Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • Memperkenalkan Teologi Feminis Teologi
  • Melakukan Teologi di Abad Plural Teologi
  • TEOLOGI PERJANJIAN LAMA: Kesaksian, Tangkisan, Pembelaan Liturgi dan Kitab Suci
  • Kompendium Ajaran Sosial Gereja Gereja
  • Allah Akbar-Allah Akrab Agama
  • Allah Menggugat Sebuah Dogmatik Kristiani Teologi
  • Mendengarkan Apa Kata Roh Kepada Gereja Agama
  • TEOLOGI TERLIBAT – Politik & Budaya dalam Terang Teologi Spritualitas

MAFIA BANK DUNIA & IMF – Alat Penjajahan Baru Negara Industri Terhadap Negara Berkembang Sejak Akhir Perang Dunia

Posted on 19 Februari 202419 Februari 2024 By ledalero

Penulis             : Eric Toussaint dan Damien Millet

Penterjemah    : Alexander Jebadu

Ukuran            : 15,5 x 23 cm

Ketebalan        : 534 halaman

ISBN               : 978-602-1161-69-2

Tahun Terbit   : Februari 2019

Harga              : –

Buku ini mengingatkan dunia termasuk Anda bahwa negara-negara industry sejak akhir Perang Dunia Kedua tahun 1945 telah secara sistemati memaksakan system ekonomi liberal kepada negara-negara yang baru merdeka dari penjajahan selama 500 tahun sejak tahun 1500 dan tanpa disadari banyak orang system ekonomi ini, yang sejak tahun 1980an disebut sistem ekonomi neoliberal, merupakan sebuah bentuk penjajahan baru yang sangat sistematis dan kejam. Menurut Toussaint dan Millet penjajahan baru ini telah dirancang melalui mekanisme jeratan utang (mechanism of debt trap). Mekanisme inilah yang telah menyanggupkan lembaga-lembaga keuangan internasional, negara-negara industri di belahan bumi Utara dan perusahaan-perusahaan swasta transnasional (TNCs) untuk mendikte, mengontrol, menguasai dan mengeksploitasi sumber-sumber ekonomi dari negara-negara Dunia Ketiga dengan mengorbankan kepentingan hidup rakyat negara-negara Dunia Ketiga. Keputusan-keputusan mengenai ekonomi negaranegara Dunia Ketiga dibuat di Washington, DC, yaitu di kantor-kantor Bank Dunia, di kantor IMF, di Paris Club (kelompok negara-negara kreditor di belahan bumi Utara) atau di London Club (kelompok yang mewakili bank-bank besar dari negara-negara industri).
Berbeda dengan orang Samaria yang baik hati dalam Kitab Injil (bdk Luk 10:25-37), negaranegara industri yang meminjamkan uang mereka kepada negara-negara berkembang termasuk kepada Indonesia sejak pertengahan tahun 1960-an – sejak Sukarno digulingkan dari kekuasaan secara misterius pada tahun 1965) telah berlaku sebagai orang-orang Samaria yang jahat (bad Samaritans). Mereka meminjamkan uangnya kepada negara-negara miskin tidak dimotivasi oleh kemurahan hati. Sebaliknya mereka memberi uang pinjaman ini untuk mendapatkannya kembali (investasi) secara berlipatganda sambil menguasai sumber-sumber hidup negara-negara miskin. Menurut Eric Toussaint dan Damien Millet dalam buku di tangan Anda ini, usaha pemerdekaan diri negara-negara Dunia Ketiga dari belenggu neokolonialisme dalam bentuk regim ekonomi neoliberal alias ekonomi pasar bebas ini mesti dimulai dengan usaha penolakan pembayaran utang luar negeri yang tidak sah (odious debt) yang dipinjam pada tahun 1960-an dan 1970-an. Selain itu, negara-negara Dunia Ketiga mesti berani membangun negara mereka tanpa melalui pinjaman. Kalaupun harus dibutuhkan pinjaman baru, maka setiap pinjaman baru mesti dibuat setelah mendapat persetujuan yang luas dari rakyat melalui debat publik di parlement dan di media masa. Alasan sangat sederhana. Setiap pinjaman utang oleh pemerintah negara dibuat atas nama rakyat, digunakan untuk kepentingan rakyat dan akan dibayar kembali oleh negara dari pajak yang dikumpulkan dari rakyat. Kami berharap buku Eric Toussaint dan Damien Milet ini bisa mengobarkan api perjuangan bagi bangsa Indonesia untuk merebut kembali kedautatan ekonominya dari regim ekonomi neoliberal saat ini dan kembali membangun ekonomi bangsa secara arif, adil, jujur (transparent), demokratis, berkelanjutan (sustainable), ramah lingkungan (ecologically friendly) dan menghargai martabat kemanusiaan dari setiap warga Indonesia seperti yang dicita-citakan oleh falsafah Pancasila, UUD45 pasal 33 dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Ekonomi, Lain-lain, Politik, Sosiologi Tags:Akhir Perang Dunia, Alexander Jebadu, Eric Toussaint dan Damien Millet, IMF, Mafia Bank Dunia, Negara Berkembang, Negara Industri

Navigasi pos

Previous Post: DRAKULA ABAD 21 – Membongkar Kejahatan Sistem Ekonomi Pasar Bebas Tanpa Kendali Sebagai Kapitalisme Mutakhir Berhukum Rimba dan Ancamannya Terhadap Sistem Ekonomi Pancasila
Next Post: BAHTERA TERANCAM KARAM – Lima Masalah Sosial Ekonomi dan Politik yang Meruntuhkan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Related Posts

  • Sosiologi Pendidikan Pendidikan
  • Koperasi Kredit Kembang Memberdayakan Akar Rumput Ekonomi
  • Bukan Berhala – Penghormatan Kepada Roh Orang Meninggal Agama
  • DALAM MONCONG NEOLIBERALISME-Kritik Kenabian terhadap Penyelewengan Pembangunan dengan Sistem Ekonomi Pasar Bebas Tanpa Kendali Era Otonomi Daerah di Indonesia Ekonomi
  • SCINTILLA CONSCIENTIAE – LETUPAN NURANI Gereja
  • MERAIH MIMPI – Kisah Sukses Anggota Bersama Sangosay Ekonomi
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Reduplikasi Morfemis Bahasa Manggarai
  • Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi
  • Menjelang Senja di Santiago: Otobiografi Seorang Diplomat Biografi
  • Jalan Sunyi untuk Pulang Bahasa & Sastra
  • MEMBUAT LANGIT TERSENYUM: Khotbah Sepanjang Tahun Gereja Pastoral
  • Alam Belum Berhenti Bercerita Gereja
  • Koperasi Kredit Kembang Memberdayakan Akar Rumput Ekonomi
  • MENEROBOS BATAS MEROBOHKAN PRASANGKA Jilid 2 – Dialog Demi Kehidupan Agama
  • OASE SURGAWI: Khotbah Menurut Tahun Gereja Keluarga
  • ALLAH MENGGUGAT ALLAH MENYEMBUHKAN Teologi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme