Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • MEMBUAT LANGIT TERSENYUM: Khotbah Sepanjang Tahun Gereja Pastoral
  • Model-Model Teologi Kontekstual Teologi
  • Mengenal dan Mencintai Muslim dan Muslimat Agama
  • MEMBONGKAR DERITA – Teodice: Sebuah Kegelisahan Filsafat dan Teologi Filsafat
  • Mati dan Bangkit Lagi Pastoral
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks Agama
  • Konsili Yohanes XXIII Berpancawindu 1962-2002 Gereja
  • Dakwah Kristen – Undangan Allah Yang Menyelamatkan Semua Manusia & Alam Ciptaan melalui Yesus Kristus Agama

Post-Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi

Posted on 11 September 201913 Desember 2023 By ledalero

Penulis: Otto Gusti Madung
Tahun Terbit: 2017,
Jumlah Halaman: 198 hlm.
Ukuran: 150 x 230 mm
Penerbit: Ledalero
ISBN: 978-602-1161-30-2
Harga: Rp.60.000
————————

Salah satu persoalan mendasar yang dihadapi oleh setiap masyarakat multikultural ialah relasi timpang antara kelompok mayoritas dan minoritas. Di Indonesia, akibat dari relasi timpang ini sering diderita oleh kelompok-kelompok minoritas penganut kepercayaan. Penganut Sapto Darmo di Berebes, Jawa Tengah misalnya kesulitan memakamkan keluarganya di pemakaman umum karena kolom agamanya di KTP kosong. Demikianpun perkawinan penganut kepercayaan Marapu di Sumba, Nusa Tenggara Timur, tidak dicatat negara. Akibatnya anak-anaknya tak memiliki akta kelahiran. Bahkan anak- anak Sunda Wiwitan sering harus berbohong soal identitas agamanya agar dapat bersekolah.
Praktik-praktik toleransi yang berbasis pada relasi timpang tidak mengakui prinsip kesetaraan dan hak asasi setiap warga negara untuk diperlakukan secara sama. Toleransi adalah hadiah yang diberikan oleh kelomopok mayoritas kepada kelompok minoritas. Model toleransi seperti ini sangat rapuh dan mudah sekali diprovokasi lewat isu-isu sektarian. Dalam kasus kerusuhan Tanjung Balai, Tolikara dan di tempat-tempat lain di tanah air, kita dapat menyaksikan bagaimana warga begitu gampang meninggalkan semboyan Bhineka Tunggal Ika dan tradisi toleransi yang sudah diwariskan cukup lama hanya karena hasutan di media sosial. Sesama warga tak segan-segan dihabisi hanya karena berbeda agama dan kayakinan.Satu bukti bahwa toleransi belum tampil sebagai kebajikan politik demokrasi yang harus diperjuangkan. Toleransi dipandang sebagai sikap terpaksa membiarkan yang lain hidup lantaran factum pluralitas.
Kualitas demokrasi di Indonesia yang plural sangat ditentukan oleh kualitas kebajikan toleransi yang berpijak pada prinsip hak, kebebasan dan kesetaraan. Karena itu sudah saatnya untuk beralih dari model toleransi belas kasihan menuju paradigma hak. Bangsa Indonesia harus meninggalkan konsep toleransi pasif yang berbasiskan tradisi semata menuju toleransi otentik dengan penekanan pada persamaan hak antara kelompok mayoritas dan minoritas.
Buku “Post-Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi” ini merupakan sebuah ikhtiar untuk memberikan kontribusi bagi penataan masyarakat Indonesia yang multikultural, beradab, setara dan inklusif.

Agama, Filsafat, Gereja, Politik

Navigasi pos

Previous Post: Pendekatan Reduksionis Terhadap Agama
Next Post: Menjelang Senja di Santiago: Otobiografi Seorang Diplomat

Related Posts

  • MAFIA BANK DUNIA & IMF – Alat Penjajahan Baru Negara Industri Terhadap Negara Berkembang Sejak Akhir Perang Dunia Ekonomi
  • Misi-Evangelisasi-Penghayatan Iman Agama
  • Bukan Doping Politik Politik
  • Manajer/Filsuf Mengelola Bisnis dan Dunia dengan Sudut Pandang Filsafati Filsafat
  • Pendekatan Reduksionis Terhadap Agama Agama
  • DEMOKRASI MINUS DISKURSUS Etika
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • Filsafat Politik: Dasar-Dasar Filosofis Kehidupan Bernegara
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi
  • Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja
  • PERJANJIAN LISBON TAHUN 1859 DAN AKIBATNYA BAGI PULAU TIMOR, FLORES,SOLOR DAN SEKITARNYA (1847-2024)
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks Agama
  • Pengantar Pendidikan Lain-lain
  • Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Bahasa & Sastra
  • ETIKA KRISTIANI 4: Kewajiban Moral Dalam Hidup Sosial Etika
  • TERLIBAT – Kumpulan Sajak Bahasa & Sastra
  • TEOLOGI PERJANJIAN LAMA: Kesaksian, Tangkisan, Pembelaan Liturgi dan Kitab Suci
  • SPIRITUALITAS IMAMAT-MOTOR KEHIDUPAN IMAM Pastoral
  • KOKOR GOLA KOLANG- Pesan-Pesan Kearifan Tradisi Pante Pembuatan Gula Aren di Manggarai Barat Antropologi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme