Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia Agama
  • Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius Teologi
  • ALLAH MENGGUGAT ALLAH MENYEMBUHKAN Teologi
  • Gerakan Ekumene Agama
  • Model-Model Teologi Kontekstual Teologi
  • EVANGELISASI Gereja yang Bergerak Keluar Agama
  • Konsili Yohanes XXIII Berpancawindu 1962-2002 Gereja
  • Ekoteologi Orang Manggarai Agama

Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks

Posted on 25 Mei 202625 Mei 2026 By ledalero Tak ada komentar pada Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks

Editor             : Hendrikus Maku, SVD, Felix Baghi, SVD

Ukuran           : 15 cm X 23 cm

Ketebalan       : 228 halaman

Tahun Terbit : 2026

Nomor ISBN  : Sedang diproses Harga

Buku Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks merupakan sebuah kesadaran bahwa pemikiran Pater Philipus Tule memiliki pengaruh luas dalam bidang antropologi budaya, Islamologi, filsafat agama, kepemimpinan, serta pelayanan pastoral-misioner. Para penulis berusaha merangkai kembali gagasan-gagasan beliau yang tersebar dalam ruang kelas, diskusi ilmiah, refleksi pastoral, hingga tulisan akademik menjadi satu narasi utuh tentang seorang imam, ilmuwan, dan misionaris.

Dalam buku ini, imamat dipahami bukan sekadar jabatan gerejawi, melainkan partisipasi dalam imamat Kristus sendiri. Pater Philipus digambarkan sebagai imam yang hidup di tengah altar sekaligus dunia gagasan, yang mampu menjembatani iman, budaya, dan realitas sosial masyarakat.

Salah satu kontribusi penting beliau tampak dalam bidang Islamologi dan filsafat Islam. Pater Philipus menempatkan dialog antaragama sebagai jalan perjumpaan dan persaudaraan. Ia tidak berhenti pada studi teoritis tentang Islam, tetapi mendorong dialog kehidupan yang menekankan manfaat bagi sesama manusia, penghormatan terhadap pluralitas, dan pencarian titik temu antara iman dan kemanusiaan.

Dalam bidang antropologi budaya, beliau melihat manusia sebagai makhluk yang hidup dalam jejaring makna, simbol, dan praktik budaya. Pendekatan ini tampak terutama dalam perhatian beliau terhadap konteks budaya Nusa Tenggara Timur yang kaya dengan nilai-nilai lokal dan kearifan tradisional.

Buku ini juga menyoroti relevansi pemikiran Pater Philipus dalam menghadapi persoalan dunia modern, seperti ketimpangan sosial, krisis ekologis, konflik sumber daya alam, dan persoalan geothermal di Flores. Dalam situasi dunia yang terluka (wounded world), pemikiran beliau hadir sebagai suara profetis yang membela kehidupan, martabat manusia, dan kelestarian alam.

Buku ini disusun dalam beberapa bagian utama:

Antropologi Budaya

Dalam bidang antropologi budaya, pemikiran Pater Philipus Tule menampilkan pendekatan yang sangat kontekstual dan humanis. Kebudayaan tidak dipahami hanya sebagai adat atau tradisi yang diwariskan, melainkan sebagai ruang hidup tempat manusia membangun identitas, relasi, dan makna keberadaannya. Pendekatan beliau memperlihatkan bahwa budaya lokal, khususnya di Nusa Tenggara Timur, menyimpan nilai-nilai luhur tentang solidaritas, spiritualitas, penghormatan terhadap alam, dan relasi komunal. Karena itu, budaya tidak boleh dipandang sebagai penghalang perkembangan, tetapi sebagai sumber kebijaksanaan yang perlu dihargai dan ditafsirkan secara kritis.

Islamologi

Dalam bidang Islamologi, Pater Philipus Tule menghadirkan wajah dialog antaragama yang terbuka dan mendalam. Ia memandang Islam bukan sebagai objek yang harus dipertentangkan, tetapi sebagai tradisi iman yang perlu dipahami dengan sikap hormat dan persaudaraan. Pendekatan beliau menekankan pentingnya dialog kehidupan, yakni perjumpaan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dibangun atas dasar kemanusiaan bersama. Pemikiran ini menjadi sangat relevan dalam masyarakat Indonesia yang plural, di mana toleransi dan kerja sama lintas agama menjadi kebutuhan mendasar bagi perdamaian sosial.

