Penulis : Dr. Alexander Jebadu, SVD
Ukuran : 14 x 21 cm
Ketebalan : 359 halaman
ISBN : 978-623-6724-02-6
Tahun Terbit : Januari 2021
Harga :
Kalau Anda membaca buku kami Drakula Abad 21: Membongkar Kejahatan Sistem Ekonomi Pasar Bebas Tanpa Kendali Sebagai Kapitalisme Mutakhir Berhukum Rimba dan Ancamannya Terhadap Sistem Ekonomi Pancasila (2020), Anda akan tahu bahwa semua fenomena pembangunan, yang tidak sesuai aspirasi rakyat dan tidak menguntungkan rakyat melainkan hanya memperkaya para inverstor, merupakan bentuk-bentuk sepak terjang dari neoliberalisme alias sistem ekonomi pasar bebas tanpa kendali. Sistem ekonomi ini telah dipaksakan oleh negaranegara industri kepada negara-negara miskin untuk membuka lebar rahim ekonominya untuk dieksploitasi.
Buku di tangan Anda ini mendemontrasikan beberapa contoh kasus konkrit dari cengkeraman sistem ekonomi pasar bebas tanpa kendali. Sistem ekonomi ini adalah sistem ekonomi yang diselingkuhi penyelenggara NKRI sejak lama dan semakin intim sejak Era Reformasi bergulir tahun 1998 dengan menyeleweng dari sistem ekonomi sendiri yang dipatok pendiri bangsa ini pada tahun 1945 yaitu sistem ekonomi jalan tengah, sistem ekonomi campuran, sistem ekonomi demokrasi atau sistem ekonomi kerakyatan atau sistem ekonomi Pancasila seperti termeterai dalam UU45 Pasal 33.
Penyelewengan-penyelewengan itu tampak dalam hal-hal seperti penyerbuan perusahaanperusahaan transnasional (transnational corporations, TNCs) di bidang pertambangan di seluruh daerah pedesaan di Indonesia. Sumber daya alam yang seharusnya dikelola oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat telah dijual kepada perusahaan swasta nasional maupun asing. Tirani neoliberalisme tampak dalam pendirian mal-mal asing seperti Carefour, pendirian hotel-hotel asing di pelbagai daerah dan kota di Indonesia, privatisasi banyak BUMN atau privatisasi Taman rasional Komodo di Flores yang didesain menjadi destinasi pariwisata superpremium tapi dalam pelaksanaannya telah dibarengi dengan kejahatan perampasan tanah (land grabbing) warga masyarakat desa miskin. Setelah membaca buku ini, diharapkan panggilan Anda sebagai nabi bangkit dan api nasionalisme Anda menyala untuk melawan model pembangunan yang saat ini ternyata bukan untuk kemaslathatan rakyat dan membebaskan seluruh rakyat Indonesia dari moncong neoliberalisme – sebuah model pembangunan yang sifatnya merampok dan merampas.
