Pengarang : Philipus Tule, SVD
Jumlah halaman : 176 halaman
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Harga : Rp. 35.000
Dalam mozaik kebangsaan Indonesia yang begitu kaya dan beraneka, kerukunan antarumat beragama bukan sekadar ideal moral, melainkan kebutuhan mendasar yang tak dapat ditawar. Kemajemukan bukan hanya kenyataan sosiologis, tetapi juga panggilan untuk terus-menerus membangun jembatan pengertian dan memperkuat simpul-simpul kebersamaan. Di tengah realitas ini, pembinaan kerukunan antarumat beragama menjadi sebuah tugas suci dan tanggung jawab bersama yang menuntut pendekatan yang tidak semata teoritis, melainkan sungguh kontekstual dan membumi.
Pendekatan kontekstual menuntut kita untuk berangkat dari kehidupan nyata umat beragama—dari denyut penghayatan iman yang dialami setiap hari dalam ruang pribadi maupun ruang sosial. Ia lahir dari keprihatinan atas gesekan dan prasangka, sekaligus dari harapan akan perjumpaan yang saling menguatkan. Melalui refleksi atas pengalaman konkret dan analisis yang jujur terhadap situasi keberagamaan yang ada, kita dituntun untuk memberikan tanggapan yang kritis namun konstruktif bagi masa depan kehidupan bersama yang damai dan bermartabat.
Buku Allah Akbar Allah Akrab hadir sebagai upaya intelektual dan spiritual untuk menjawab kebutuhan tersebut. Ia bukan hanya menyajikan gagasan, tetapi juga mengundang pembaca untuk menyelami dan meresapi berbagai pemikiran filosofis dan teologis dari tradisi Katolik, Kristen, dan Islam, serta sudut pandang yang berakar pada kearifan budaya lokal. Semua pendekatan ini disajikan untuk menyoroti praksis kehidupan beragama di tengah masyarakat plural seperti di Nusa Tenggara Timur—sebuah wilayah yang menjadi cermin nyata bagaimana keragaman bisa menjadi berkat jika dirawat dengan niat baik dan dialog tulus.
Buku ini tidak hanya berbicara tentang “Allah yang Maha Besar” (Allahu Akbar) tetapi juga tentang “Allah yang Mahadekat”—Allah yang hadir dalam relasi yang akrab dan penuh kasih antarsesama manusia, tanpa memandang sekat agama dan latar belakang. Maka, membaca buku ini bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan iman yang inklusif, matang, dan bertanggung jawab secara sosial. Di sinilah kita diajak untuk tidak hanya percaya kepada Tuhan, tetapi juga mencintai sesama sebagai jalan nyata mewujudkan kerukunan yang otentik.