Sosiologi

Dari perspektif sosiologi, pemikiran beliau menunjukkan perhatian kuat terhadap persoalan masyarakat modern seperti ketimpangan sosial, marginalisasi, konflik identitas, dan perubahan budaya akibat globalisasi. Pater Philipus melihat bahwa ilmu pengetahuan harus memiliki keberpihakan pada manusia, terutama mereka yang kecil dan rentan. Karena itu, refleksi akademik tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus menyentuh realitas konkret masyarakat dan mendorong transformasi sosial yang lebih adil dan manusiawi.

Filsafat Agama

Dalam filsafat agama, Pater Philipus Tule berusaha memperlihatkan bahwa agama memiliki dimensi rasional sekaligus spiritual. Agama tidak semata-mata berkaitan dengan ritus dan doktrin, tetapi juga menyentuh pertanyaan mendasar tentang makna hidup, relasi manusia dengan Tuhan, dan tanggung jawab moral terhadap sesama. Melalui pendekatan filosofis, beliau mengajak pembaca melihat agama sebagai ruang refleksi yang memperkaya dialog, memperdalam kemanusiaan, dan membangun keterbukaan terhadap perbedaan.

Kepemimpinan

Pemikiran tentang kepemimpinan dalam buku ini menampilkan model kepemimpinan yang berakar pada pelayanan dan keteladanan. Kepemimpinan tidak dipahami sebagai kekuasaan yang dominatif, melainkan sebagai tanggung jawab moral untuk melayani, mendengarkan, dan membangun sesama. Dalam diri Pater Philipus Tule, kepemimpinan tampak sebagai perpaduan antara kedalaman intelektual, kepekaan sosial, dan kesederhanaan hidup. Model kepemimpinan seperti ini menjadi penting di tengah dunia modern yang sering kali lebih menonjolkan kekuasaan daripada pengabdian.

Bagian terakhir berisi kesaksian personal tentang kepribadian, pengaruh, dan perjalanan hidup Pater Philipus sebagai imam, dosen, pemimpin, dan sahabat.

Secara keseluruhan, buku ini menjadi ruang refleksi bersama tentang makna iman, pelayanan, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan. Buku ini tidak hanya mengenang perjalanan seorang imam dan intelektual, tetapi juga mengajak pembaca untuk melanjutkan semangat dialog, pelayanan, pencarian makna, dan keberpihakan pada kehidupan di tengah dunia yang terus berubah.

Agama, Antropologi, Biografi, Filsafat, Pastoral, Sosiologi, Teologi Tags:40 tahun imamat, 50 tahun hidup membiara, Antropologi Budaya, Felix Baghi, Hendrikus Maku, Islamologi, Khazanan pemikiran, Philipus Tule, Rumah sebagai teks

Navigasi pos

Previous Post: Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia

Related Posts

  • Konstitusi Kongregasi Putri Reinha Rosari Agama
  • COVID-19 DAN VISI MASA DEPAN KEHIDUPAN BERSAMA Lain-lain
  • Gereja mandiri, solider dan membebaskan Rencana Strategis Pastoral Keuskupan Sibolga 2016-2020 Gereja
  • EVANGELISASI Gereja yang Bergerak Keluar Agama
  • DI ATAS BUMI SEPERTI DI DALAM LANGIT – Mempertimbangkan Astronomi Budaya Reba Ngada Antropologi
  • OASE SURGAWI: Khotbah Menurut Tahun Gereja Keluarga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Reduplikasi Morfemis Bahasa Manggarai
  • Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan
  • Terus Berubah Tetap Setia; Dasar, Pola, Konteks Misi Agama
  • Menalar Keadilan Etika
  • Mengenal dan Mencintai Muslim dan Muslimat Agama
  • Perempuan Tangguh Biografi
  • Media Massa Dalam Jaring Kekuasaan Komunikasi
  • Ekoteologi Orang Manggarai Agama
  • Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja Keluarga
  • ANTROPOLOGI, PEMBANGUNAN & TANTANGAN PASCAMODERN Antropologi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme