Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • ALLAH MENGGUGAT ALLAH MENYEMBUHKAN Teologi
  • Hidup Yang Sesungguhnya Spritualitas
  • KEKRISTENAN: SEBUAH IKHTISAR Lain-lain
  • DALAM MONCONG NEOLIBERALISME-Kritik Kenabian terhadap Penyelewengan Pembangunan dengan Sistem Ekonomi Pasar Bebas Tanpa Kendali Era Otonomi Daerah di Indonesia Ekonomi
  • Mengenal dan Mencintai Muslim dan Muslimat Agama
  • Teologi Dalam Perspektif Global: Sebuah Pengantar Gereja
  • Mati dan Bangkit Lagi Pastoral
  • Merambah Jalan Cinta Menggapai Kesempurnaan Agama

Tag: Ledalero

Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja

Posted on 25 Juni 202517 Juli 2025 By ledalero
Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja

Penulis             : Robert BalaTahun Terbit    : 2025Jumlah Hal.      : xviii + 148 hlm Ukuran             : 14 x 21 cm ISBN                 : 978-623-6724-50-7 Harga               : – Apakah remaja yang memilih mengakhiri hidupnya benar-benar ingin mati? Ataukah mereka sekadar ingin bebas dari beban yang terasa terlalu berat untuk dipikul…

Read More “Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja” »

Keluarga, Pastoral, Psikologi

MONOLOGION – Ketika Kata Bertingkah

Posted on 14 Juli 201711 Juli 2023 By ledalero
MONOLOGION – Ketika Kata Bertingkah

Jika Anda tidak ingin disindir tutup dan buanglah buku ini di tempat sampah! Pengarang   : Fredy Sebho Penerbit       : Ledalero ISBN             : 978-602-1161-24-1 Terbit            : Juni 2016 Ukuran          : 140 mm x 210 mm Jumlah hlm.  : 192 halaman Harga…

Read More “MONOLOGION – Ketika Kata Bertingkah” »

Bahasa & Sastra

Ilmu Perbandingan Agama

Posted on 21 Desember 201610 Juli 2023 By ledalero
Ilmu Perbandingan Agama

ilmu-perbandingan-agama-2-previewPenulis : Dr. Philipus Tule
Cetakan 1 : September 2016
Terbitan :Penerbit Ledalero
Ketebalan : viii + 146 hlm
Ukuran Buku : 140 x 210 mm
Harga : Rp. 45.000
Bagi sebagian besar individu dan umat, agama itu diterima dari orangtua atau pun nenek moyang sebagai warisan, tanpa kesadaran dan kebebasan untuk memilihnya. Bagi sebagian lain, khususnya di kalangan masyarakat modern, agama dibiarkan untuk dipilih dan dianut secara bebas oleh setiap individu yang dewasa. Oleh karena itu, setiap individu dibiarkan hingga masa dewasa untuk memilih agama yang tepat sesuai pilihan dan keputusan pribadi yang bebas. Terlepas dari dampak positif dan negatif tindakan individu memilih sebuah agama, kenyataan membuktikan bahwa dewasa ini penghayatan serta masalah agama sangat banyak dialami dan dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari, dalam surat kabar, radio dan televisi, dalam konperensi, musyarawarah dan seminar. Ketiga hal berikut dapat diidentifikasi sebagai sebab agama mendominasi kehidupan manusia dewasa ini.
1) Sebab yang azasi adalah bahwa agama itu bukanlah perkara sederhana, tapi merupakan dasar hidup manusia dan masyarakat seutuhnya. Agama itu mencakupi semua hal ikhwal kehidupan manusia: sikap dan pandangan hidup tentang ‘Yang Ilahi’ dan ‘yang duniawi’. Dalam agama segala dasar kehidupan manusia yang pribadi dan sosial terpadu menjadi satu.
2) Sebab yang khusus adalah bahwa dunia umumnya dan bangsa Indonesia khususnya semakin sering menyaksikan dan mengalami kegoncangan dan tantangan terhadap kehidupan bermasyarakat yang aman, sejahtera, damai, sentosa, rukun dan harmonis sebagai akibat dari pemahaman dan penghayatan agama yang keliru.
3) Sebab yang lain adalah bahwa ada pandangan atau paham ekstrim dari segelintir penganut agama dan anggota kelompok etnis tertentu yang semakin mewarnai dunia dewasa ini. Benturan dan bahkan konflik antaragama dan antarbudaya semakin menggejala sebagaimana nampak dalam: – cara hidup lama yang berhadapan dengan cara hidup baru; – cara pandang agama berhadapan dengan cara pandang adat / kebudayaan ; – cara hidup feodal berhadapan dengan cara hidup demokratis; – cara hidup masyarakat yang eksklusif dengan yang inklusif; – cara pandang etnocentris (ke-Jawaan, ke-Floresan, ke- Katolikan, ke-Islaman, ke-Hinduan, dll) berhadapan dengan cara pandang pluralis yang menjunjung tinggi kemajemukan yang harmonis.
Searah dengan tendensi dunia yang mulai menggugat isolasi dan kefanatikan dalam agama, etnisitas dan kebudayaan untuk mengusahakan pembaruan, kita pun mempelajari Ilmu Perbandingan Agama (sejarah nama dan perkembangannya) demi tujuan formasi, transformasi ataupun reformasi (revolusi) sikap iman. Karena seperti pepatah Inggeris mengatakan: “Revolution rejects yesterday and builds up tomorrow”

