Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • GEREJA YANG TERLIBAT – Dialog Iman, Budaya dan Teologi Paus Fransisikus Agama
  • Hidup Yang Sesungguhnya Spritualitas
  • Allah Menggugat Sebuah Dogmatik Kristiani Teologi
  • Melakukan Teologi di Abad Plural Teologi
  • Kompendium Ajaran Sosial Gereja Gereja
  • KEKRISTENAN: SEBUAH IKHTISAR Lain-lain
  • Teologi Publik untuk Konteks Indonesia Agama
  • Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius Teologi

Merambah Jalan Cinta Menggapai Kesempurnaan

Posted on 4 April 202510 Juni 2025 By ledalero

Penulis                        : Philip Ola Daen

Ukuran Buku             : 12 x 19 cm

Ketebalan                   : 108 halaman

ISBN                            : 978-623-6724-46-0

Terbit                         : 2025

Harga                          : –

Manusia adalah peziarah sekaligus pencari makna. Dalam perjalanan hidup ini, pertanyaan mendasar yang muncul adalah: apa yang sebenarnya dicari? Banyak jawaban dapat diberikan, tetapi secara biblis, tujuan utama setiap orang yang telah dibaptis adalah mencapai kesempurnaan. Sebagaimana tertulis dalam Matius 5:48, “Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Kesempurnaan ini berakar dalam sifat Allah sendiri, karena Dialah sumber segala kesempurnaan.

Dalam upaya mencapai kesempurnaan, Yesus menjadi model utama. Melalui hidup dan karya penyelamatan-Nya, Ia tidak hanya mengajarkan tetapi juga menunjukkan dengan tindakan bahwa kasih adalah hukum tertinggi. Kasih menjadi jalan menuju kesempurnaan. Yesus tidak sekadar mengajarkan perintah untuk mencintai Allah dan sesama (Mat 22:36-39), tetapi Ia juga mewujudkannya dalam tindakan nyata: berdoa, menyembuhkan, memberi makan, mengusir roh jahat, menolong yang miskin, membangkitkan orang mati, hingga menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib sebagai puncak kasih-Nya. Dengan kata dan perbuatan-Nya, Ia menegaskan bahwa cinta sejati adalah memberi tanpa batas; cinta adalah jalan sempit menuju kesempurnaan.

Dalam menjalankan misi kasih ini, Yesus menyeimbangkan doa dan kerja (ora et labora). Ia tidak hanya bekerja keras tetapi juga senantiasa berdoa. Keseimbangan ini terlihat dalam tindakan-Nya yang sering kali menyepi untuk berkomunikasi dengan Bapa (Mat 14:23). Sebagai pencari kesempurnaan, manusia pun harus mengadopsi keseimbangan ini. Doa dan kerja yang dilakukan secara harmonis akan membawa kita semakin dekat dengan Allah, satu-satunya yang dapat memenuhi kerinduan terdalam kita. Dengan semakin eratnya hubungan dengan-Nya, kita tidak akan terjebak dalam kebosanan, rutinitas yang hampa, kelelahan, atau kesepian. Namun, doa dan kerja saja tidak cukup; keduanya harus dilandasi oleh kasih. Sebab, sebagaimana ditegaskan dalam 1 Korintus 13:3, tanpa kasih, segala sesuatu menjadi sia-sia.

Kasih harus menjadi fondasi dari segala tindakan dan pemikiran kita, karena Allah sendiri adalah kasih (1Yoh 4:8). Jika kesempurnaan adalah tujuan kita, maka mencintai Allah, sesama, dan ciptaan tanpa diskriminasi adalah jalan yang harus ditempuh. Hanya melalui kasih, manusia dapat mencapai kesempurnaan karena kasih adalah jalan Allah. Oleh sebab itu, kita perlu mengakrabkan diri dengan Allah dan mengalami cinta-Nya, agar kita dimampukan untuk mencintai sebagaimana Ia mencintai kita.

Dengan mengalami kasih Allah, kita dapat mengubah hidup, kerja, dan doa menjadi lebih bermakna: dari kebosanan menjadi kegembiraan, dari rutinitas menjadi kelenturan, dari kelelahan menjadi kekuatan, dari kesepian menjadi kedamaian, dari kemuraman menjadi kebahagiaan, dari ketidakpedulian menjadi belas kasihan, dari pesimisme menjadi optimisme, dan dari egoisme menjadi altruisme. Dengan demikian, perjalanan spiritual kita menjadi lebih berbobot, dan pencarian kesempurnaan menemukan jalannya, yaitu jalan kasih.

Namun, menapaki jalan kasih bukanlah perkara mudah. Banyak tantangan internal dan eksternal yang harus dihadapi, terutama egoisme yang masih bercokol dalam diri kita. Tak jarang, pemikiran, perkataan, dan tindakan kita mengatasnamakan cinta, tetapi sesungguhnya hanya bersifat egoistik, bukan altruistik. Cinta yang egoistik akan menghambat perjalanan kita menuju kesempurnaan. Oleh karena itu, untuk menapaki jalan kasih ini dengan lebih mantap, kita memerlukan pedoman moral yang kuat.

Salah satu pedoman moral yang digunakan dalam buku ini adalah Sepuluh Perintah Allah, yang ditafsirkan dalam semangat kasih. Dengan demikian, buku ini mengajak pembaca untuk merenungi bagaimana prinsip-prinsip moral dapat menjadi alat bantu dalam menapaki jalan kasih demi mencapai kesempurnaan.

Buku ini hadir sebagai panduan bagi siapa saja yang ingin menjalani hidup dengan lebih bermakna dan mendalam. Dengan memahami dan menerapkan ajaran kasih, doa, dan kerja dalam keseharian, kita dapat lebih dekat dengan tujuan tertinggi hidup, yakni kesempurnaan dalam Allah. Membaca buku ini akan membuka wawasan, menginspirasi perubahan, serta membimbing kita dalam menjalani perjalanan spiritual dengan lebih teguh dan berlandaskan kasih. Oleh karena itu, milikilah dan bacalah buku ini sebagai bekal rohani dalam menapaki jalan menuju kesempurnaan!

Agama, Spiritualitas, Spritualitas, Teologi Tags:Manusia Peziarah, Menggapai Kesempurnaan, Merambah Jalan Cinta, Pencari Makna, Perjalanan Hidup, Philip Ola Daen

Navigasi pos

Previous Post: Mengemas Perih Menjahit Rindu
Next Post: Jalan Sunyi untuk Pulang

Related Posts

  • Gerakan Ekumene Agama
  • Bukan Berhala – Penghormatan Kepada Roh Orang Meninggal Agama
  • Orang-Orang Katolik di Indonesia Jilid 1 & 2 Agama
  • TEOLOGI TERLIBAT – Politik & Budaya dalam Terang Teologi Spritualitas
  • SPIRITUALITAS IMAMAT-MOTOR KEHIDUPAN IMAM Pastoral
  • Allah Menggugat Sebuah Dogmatik Kristiani Teologi
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Teologi Publik untuk Konteks Indonesia
  • ISRAEL MITRA ALLAH – Dari Abraham Hingga Yesus Kristus, Dari Mesir Hingga Inggris, dan Dari Tanah Perjanjian Hingga Lahirnya Negara Israel Modern Tahun 1948
  • TEOLOGI TANAH ORANG MANGGARAI – Pendekatan Kontekstual Pascakolonial Tentang Iman, Adat, dan Keadilan Agraria
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA – Sebuah Pengantar Antropologi
  • Allah Akbar-Allah Akrab Agama
  • Filsafat Politik: Dasar-Dasar Filosofis Kehidupan Bernegara Etika
  • Negara, Agama, dan Hak-Hak Asasi Manusia Agama
  • Sai Miu? Ata Nggela -Lio Ende Antropologi
  • MENDEKAP YANG TERHEMPAS – Masalah-Masalah Sosial dan Strategi Pastoral Konseling Gereja
  • Seni Bicara Bahasa & Sastra
  • Koperasi Kredit Bahtera – Komunitas Berbagi Ekonomi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme