukanlah sebuah tindakan destruktif yang meluluhlantakkan dan menyisakan puing-puing. Dia bertujuan melakukan renovasi, reformasi dan transformasi intelektual dan tradisi religius secara terus-menerus dan terabdi bagi penegakan martabat luhur manusia dan seluruh ciptaan. Sebab itu, jilid kedua buku ini lebih berkonsentrasi pada tujuan dialog yakni demi kehidupan manusia dan pelestarian ciptaan. Tujuan ini hendak disoroti dengan menggunakan beberapa pendekatan diantaranya pendekatan filosofis, sosiologis, teologis (teologi sosial dan teologi feminis), dan homeletis/kateketis.

MENEROBOS BATAS MEROBOHKAN PRASANGKA Jilid 1- Pendasaran dan Praksis Dialog

Published by:

Menerobos Batas Merobohkan Prasangka 1 - depanPengarang : Paul Budi Kleden & Robert Mirsel (ed.)
Jenis Kertas : Cd import 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xiv + 416 halaman
Ukuran : 155 mm x 240 mm
Harga : Rp 85.000,-

MENEROBOS BATAS MEROBOHKAN PRASANGKA, Kumpulan artikel para teolog dan cendikiawan dengan berbagai latar belakang ilmu yang berbeda. Artikel-artikel ini dipersembah sebagai kado HUT ke-65 Dr. John M. Prior, seorang imam, teolog dan cendikiawan Katolik. Buku ini dengan jelas menyingkapkan suatu petualangan intelektual dan penghayatan iman. Nalar yang dibesarkan dalam iklim dialog menunjukkan bahwa damai tidak berarti menyeragamkan segalanya dan perbedaan tidak mesti menjadi alasan untuk perseteruan yang menghasilkan relasi kalah-menang. Iman yang menjadi dewasa dalam semangat dan praktik dialog membuktikan bahwa menjadi radikal bukan berarti menjauhkan yang lain dan menetralkan segala kekhasan.
Dalam jilid pertama yang menyandang subjudul Pendasaran dan Praksis Dialog, memaparkan konsep-konsep dasar mengenai dialog dan sejumlah contoh bagaimana dialog dikembangkan dalam berbagai konteks oleh berbagai tokoh. Tulisan-tulisan dalam jilid ini dibagi dalam empat bagian. Bagian pertama terdiri dari lima tulisan yang memberikan pendasaran mengenai perlu dan mendesaknya dialog. Bagian kedua memperkenalkan spiritualitas dialog. Dialog yang hidup dengan dan demi seluruh alam ciptaan memerlukan landasan biblis yang kuat. Pada bagian ketiga secara spesifik berbicara mengenai konsekuensi yang mesti diambil Gereja kalau dialog sungguh menjadi komitmennya. Gereja yang dialogal harus mendengarkan tantangan zaman, belajar dari tradisi lain, membuka ruang bagi partisipasi umat untuk turut memikirkan apa yang perlu dilakukan Gereja dan mengambil tanggungjawab di dalamnya. Bagin terakhir dalam jilid pertama merupakan bagian terpanjang yang menampilkan contoh pengalaman, model dan tokoh yang sigfinikan untuk dialog dari berbagai latar belakang tempat dan waktu.

VOICE IN THE WILDERNESS – Pesan Paus Paulus II Untuk Hari Komunikasi Sedunia

Published by:

Voice in the werdeness_depanPengarang : Agus Alfons Duka (ed.)
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xxiv + 216 halaman
Ukuran : 120 mm x 190 mm
Harga : Rp 45.000,-
Isi Ringkas :
Seperti Yohanes Pembabtis, Paus Yohanes Paulus II tidak jemu-jemu menyerukan pertobatan: persiapkanlah jalan untuk Tuhan, bukakanlah pintu bagi Kristus. Voice in the Wilderness berarti juga suara yang tetap berseru, meski tidak didengar; suara yang tak pernah berhenti berseru. Spirit itu pulalah yang mewarnai usaha Paus Yohanes Paulus II. Ia seorang nabi yang menyatakan pendapatnya dan berusaha memberikan orientasi yang berasal dari Allah dalam situasi apapun, kapan dan dimana pun. Suara profetis menyangkut dunia media komunikasi dan tanggung jawab serta etika profesi bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia media masa, lengkap disajikan dalam buku ini.

Konsili Yohanes XXIII Berpancawindu 1962-2002

Published by:

KONSILI XX3Editor : Georg Kirchberger – John M. Prior
Jumlah halaman : 203 halaman
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Harga : Rp. 30.000

Konsili Vatikan Kedua sudah menjadi satu moment penting dalam sejarah Gereja Katolik modern. Konsili ini dicetuskan dan dibuka oleh Paus Yohanes XXIII dan sudah meletakan dasar-dasar pembaruan bagi Gereja Katolik. Namun, apakah dasar itu sungguh bergema dalam praktik Gereja selanjutnya. Kini, setelah empat puluh tahun dimulainya Konsili itu, perlu dibuat sebuah refleksi kritis. Buku ini menampilkan sejumlah tulisan yang mengangkat beberapa pokok penting dari Konsili dan melihat dampaknya dalam perkembangan selanjutnya. Dicatat sejumlah kemajuan dalam interpretasi kreatif atas dokumen-dokumen Konsili, tetapi ada juga sejumlah kemunduran. Hal-hal ini perlu menjadi tantangan semua umat beriman yang ingin meneruskan semangat Konsili: menjadi solider dengan dunia dan permasalahnnya.

You might also likeclose