Agama, Antropologi, Lain-lain, Pastoral, Teologi

Jamahan Kasih di Taman Kehidupan

Posted on 13 Oktober 201525 Juni 2025 By ledalero
Jamahan Kasih di Taman Kehidupan

Judul :Jamahan Kasih Jamahan Kasih di Taman Kehidupan
Penulis : Alfons Betan, SVD
Penerbit : Penerbit Ledalero, cetakan ke-2, Oktober 2015
Jlh hlm : 112
Ukuran buku: 14,8 x 21 cm
ISBN : 979-9447-60-7
Kategori : Spiritualitas Alkitabiah
Harga : Rp.30.000

Buku ini merupakan refleksi spiritual yang menggali makna relasi manusia dalam terang kasih Allah, dengan fokus utama pada kisah Injil Yohanes tentang hubungan antara Yesus dan Maria Magdalena. Dalam relasi yang intens dan transformatif ini, penulis menyoroti bagaimana kasih ilahi dapat menyentuh kehidupan manusia secara mendalam — baik dalam perjumpaan, kebersamaan, maupun perpisahan.

Kasih sebagai Pengalaman Kehidupan

Dalam Jamahan Kasih di Taman Kehidupan, Alvons Betan, SVD menegaskan bahwa kasih bukan hanya ajaran moral atau tuntutan agama, melainkan pengalaman konkret yang membentuk dan memperbarui hidup manusia secara menyeluruh secara psikologis, sosial, dan spiritual. Kasih menjadi daya hidup yang memberi arah, identitas, dan kekuatan untuk tumbuh.

Pengalaman dikasihi melalui perhatian kecil, sapaan hangat, kehadiran setia, bahkan dalam luka dan perpisahan adalah wujud nyata dari kasih yang sederhana namun mendalam. Kasih demikian membangun rasa aman dan harga diri, serta membuka ruang pertobatan dan transformasi.

Lebih jauh, kasih dipahami sebagai jalan rohani yang berpangkal pada Allah, sumber cinta sejati. Melalui kasih sesama, kita sesungguhnya dijamah oleh kasih ilahi yang menyapa dalam peristiwa-peristiwa hidup sehari-hari. Kasih ini menggerakkan kita untuk berubah, mengampuni, dan menjadi pribadi yang menghadirkan kasih bagi sesama.

Penulis menunjukkan bahwa kasih bukan konsep ideal, tetapi realitas hidup yang terbentuk dalam relasi baik dalam keluarga, komunitas, maupun dalam perjumpaan dengan orang yang berbeda. Di sanalah kasih diuji dan dimurnikan, menjadi jalan menuju kedewasaan iman dan kemanusiaan.

Yesus dan Maria Magdalena: Figur Relasional

Dalam Jamahan Kasih di Taman Kehidupan, relasi antara Yesus dan Maria Magdalena diangkat sebagai gambaran simbolis dari relasi mendalam antara Allah dan manusia. Maria Magdalena, yang dalam tradisi dilukiskan sebagai sosok yang terluka dan pernah jatuh, menjadi figur yang mewakili setiap pribadi yang pernah mengalami kegagalan, luka batin, atau penolakan.

Namun justru melalui kasih Kristus, ia dijamah, dipulihkan, dan diteguhkan martabatnya. Relasinya dengan Yesus bukan hanya emosional atau personal, melainkan menjadi cerminan kasih Allah yang menyembuhkan dan mengangkat. Dalam perjumpaan, kebersamaan, dan bahkan perpisahan mereka seperti tergambar dalam kisah di makam pada pagi Paskah tampak kekuatan kasih yang melampaui batas-batas manusiawi: kasih yang tidak menghakimi, tetapi membebaskan.

Melalui tokoh ini, penulis mengajak pembaca merenungkan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk disentuh dan dipulihkan oleh kasih Tuhan. Maria Magdalena adalah ikon harapan: bahwa siapa pun tak peduli masa lalu atau lukanya dapat mengalami transformasi batin ketika membuka diri terhadap kasih yang meneguhkan. Dengan demikian, relasi antara Yesus dan Maria Magdalena menjadi pintu masuk untuk memahami dinamika spiritual kita sendiri: bagaimana Allah hadir, menyapa, dan mencintai manusia secara personal dan menyeluruh.

Relasi sebagai Jalan Pertumbuhan

Perjumpaan dengan sesama entah sesama jenis maupun lawan jenis merupakan ruang pertumbuhan yang penting dalam kehidupan manusia. Relasi yang otentik membuka kesempatan bagi seseorang untuk mengenal dirinya secara lebih jujur dan mendalam, karena dalam pantulan wajah orang lain, ia belajar melihat kekuatan, kelemahan, kebutuhan, dan potensi dirinya.

