Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • KEKRISTENAN: SEBUAH IKHTISAR Lain-lain
  • Allah Menggugat Sebuah Dogmatik Kristiani Teologi
  • Mendengarkan Apa Kata Roh Kepada Gereja Agama
  • Terus Berubah Tetap Setia; Dasar, Pola, Konteks Misi Agama
  • Kekristenan dan Teologi Asia: Inkulturasi, Dialog Antaragama, Pembebasan Paripurna Agama
  • Misi-Evangelisasi-Penghayatan Iman Agama
  • Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius Teologi
  • MEMBUAT LANGIT TERSENYUM: Khotbah Sepanjang Tahun Gereja Pastoral

Ilmu Perbandingan Agama

Posted on 21 Desember 20162 Oktober 2026 By ledalero

ilmu-perbandingan-agama-2-previewPenulis : Dr. Philipus Tule
Cetakan 1 : September 2016
Terbitan :Penerbit Ledalero
Ketebalan : viii + 146 hlm
Ukuran Buku : 140 x 210 mm
Harga : Rp. 45.000
Bagi sebagian besar individu dan umat, agama itu diterima dari orangtua atau pun nenek moyang sebagai warisan, tanpa kesadaran dan kebebasan untuk memilihnya. Bagi sebagian lain, khususnya di kalangan masyarakat modern, agama dibiarkan untuk dipilih dan dianut secara bebas oleh setiap individu yang dewasa. Oleh karena itu, setiap individu dibiarkan hingga masa dewasa untuk memilih agama yang tepat sesuai pilihan dan keputusan pribadi yang bebas. Terlepas dari dampak positif dan negatif tindakan individu memilih sebuah agama, kenyataan membuktikan bahwa dewasa ini penghayatan serta masalah agama sangat banyak dialami dan dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari, dalam surat kabar, radio dan televisi, dalam konperensi, musyarawarah dan seminar. Ketiga hal berikut dapat diidentifikasi sebagai sebab agama mendominasi kehidupan manusia dewasa ini.
1) Sebab yang azasi adalah bahwa agama itu bukanlah perkara sederhana, tapi merupakan dasar hidup manusia dan masyarakat seutuhnya. Agama itu mencakupi semua hal ikhwal kehidupan manusia: sikap dan pandangan hidup tentang ‘Yang Ilahi’ dan ‘yang duniawi’. Dalam agama segala dasar kehidupan manusia yang pribadi dan sosial terpadu menjadi satu.
2) Sebab yang khusus adalah bahwa dunia umumnya dan bangsa Indonesia khususnya semakin sering menyaksikan dan mengalami kegoncangan dan tantangan terhadap kehidupan bermasyarakat yang aman, sejahtera, damai, sentosa, rukun dan harmonis sebagai akibat dari pemahaman dan penghayatan agama yang keliru.
3) Sebab yang lain adalah bahwa ada pandangan atau paham ekstrim dari segelintir penganut agama dan anggota kelompok etnis tertentu yang semakin mewarnai dunia dewasa ini. Benturan dan bahkan konflik antaragama dan antarbudaya semakin menggejala sebagaimana nampak dalam: – cara hidup lama yang berhadapan dengan cara hidup baru; – cara pandang agama berhadapan dengan cara pandang adat / kebudayaan ; – cara hidup feodal berhadapan dengan cara hidup demokratis; – cara hidup masyarakat yang eksklusif dengan yang inklusif; – cara pandang etnocentris (ke-Jawaan, ke-Floresan, ke- Katolikan, ke-Islaman, ke-Hinduan, dll) berhadapan dengan cara pandang pluralis yang menjunjung tinggi kemajemukan yang harmonis.
Searah dengan tendensi dunia yang mulai menggugat isolasi dan kefanatikan dalam agama, etnisitas dan kebudayaan untuk mengusahakan pembaruan, kita pun mempelajari Ilmu Perbandingan Agama (sejarah nama dan perkembangannya) demi tujuan formasi, transformasi ataupun reformasi (revolusi) sikap iman. Karena seperti pepatah Inggeris mengatakan: “Revolution rejects yesterday and builds up tomorrow”

Agama, Antropologi, Lain-lain, Pastoral, Teologi Tags:Agama, ilmu perbandingan agama, Ledalero, Perbandingan agama, Philipus Tule

Navigasi pos

Previous Post: TEOLOGI TRINITAS DALAM KONTEKS MISTAGOGI – Pengantar Ke Dalam Misteri Allah Tritunggal
Next Post: MONOLOGION – Ketika Kata Bertingkah

Related Posts

  • MEMBANGUN RUANG PERJUMPAAN BAGI GEREJA KATOLIK DAN KOMUNITAS LGBT – Bagaimana Gereja Katolik dan Komunitas LGBT Dapat Menjalin Hubungan Berlandaskan Sikap Hormat, Bela Rasa, dan Kepekaan Gereja
  • Mati dan Bangkit Lagi Pastoral
  • Gereja mandiri, solider dan membebaskan Rencana Strategis Pastoral Keuskupan Sibolga 2016-2020 Gereja
  • Gerakan Ekumene Agama
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi Agama
  • BAHTERA TERANCAM KARAM – Lima Masalah Sosial Ekonomi dan Politik yang Meruntuhkan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Ekonomi
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Teologi Publik untuk Konteks Indonesia
  • ISRAEL MITRA ALLAH – Dari Abraham Hingga Yesus Kristus, Dari Mesir Hingga Inggris, dan Dari Tanah Perjanjian Hingga Lahirnya Negara Israel Modern Tahun 1948
  • TEOLOGI TANAH ORANG MANGGARAI – Pendekatan Kontekstual Pascakolonial Tentang Iman, Adat, dan Keadilan Agraria
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • Media Massa Dalam Jaring Kekuasaan Komunikasi
  • Tingkahlaku Kolektif dan Gerakan Sosial – Sebuah Pengantar Lain-lain
  • Jalan Sunyi untuk Pulang Bahasa & Sastra
  • Menjebol Jeruji Prasangka: Membaca Alkitab Dengan Jiwa Gereja
  • Sejarah Keuskupan Larantuka Gereja
  • Resolusi Masa Depan Pelajar – Teguhkan Iman, Menata Otak, Meraih Mimpi Lain-lain
  • Menalar Keadilan Etika
  • KEKRISTENAN: SEBUAH IKHTISAR Lain-lain

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme