Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • Ilmu Perbandingan Agama Agama
  • Teologi Dalam Perspektif Global: Sebuah Pengantar Gereja
  • TEOLOGI TRINITAS DALAM KONTEKS MISTAGOGI – Pengantar Ke Dalam Misteri Allah Tritunggal Teologi
  • Allah Menggugat Sebuah Dogmatik Kristiani Teologi
  • Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius Teologi
  • Kompendium Ajaran Sosial Gereja Gereja
  • Konsili Yohanes XXIII Berpancawindu 1962-2002 Gereja
  • Mendengarkan Apa Kata Roh Kepada Gereja Agama

Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan

Posted on 24 November 20258 Desember 2025 By ledalero

 Judul              : Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan

Penulis             : Baltasar Rengga Ado & Dolinius Ladon

Ketebalan        : 78 halaman

Ukuran             : 12 x 19 cm

ISBN                : 978-623-6724-52-1

Tahun Terbir  : November 2025

Harga              :

Buku Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan merupakan kumpulan pantun dan puisi yang merangkum kekayaan ekspresi sastra dari dua generasi berbeda. Penulis pertama, Dr. Baltasar Rengga Ado, mewakili generasi akademisi yang matang dalam permenungan; sementara Dolinius Ladon tampil sebagai representasi generasi muda abad XXI dengan gaya yang ekspresif, spontan, dan penuh kreativitas.

Buku ini tersusun dalam dua bagian besar, masing-masing dengan sifat dan keindahan sastra yang berbeda: Bagian pertama memuat beragam pantun Melayu Nusantara dengan cakupan tema yang luas: rohani, percintaan, peringatan pesta imamat, perayaan ulang tahun, hingga pantun berbahasa daerah Nagekeo. Pantun-pantun dalam bagian ini tidak hanya menghadirkan permainan rima yang indah, tetapi juga membawa pesan moral, nasihat, humor, kerinduan, pengalaman hidup, dan spiritualitas. Dengan ciri 4 baris bersajak (a-b-a-b atau a-a-a-a), pantun disajikan sebagai sastra lisan yang mendidik, melatih seseorang berpikir kreatif, sekaligus mengajak pembaca menyelami nilai budaya Nusantara. Bagian ini juga menegaskan posisi pantun sebagai warisan budaya dunia, setelah ditetapkan oleh UNESCO pada 17 Desember 2020 sebagai warisan budaya tak benda.

Bagian kedua berisi puisi modern karya penulis muda Dolinius Ladon. Gaya bahasanya kreatif, metaforis, dan emosional, menawarkan pengalaman batin yang lebih personal dibanding pantun yang bersifat umum dan publik.

Tema-temanya meliputi:

  • Religi dan iman, seperti pada Perhentian Salib, Janji Maria, dan Yesus Naik ke Sorga
  • Kasih sayang keluarga, misalnya pada Ma’Ma, Peluk Ibu, atau Ujud Ibu
  • Renungan kehidupan dan kematian, tampak pada RIP 1–2, Tiada, atau Sial-sia
  • Pencarian jati diri dan eksistensi, seperti Saya atau Kamu? dan Bayang-bayang
  • Budaya dan identitas daerah, misalnya Lewotobi, Ruteng, dan Di mana Jampi?

Puisi-puisi tersebut menggunakan bahasa puitis yang bebas, simbolik, dan kadang menantang norma bahasa, selaras dengan karakter sastra modern yang mengejar ekspresi emosional ketimbang kaidah ketat.

Melalui perpaduan pantun lama dan puisi modern, buku ini menampilkan dialog antar-generasi dalam dunia sastra. Keduanya menyuarakan hal yang sama: bahwa bahasa adalah warisan budaya yang harus dijaga, dirawat, dan diteruskan.

Buku ini mengajak pembaca, khususnya generasi muda, untuk:
✔ mengenali identitas budaya melalui sastra
✔ menikmati keindahan bahasa sebagai karya seni
✔ mempertahankan tradisi sambil terus berkreasi
✔ menyambut masa depan tanpa meninggalkan akar budaya

Buku Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan adalah sebuah perjalanan sastra antara masa lalu dan masa kini. Pantun membawa warisan budaya Nusantara, sementara puisi membuka ruang ekspresi bebas generasi sekarang. Keduanya bersama-sama menjahit harapan dalam satu benang merah: merawat dan merajut identitas bangsa lewat bahasa.

Bahasa & Sastra, Seni dan Budaya Tags:Baltasar Rengga Ado, Dolinius Landon, Menyambut harapa, Merajut Masa Depan, Pantun, Penerbit Ledalero, puisi

Navigasi pos

Previous Post: Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi
Next Post: Reduplikasi Morfemis Bahasa Manggarai

Related Posts

  • Reduplikasi Morfemis Bahasa Manggarai Bahasa & Sastra
  • The Local Stories and Legends – KODAJA INA AMA GEN’A – Handed Down By The Ancestors From Udak-Lewuka-Lembata Antropologi
  • PENGANTAR LINGUISTIK NARIQ EDANG Sebuah Kajian Tentang Struktur Internal Bahasa Kedang Bahasa & Sastra
  • Jalan Sunyi untuk Pulang Bahasa & Sastra
  • Seni Bicara Bahasa & Sastra
  • Biar Susah Sungguh! Bahasa & Sastra
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Reduplikasi Morfemis Bahasa Manggarai
  • Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan
  • FILSAFAT POLITIK Dalam Bentangan Diskursus Filosofis Filsafat
  • Mengiringi Kematian – 73 Homili/Renungan untuk Misa dan Ibadat Kematian Agama
  • Teologi Dalam Perspektif Global: Sebuah Pengantar Gereja
  • Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius Teologi
  • ALLAH MENGGUGAT ALLAH MENYEMBUHKAN Teologi
  • ETIKA KRISTIANI -2 Kewajiban Moral Dalam Hidup Keagamaan Etika
  • Pengantar Pendidikan Pendidikan
  • KELUARLAH, WAHAI UMAT-KU! Panggilan Allah dalam Alkitab Agar Keluar dari Imperium Liturgi dan Kitab Suci

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme