Jamahan Kasih di Taman Kehidupan

Judul :Jamahan Kasih Jamahan Kasih di Taman Kehidupan
Penulis : Alfons Betan, SVD
Penerbit : Penerbit Ledalero, cetakan ke-2, Oktober 2015
Jlh hlm : 112
Ukuran buku: 14,8 x 21 cm
ISBN : 979-9447-60-7
Kategori : Spiritualitas Alkitabiah
Harga : Rp.30.000
Siapakah yang tidak bergembira, apabila ia memperoleh jamahan kasih dalam pelbagai macam cara dan bentuk dari orang-orang lain; atau apabila ia sungguh merasakan bahwa ada tempat khusus baginya di dalam hati mereka? Siapakah yang tidak berbahagia, kalau jamahan kasih yang dirasakannya itu berasal dari Tuhan sebagai sumber hidup dan keberadaannya? Sadar atau tidak, jamahan kasih itu terjadi baik dalam perjumpaan, interaksi dalam pergaulan maupun dalam perpisahan. Hal-hal ini biasa terjadi dalam hidup kita. Begitu biasanya hal-hal ini terjadi sehingga kita sering kurang menyadari dan menghayati maknanya, padahal sebetulnya banyak sekali pembaruan dalam hidup bisa terjadi karena adanya kejadian-kejadian ini.
Dalam buku ini, berdasarkan inspirasi injil Yohanes, secara khusus penulis mau menyoroti relasi timbal-balik antara Yesus dan Maria Magdalena dan siapa saja yang diwakili oleh perempuan ini. Ada hal-hal yang menarik perhatian sehubungan dengan relasi antara keduanya, khususnya dengan perjumpaan, interaksi dan perpisahan mereka. Itulah yang disajikan dalam buku dan dimaksudkan untuk membantu membuka wawasan, pemahaman dan penghayatan kita tentang iman dan kasih yang dewasa.
Untuk bisa sampai ke tahap itu, kita diajak untuk membina relasi yang baik antar pribadi termasuk dengan yang lawan jenis kelamin. Perjumpaan, pergaulan dan keberadaan kita bersama mereka sangat membantu kita dalam proses pertumbuhan, perkembangan dan kedewasaan pribadi, inteligensi, afeksi, dan kasih di antara kita. Kita bisa saling memperkaya satu sama lain baik lewat pernikahan bagi orang yang mau dan sudah menikah, maupun lewat cara atau jalan hidup yang berlainan, misalnya antara yang satu hidup sebagai seorang religius dengan yang lain yang bukan religius maupun antara sesama religius.
Berkat relasi itu, kita dibantu juga untuk melihat, mempertimbangkan dan memberi keputusan secara tegas dan dewasa tentang arah atau jalan hidup mana yang harus dan akan kita pilih. Kita hendaknya mengalami kebahagiaan dengan keputusan itu. Kita memilih bagian yang terbaik demi kebaikan kita sendiri, dan demi kepentingan banyak orang yang akan kita layani sambil memperlakukan orang-orang tertentu yang terlibat dalam relasi kita itu dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab. Hendaknya kita juga menumbuhkembangkan sikap tahu berterima kasih kepada mereka yang dengan caranya tersendiri telah membantu kita dalam proses mengalami kehidupan iman dan cinta yang dewasa.
Buku ini bisa dijadikan sebagai salah satu sumber inspirasi baik bagi pembinaan pribadi maupun dalam kelompok.

Jamahan Kasih di Taman Kehidupan

You might also likeclose