Orang-Orang Katolik di Indonesia Jilid 1 & 2

 

Orang-Orang Katolik 1- depan Pengarang : Prof. Dr. Karel Steenbrink
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : 1016 halaman
Harga : Rp 165.000,-

Karya Karel Steenbrink ini, merupakan sebuah buku yang unik dan penting, bukan hanya dari segi pendekatan dan metodologi, tetapi juga dari segi substansi. Dengan rinci, penulis mengungkapkan dinamika pertumbuhan orang-orang dan masyarakat Katolik Indonesia; tidak hanya melihat dinamika internal orang-orang Katolik Indonesia, tetapi juga dalam kaitan dengan persaingan dan rivalitas dengan Protestan dan Islam. Buku ini tentu akan menjadi salah satu sumber standar mengenai sejarah Gereja Katolik dalam relasinya dengan Gereja Protestan dan Agama Islam.

Karangan PrOrang - Orang Katolik Jilid 2 - depanof. Dr. Karel Steenbrink ini merupakan sebuah profil sejarah berisikan ulasan rinci dan kritis tentang perkembangan agama Katolik di Indonesia dari tahun 1808 sampai 1942, suatu periode yang cukup penting untuk pertumbuhan umat Katolik di tanah air kita.
Buku ini merupakan salah satu ikhtiar penelusuran dan penjelasan-dari-dalam dengan memanfaatkan dokumen-dokumen yang kebanyakan ditulis oleh orang Barat, dan yang diinterpretasikan seturut kaidah ilmu sejarah yang dapat diverifikasikan.
Kekhasan dan kelebihan buku ini dibandingkan dengan buku-buku yang sudah terbit sebelumnya tentang Sejarah Katolik di Indonesia adalah pendekatan yang digunakan, yaitu ‘pendekatan dari bawah’: mengutamakan orang-orang Katolik (sebagai pribadi maupun kelompok) ketimbang Gereja Katolik sebagai institusi hierarkis.
Fakta tentang kesalahan orang-orang Katolik bila diukur dengan standar ajaran dan moral Gereja (di samping prestasi, semangat juang, dedikasi, kreativitas) tidak ditutup-tutupi, perbedaan dan bahkan konflik antara Katolik dan Protestan juga tidak disembunyikan. Ini menunjukkan bahwa orang-orang Katolik adalah manusia biasa, yang dengan kelebihan dan kekurangannya telah berupaya memberi yang terbaik bagi bangsa ini. Disamping itu disajikan juga kerjasama di antara keduanya, kendati pada masa itu masih sangat terbatas. Ini merupakan pembelajaran yang sangat berharga bagi proses beroikumene.

You might also likeclose