Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • DALAM MONCONG NEOLIBERALISME-Kritik Kenabian terhadap Penyelewengan Pembangunan dengan Sistem Ekonomi Pasar Bebas Tanpa Kendali Era Otonomi Daerah di Indonesia Ekonomi
  • MEMBUAT LANGIT TERSENYUM: Khotbah Sepanjang Tahun Gereja Pastoral
  • Hidup Yang Sesungguhnya Spritualitas
  • Melakukan Teologi di Abad Plural Teologi
  • TEOLOGI PERJANJIAN LAMA: Kesaksian, Tangkisan, Pembelaan Liturgi dan Kitab Suci
  • Konsili Yohanes XXIII Berpancawindu 1962-2002 Gereja
  • Allah Menggugat Sebuah Dogmatik Kristiani Teologi
  • Mati dan Bangkit Lagi Pastoral

MANUSIA BUKAN KAMBING-Bongkar & Hentikan Kejahatan Perdagangan Jual-Beli Manusia

Posted on 19 Februari 202419 Februari 2024 By ledalero

Penulis             : Dr. Alexander Jebadu,SVD

Ukuran             : 15,4 x 23 cm

Ketebalan        : 396 halaman

ISBN               : 978-623-6724-03-3 1

Tahun Terbit   : Januari 2021, cet. ke-2 (2022)

Harga              :

Manusia jual manusia. Kok bisa? Sulit diterima tapi  ini fakta. Manusia dijual dan dibeli sama seperti barang. Ketika dijual dan dibeli, manusia tidak beda dengan kambing atau ayam atau sapi. Martabatnya sebagai manusia lenyap. Ia bukan manusia lagi. Kemanusiaannya disangkal seratus persen. Manusia dipaksa menjadi senasib dengan kambing.  

Bisnis jahat ini disebut perdagangan manusia (human trafficking) atau perdagangan orang (trafficking in person) atau perdagangan makhluk manusia (trafficking in human beings) atau perbudakan modern (modern-day slavery). Setiap tahun, puluhan ribu bahkan jutaan manusia dijual-beli sebagai budak di seluruh dunia. Mereka  dibeli dan dijual di dalam negeri (within countries) atau antar-negara (between countries).  

Tujuannya beraneka macam seperti untuk jadi budak seks, kerja paksa atau dibunuh agar organ tubuhnya (jantung dan ginjal) dicangkokkan kepada pasien yang sanggup membelinya dengan harga ratusan juta rupiah. 

Pada zaman kuno, perbudakan merupakan praktik biasa dan dibuat secara terbuka. Praktik tak beradab kuno ini sudah dilarang oleh PBB melalui Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia

(DUHAM) tahun 1948.  DUHAM Pasal 4 berbunyi: “Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhambakan; perhambaan dan perdagangan budak dalam bentuk apa pun mesti dilarang.” 

Akan tetapi menjelang tahun 2000, warga masyarakat dunia dikejutkan oleh banyak laporan tentang perdagangan manusia di pelbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Masalah perbudakan modern ini begitu genting hingga PBB mengadakan sidang khusus pada tahun 2000 dan mengomando semua pemerintah negara di seluruh dunia supaya bersatu menabuh genderang perang melawan kejahatan ini dan memberantasnya sampai ke akar-akarnya. 

Tahukah Anda bahwa sistem ekonomi pasar bebas alias neoliberalisme yang mempromosikan ketamakan (greed) merupakan faktor yang menyuburkan kejahatan perdagangan manusia sejak WTO didirikan tahun 1995? Bagaimana jaringan kejahatan ini beroperasi di seluruh dunia? Lalu apa yang Anda harus lakukan sebagai warga negara dalam menghadapi perbudakan modern ini mulai dari tempat Anda sendiri? Untuk menjawab semua pertanyaan ini dan supaya api keterlibatan Anda dalam perjuangan melawan perbudakan modern ini menyala, Anda mesti membaca buku ini.

Ekonomi, Etika, Lain-lain, Politik, Sosiologi Tags:Alexander Jebadu, Hentikan kejahatan, Manusia bukan kambing, Perdagangan manusia

Navigasi pos

Previous Post: BAHTERA TERANCAM KARAM – Lima Masalah Sosial Ekonomi dan Politik yang Meruntuhkan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Next Post: KOKOR GOLA KOLANG- Pesan-Pesan Kearifan Tradisi Pante Pembuatan Gula Aren di Manggarai Barat

Related Posts

  • Bukan Doping Politik Politik
  • DIPANGGIL UNTUK KEMERDEKAAN -Sebuah Studi Mengenai Gereja Masehi Injili di Timor dalam Hubungan dengan Lingkungannya Agama
  • Post-Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi Agama
  • MGR. PETRUS NOYEN, SVD – Perintis Misi SVD di Indonesia Lain-lain
  • Tingkahlaku Kolektif dan Gerakan Sosial – Sebuah Pengantar Lain-lain
  • DIPANGGIL UNTUK KEMERDEKAAN Lain-lain
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • Filsafat Politik: Dasar-Dasar Filosofis Kehidupan Bernegara
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi
  • Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja
  • PERJANJIAN LISBON TAHUN 1859 DAN AKIBATNYA BAGI PULAU TIMOR, FLORES,SOLOR DAN SEKITARNYA (1847-2024)
  • Metodologi Seni Menulis Karya Ilmiah Bahasa & Sastra
  • Allah Akbar-Allah Akrab Agama
  • Manajer/Filsuf Mengelola Bisnis dan Dunia dengan Sudut Pandang Filsafati Filsafat
  • 40 Tahun Kopdit Sangosay – Jejak Sejarah 1983-2023 Ekonomi
  • SPIRITUALITAS IMAMAT-MOTOR KEHIDUPAN IMAM Pastoral
  • SOSIOLOGI Lain-lain
  • Model-Model Teologi Kontekstual Teologi
  • Menggugat Logika APBN Politik

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme