Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • Merambah Jalan Cinta Menggapai Kesempurnaan Agama
  • Konsili Yohanes XXIII Berpancawindu 1962-2002 Gereja
  • Teologi Dalam Perspektif Global: Sebuah Pengantar Gereja
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks Agama
  • Misi-Evangelisasi-Penghayatan Iman Agama
  • KEKRISTENAN: SEBUAH IKHTISAR Lain-lain
  • MEMBONGKAR DERITA – Teodice: Sebuah Kegelisahan Filsafat dan Teologi Filsafat
  • MEMBUAT LANGIT TERSENYUM: Khotbah Sepanjang Tahun Gereja Pastoral

DI ATAS BUMI SEPERTI DI DALAM LANGIT – Mempertimbangkan Astronomi Budaya Reba Ngada

Posted on 28 Juni 202322 Januari 2024 By ledalero

  • Penulis                                 : Josef San Dou
  • Ukuran buku                      : 15 cm x 23 cm
  • Ketebalan Buku                : 252 halaman
  • ISBN                                      :978-623-6724-30-9
  • Tahun Terbit                      : Juli 2023
  • Harga                                    : –

Ritus perayaan Reba masyarakat Ngada tidak berlangsung dalam suatu kevakuman, tetapi dalam suatu kerangka waktu, ruang, kosmos dan arsitektur tertentu. Buku ini mencoba melihat konteks waktu, ruang, kosmos dan arsitektur tersebut – khususnya dari perspektif astronomi budaya Ngada – bukan saja menyangkut kaitan antara pelaksanaan ritus perayaan Reba dengan perubahan bentuk dan letak benda-benda langit, tetapi juga proses pembumian kosmos dan benda-benda langit tersebut ke dalam elemen-elemen budaya Ngada yang pada gilirannya menjadi ruang dan waktu perayaan Reba tersebut seperti arsitektur rumah adat, kampung adat, pakaian adat, ritus-ritus dan mitos-mitos mereka.

Berupaya menggali kearifan dan kebijaksanaan lokal untuk mengkontribusi terhadap gerakan global pelestarian alam, buku ini mencoba melihat bagaimana pengamatan yang cermat atas perubahan bentuk dan letak benda-benda langit menjadi referensi bagi penyelenggaraan dan perayaan kehidupan bersama, termasuk perayaan Reba. Secara khusus buku ini mengedepankan beberapa kajian berikut: Pertama, perayaan Reba sangat erat berkaitan dengan fase-fase bulan, khususnya fase-fase bulan dalam kurun waktu yang disebut Repa yakni dari bulan baru (wula mata/wula mese/wula seli) di mana bulan tidak kelihatan selama dua atau tiga malam, sampai ke bulan purnama (wula gili, wula gili moli, wula pepe li’e, wula dara gesa); kedua, seperti dikemukakan oleh Paul Arndt, SVD, perayaan Reba Ngada berkaitan dengan kurun waktu “ketika matahari berada dalam posisi paling selatan dalam bulan Desember sampai saat matahari berada pada posisi paling tinggi dalam bulan Maret”; dan ketiga, perayaan Reba Ngada berkaitan dengan kembalinya atau terbitnya bintang Dala Ko (Pleiades) pada sekitar solstice Desember yang bertepatan dengan tenggelamnya bintang Wawi Toro (Antares) di rasi bintang Scorpio juga bertepatan dengan kedatangan angin barat yang mengawali musim hujan (wula rute) di wilayah Ngada. Konjungsi benda-benda langit di atas pada awal bulan Desember menjadi konteks waktu perayaan Reba Ngada.

Pembumian benda-benda langit tersebut nampak dalam penataan elemen-elemen kosmos tersebut ke dalam elemen-elemen budaya Ngada seperti arsitektur rumah adat, kampung adat, pakaian adat, ritus-ritus dan mitos-mitos mereka yang pada gilirannya membentuk ruang di mana perayaan Reba tersebut dilaksanakan setiap tahun. Pembumian tersebut nampak pula dalam enam wilayah geografis adat atau geomitologis perayaan Reba Ngada. Menurut Mircea Eliade penataan elemen-elemen kosmos sekitar pusat atau tiang poros tertentu, seperti Ngadhu, adalah proses kosmotisasi dan konsekrasi sesuai dengan kehendak Wujud Tertinggi. Dalam perayaan Reba, manusia dan kosmos semesta menyatu dalam irama yang sama. Di Atas Bumi Seperti Di Dalam Langit.

Antropologi, Seni dan Budaya Tags:astronomi budaya, Budaya Reba, bumi, Di Atas Bumi Seperti di Dalam Langit, langit, Ngada, San Dou

Navigasi pos

Previous Post: Orang-Orang Dalam Perjalanan
Next Post: Menalar Keadilan

Related Posts

  • LUKA, LAWO, NGAWU – Kekayaan Kain Tenunan dan Belis di Wilayah Lio, Flores Tengah Antropologi
  • KOKOR GOLA KOLANG- Pesan-Pesan Kearifan Tradisi Pante Pembuatan Gula Aren di Manggarai Barat Antropologi
  • Hermeneutika Tradisi Ngada MITOS-LOGOS-ANTHROPOS Antropologi
  • Mengenal Budaya dan Bahasa Masyarakat Suku Krowe Sika di Kabupaten Sikka Propinsi NTT Antropologi
  • Serpihan Budaya NTT Seni dan Budaya
  • PENGANTAR LINGUISTIK NARIQ EDANG Sebuah Kajian Tentang Struktur Internal Bahasa Kedang Bahasa & Sastra
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • Filsafat Politik: Dasar-Dasar Filosofis Kehidupan Bernegara
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi
  • Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja
  • PERJANJIAN LISBON TAHUN 1859 DAN AKIBATNYA BAGI PULAU TIMOR, FLORES,SOLOR DAN SEKITARNYA (1847-2024)
  • Melakukan Teologi di Abad Plural Teologi
  • TEOLOGI TRINITAS DALAM KONTEKS MISTAGOGI – Pengantar Ke Dalam Misteri Allah Tritunggal Teologi
  • Gerakan Ekumene Agama
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi Agama
  • PLURALISME, DEMOKRASI DAN TOLERANSI Agama
  • PENGANTAR LINGUISTIK NARIQ EDANG Sebuah Kajian Tentang Struktur Internal Bahasa Kedang Bahasa & Sastra
  • Kompendium Ajaran Sosial Gereja Gereja
  • MERAIH MIMPI – Kisah Sukses Anggota Bersama Sangosay Ekonomi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme