Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia Agama
  • Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius Teologi
  • Alam Belum Berhenti Bercerita Gereja
  • Dakwah Kristen – Undangan Allah Yang Menyelamatkan Semua Manusia & Alam Ciptaan melalui Yesus Kristus Agama
  • ALLAH MENGGUGAT ALLAH MENYEMBUHKAN Teologi
  • Ekoteologi Orang Manggarai Agama
  • Allah Akbar-Allah Akrab Agama
  • Mengenal dan Mencintai Muslim dan Muslimat Agama

MANUSIA BUKAN KAMBING-Bongkar & Hentikan Kejahatan Perdagangan Jual-Beli Manusia

Posted on 19 Februari 202419 Februari 2024 By ledalero

Penulis             : Dr. Alexander Jebadu,SVD

Ukuran             : 15,4 x 23 cm

Ketebalan        : 396 halaman

ISBN               : 978-623-6724-03-3 1

Tahun Terbit   : Januari 2021, cet. ke-2 (2022)

Harga              :

Manusia jual manusia. Kok bisa? Sulit diterima tapi  ini fakta. Manusia dijual dan dibeli sama seperti barang. Ketika dijual dan dibeli, manusia tidak beda dengan kambing atau ayam atau sapi. Martabatnya sebagai manusia lenyap. Ia bukan manusia lagi. Kemanusiaannya disangkal seratus persen. Manusia dipaksa menjadi senasib dengan kambing.  

Bisnis jahat ini disebut perdagangan manusia (human trafficking) atau perdagangan orang (trafficking in person) atau perdagangan makhluk manusia (trafficking in human beings) atau perbudakan modern (modern-day slavery). Setiap tahun, puluhan ribu bahkan jutaan manusia dijual-beli sebagai budak di seluruh dunia. Mereka  dibeli dan dijual di dalam negeri (within countries) atau antar-negara (between countries).  

Tujuannya beraneka macam seperti untuk jadi budak seks, kerja paksa atau dibunuh agar organ tubuhnya (jantung dan ginjal) dicangkokkan kepada pasien yang sanggup membelinya dengan harga ratusan juta rupiah. 

Pada zaman kuno, perbudakan merupakan praktik biasa dan dibuat secara terbuka. Praktik tak beradab kuno ini sudah dilarang oleh PBB melalui Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia

(DUHAM) tahun 1948.  DUHAM Pasal 4 berbunyi: “Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhambakan; perhambaan dan perdagangan budak dalam bentuk apa pun mesti dilarang.” 

Akan tetapi menjelang tahun 2000, warga masyarakat dunia dikejutkan oleh banyak laporan tentang perdagangan manusia di pelbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Masalah perbudakan modern ini begitu genting hingga PBB mengadakan sidang khusus pada tahun 2000 dan mengomando semua pemerintah negara di seluruh dunia supaya bersatu menabuh genderang perang melawan kejahatan ini dan memberantasnya sampai ke akar-akarnya. 

Tahukah Anda bahwa sistem ekonomi pasar bebas alias neoliberalisme yang mempromosikan ketamakan (greed) merupakan faktor yang menyuburkan kejahatan perdagangan manusia sejak WTO didirikan tahun 1995? Bagaimana jaringan kejahatan ini beroperasi di seluruh dunia? Lalu apa yang Anda harus lakukan sebagai warga negara dalam menghadapi perbudakan modern ini mulai dari tempat Anda sendiri? Untuk menjawab semua pertanyaan ini dan supaya api keterlibatan Anda dalam perjuangan melawan perbudakan modern ini menyala, Anda mesti membaca buku ini.

Ekonomi, Etika, Lain-lain, Politik, Sosiologi Tags:Alexander Jebadu, Hentikan kejahatan, Manusia bukan kambing, Perdagangan manusia

Navigasi pos

Previous Post: BAHTERA TERANCAM KARAM – Lima Masalah Sosial Ekonomi dan Politik yang Meruntuhkan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Next Post: KOKOR GOLA KOLANG- Pesan-Pesan Kearifan Tradisi Pante Pembuatan Gula Aren di Manggarai Barat

Related Posts

  • ETIKA KRISTIANI 3: Kewajiban Moral Dalam Hidup Pribadi Etika
  • Riwayat Hidup Tertua Tentang NIKLAUS DARI FLUE Biografi
  • LUKA, LAWO, NGAWU – Kekayaan Kain Tenunan dan Belis di Wilayah Lio, Flores Tengah Antropologi
  • PARRHESIA: Mozaik-Mozaik Aksara untuk Kemanusiaan  dan Indonesia Maju Agama
  • MEMBANGUN RUANG PERJUMPAAN BAGI GEREJA KATOLIK DAN KOMUNITAS LGBT – Bagaimana Gereja Katolik dan Komunitas LGBT Dapat Menjalin Hubungan Berlandaskan Sikap Hormat, Bela Rasa, dan Kepekaan Gereja
  • Menalar Keadilan Etika
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Reduplikasi Morfemis Bahasa Manggarai
  • Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan
  • Merambah Jalan Cinta Menggapai Kesempurnaan Agama
  • DIPANGGIL UNTUK KEMERDEKAAN Lain-lain
  • Ekoteologi Orang Manggarai Agama
  • Kopdit Boawae Pemberdayaan dan Keberlanjutan Ekonomi
  • Redeskripsi dan Ironi Cita Rasa Kemanusiaan Filsafat
  • Perempuan Tangguh Biografi
  • Mengenal Budaya dan Bahasa Masyarakat Suku Krowe Sika di Kabupaten Sikka Propinsi NTT Antropologi
  • Melakukan Teologi di Abad Plural Teologi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme