Sejarah Keuskupan Larantuka

Penulis           : Eduard Jebarus, Pr

Penerbit         : Ledalero
Cetakan 1       : Agustus 2017
ISBN               : 978-602-1161-41-8
Ukuran           : 170mm  x 240 mm
Jumlah hlm. : xxvi + 494 hlm

Penulisan Sejarah Keuskupan Larantuka merupakan sebuah upaya penting dan berharga, yang patut diapresiasi dan disyukuri. Ada banyak peristiwa dan kejadian, termasuk orang-orang, yang telah membentuk sejarah itu. Sayang kalau semua itu dibiarkan berlalu begitu saja, tanpa dicatat atau dibukukan.

Buku Sejarah Keuskupan ini dimaksudkan agar kita boleh mengenal dan mencintai Keuskupan Larantuka, serta belajar dari sejarah itu, sebab sejarah membawa banyak pesan berharga bagi manusia dari generasi ke generasi. Semoga generasi muda semakin mengenal sejarah keuskupannya, mencintai dan mengambil hikmahnya.
Sebagai sebuah buku sejarah buku ini ditujukan terutama untuk lingkup sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Untuk itu, penulis menggunakan banyak judul bawahan, serta “butir” dan “angka” (istilah komputer, bullets dan numbering). Mudah-mudahan dengan cara ini pembaca dibantu untuk menyoroti tema-tema tertentu, menangkap urutannya dan mudah untuk mengungkapkannya kembali. Gaya penulisan Eduardus Jebarus yang khas ini, diharapkan bisa membantu para pembaca umum mengetahui perjalanan sejarah Keuskupan Larantuka.
Pada bagian awal buku ini, berisikan “Ikhtisar Kronologis” dengan maksud agar para pembaca mempunyai gambaran singkat-menyeluruh mengenai sejarah Keuskupan Larantuka sampai dengan tahun 2015.
Di dalam Bab 1, penulis membuka pembicaraan dengan mengisahkan “Jejak Kekatolikan di Sumatera” dengan maksud menempatkan sejarah Keuskupan Larantuka dalam konteks sejarah Gereja Katolik di Indonesia sejak abad ke-7. Di dalam bab ini juga dibicarakan tentang “Tuan Ma” sebagai peristiwa iman khas Larantuka sebelum misionaris Portugis berkarya di wilayah ini.
Periodisasi atau pembabakan selanjutnya sebenarnya diangkat dari “bahasa sehari-sehari”, yakni dari kejadian-kejadian dalam sejarah Keuskupan Larantuka, yang terdiri atas tiga periode misi (Dominikan, Yesuit, dan SVD) dan empat periode masa tugas empat uskup di Larantuka (Mgr. Gabriel Manek, SVD, Mgr. Antonius Thijssen, SVD, Mgr. Darius Nggawa, SVD, dan Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr). Pembabakan besar seperti ini bisa saja mengandung “penyimpangan” misalnya, karya dua imam projo selama empat tahun (1860 – 1863) pada awal Misi Larantuka dimasukkan ke dalam periode Misi Yesuit (Bab 3). Untuk mengedepankan kekhususan dua imam projo itu, dalam buku ini disajikan satu topik tersendiri perihal mereka sebelum berbicara tentang karya para misionaris Yesuit. Selanjutnya, penulis memberi isi yang lebih luas pada masing-masing periode yang diperoleh dengan menelusuri dan menjelajahi berbagai buku, majalah, manuskrip, dokumen dan arsip serta bertanya pada banyak nara sumber. Buku ini patut dibaca oleh semua orang dalam semua lapisan masyarakat teristimewa umat keuskupan Larantuka.

You might also likeclose