Dalam proses itu, pribadi dibentuk secara intelektual melalui dialog dan pertukaran gagasan, emosional melalui pengalaman saling memahami, spiritual melalui nilai-nilai yang dihayati bersama, dan afektif melalui ikatan kasih yang sehat dan bertanggung jawab. Relasi bukan sekadar kebutuhan sosial, melainkan medan formasi kepribadian yang kaya makna.

Karena itu, relasi yang dibina dengan kesadaran dan integritas menjadi salah satu jalan menuju kedewasaan sejati tempat di mana seseorang menemukan arah hidupnya, mematangkan pilihan, dan menumbuhkan komitmen atas dasar kasih yang memanusiakan.

Pilihan Hidup dan Kedewasaan Iman

Jamahan Kasih di Taman Kehidupan menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk menentukan arah hidupnya secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab. Entah itu hidup berkeluarga, memilih hidup religius, atau menempuh bentuk bakti lain, setiap pilihan hidup yang sejati harus berakar pada kasih kasih yang matang, reflektif, dan tidak egoistik.

Pilihan hidup bukan sekadar hasil kehendak pribadi atau desakan lingkungan, tetapi buah dari proses pendewasaan iman: dari pengalaman dikasihi, dari keberanian untuk mengasihi, dan dari kesediaan untuk memberi diri. Dalam terang kasih ilahi, seseorang diajak untuk mengenali panggilannya, membedakan jalan yang hendak ditempuh, serta menjalaninya dengan komitmen dan sukacita.

Kasih menjadi fondasi keputusan karena hanya kasih yang sanggup menopang kesetiaan, meneguhkan di saat sulit, dan menghidupkan kembali ketika semangat mulai redup. Dengan demikian, buku ini mengajak pembaca untuk tidak sekadar memilih jalan hidup, tetapi memilihnya dengan utuh sebagai tanggapan iman atas panggilan Allah yang menyapa melalui peristiwa hidup sehari-hari.

Syukur dan Penghayatan Kasih

Dalam Jamahan Kasih di Taman Kehidupan, penulis menekankan pentingnya menghidupi syukur sebagai respons spiritual terhadap kasih yang kita terima. Setiap pribadi yang hadir dalam hidup kita entah melalui perjumpaan singkat, pendampingan setia, maupun pengalaman sulit telah mengambil bagian dalam membentuk siapa kita hari ini. Oleh karena itu, mengenang mereka dengan hati yang penuh terima kasih adalah bentuk penghayatan kasih yang paling manusiawi dan rohani.

Namun, kasih tidak berhenti pada penerimaan. Kasih sejati menuntut pembagiaan. Apa yang telah kita alami sebagai berkat, diubah menjadi panggilan untuk melayani, menguatkan, dan mengasihi kembali bukan hanya kepada mereka yang dekat, tetapi juga kepada mereka yang lemah, tersisih, dan membutuhkan uluran hati.

Rasa syukur yang sejati mendorong kita untuk bertanggung jawab secara sosial: menjadikan kasih yang kita terima sebagai sumber daya untuk membangun sesama, komunitas, dan dunia yang lebih manusiawi. Dengan begitu, hidup kita menjadi saluran kasih Allah yang terus mengalir, memberi, dan menghidupkan.

Buku Jamahan Kasih di Taman Kehidupan bertujuan membantu pembaca, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan komunitas, untuk merenungkan kembali makna relasi dan pengalaman kasih dalam kehidupan sehari-hari. Melalui refleksi atas perjumpaan, interaksi, dan perpisahan yang menyentuh hati, buku ini mengajak setiap orang untuk melihat kasih bukan sebagai hal abstrak, melainkan sebagai realitas konkret yang membentuk, memulihkan, dan mengarahkan hidup.

Dengan bertumpu pada spiritualitas Injili, khususnya inspirasi dari relasi Yesus dan Maria Magdalena, buku ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kedewasaan iman: iman yang tumbuh dari pengalaman dikasihi, dikuatkan melalui relasi yang sehat, dan diwujudkan dalam tanggung jawab hidup yang penuh kasih serta pelayanan yang otentik.

Liturgi dan Kitab Suci, Spritualitas
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Reduplikasi Morfemis Bahasa Manggarai
  • Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi
  • Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja
  • Menalar Keadilan Etika
  • Memahami Ibadat Harian – Doa Tanpa Henti Dari Semua Anggota Gereja Liturgi dan Kitab Suci
  • Memperkenalkan Teologi Feminis Teologi
  • Seni Bicara Bahasa & Sastra
  • GEREJA YANG TERLIBAT – Dialog Iman, Budaya dan Teologi Paus Fransisikus Agama
  • SOSIOLOGI Lain-lain
  • Pendekatan Reduksionis Terhadap Agama Agama
  • MERAIH MIMPI – Kisah Sukses Anggota Bersama Sangosay Ekonomi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme