Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • Mendengarkan Apa Kata Roh Kepada Gereja Agama
  • Allah Menggugat Sebuah Dogmatik Kristiani Teologi
  • Kompendium Ajaran Sosial Gereja Gereja
  • Hidup Yang Sesungguhnya Spritualitas
  • EVANGELISASI Gereja yang Bergerak Keluar Agama
  • Teologi Dalam Perspektif Global: Sebuah Pengantar Gereja
  • ALLAH MENGGUGAT ALLAH MENYEMBUHKAN Teologi
  • Mengenal dan Mencintai Muslim dan Muslimat Agama

DI TEBING WAKTU – Dimensi Sosio Politis Perayaan Kristen

Posted on 11 Agustus 201525 Juni 2025 By ledalero

PengaraDi Tebing Waktu - depanng : Dr. Paul Budi Kleden
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xx + 246 halaman
Ukuran : 140 mm x 210 mm
Harga : Rp. 42.000

Agama merupakan ekspresi perjumpaan yang mendalam antara dunia dan sejarah dengan Yang Kudus, serta perayaan iman akan keterlibatan-Nya yang aktif dalam keduanya. Dunia di sini melambangkan ruang atau tempat, sementara sejarah merujuk pada dimensi waktu dalam kehidupan manusia yang profan. Dalam kerangka itu, Yang Kudus dipahami sebagai realitas yang melampaui ruang dan waktu, transenden sekaligus imanen, menjadi sumber utama, pendamping setia, dan tujuan akhir dari ziarah manusia di tengah arus sejarah.

Pembedaan antara yang kudus dan yang profan tampak nyata dalam praktik pengkhususan: ruang dan waktu tertentu dipisahkan dari keseharian untuk menandai kehadiran Yang Kudus. Di tempat-tempat dan pada waktu-waktu khusus itu, ritus diselenggarakan oleh pribadi-pribadi yang telah ditahbiskan atau dipersiapkan secara religius, sesuai dengan tradisi iman masing-masing. Karena itu, hampir semua agama mengenal hari raya keagamaan — momen-momen liturgis yang tidak sekadar mengulang, tetapi menghadirkan kembali intervensi ilahi yang pernah terjadi dalam sejarah dan terus hidup dalam harapan umat beriman.

Dalam konteks ini, metafora “di tebing waktu” menjadi sangat signifikan. Seperti seseorang yang berdiri di tebing curam, manusia dalam momen-momen tertentu dihadapkan pada situasi yang menuntut kesadaran penuh dan keputusan eksistensial. Di tebing waktu, manusia tidak dapat bersikap netral: ia harus memilih antara pertobatan yang otentik (metanoia) atau keterjebakan dalam ritualisme kosong yang kehilangan daya ubah terhadap dunia dan sejarah.

Setiap intervensi Allah dalam sejarah manusia — yang dirayakan dalam ritus-ritus liturgis — sejatinya adalah ajakan untuk menyadari kenyataan waktu dan tempat secara aktual. Perayaan religius tidak sekadar memutar ulang narasi suci, tetapi menyentak kesadaran dan menggugah tanggung jawab manusia untuk menata kembali masa depan, baik secara pribadi maupun kolektif. Dengan demikian, hari-hari besar dalam kekristenan — seperti Natal, Paskah, dan Pentakosta — bukan hanya kenangan akan karya Allah, melainkan juga undangan untuk memperbarui komitmen iman dalam menanggapi suka dan duka, harapan dan kecemasan dunia serta sejarah.

Agama, pada akhirnya, tidak bisa dilepaskan dari dinamika hidup manusia di dalam dunia. Justru dalam dunia dan sejarah itulah Yang Kudus menjumpai manusia, menuntunnya ke tebing waktu, dan menawarkan kesempatan untuk bertumbuh dalam kesadaran, pertobatan, dan perutusan. Kredibilitas iman kita diuji bukan hanya dalam ritus, tetapi dalam cara kita menanggapi panggilan itu dengan tanggung jawab dan keberanian moral.

Gereja, Keluarga, Pastoral, Spritualitas

Navigasi pos

Previous Post: TEOLOGI PERJANJIAN LAMA: Kesaksian, Tangkisan, Pembelaan
Next Post: BERDIRI DI AMBANG BATAS – Pergumulan Seputar Iman dan Budaya

Related Posts

  • Sejarah Keuskupan Larantuka Gereja
  • Kompendium Ajaran Sosial Gereja Gereja
  • Merambah Jalan Cinta Menggapai Kesempurnaan Agama
  • DIPANGGIL UNTUK KEMERDEKAAN -Sebuah Studi Mengenai Gereja Masehi Injili di Timor dalam Hubungan dengan Lingkungannya Agama
  • BERSAING ATAU BERSAHABAT? Dakwah Islam – Misi Kristen di Afrika Agama
  • Dakwah Kristen – Undangan Allah Yang Menyelamatkan Semua Manusia & Alam Ciptaan melalui Yesus Kristus Agama
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Reduplikasi Morfemis Bahasa Manggarai
  • Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi
  • Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja
  • BERDIRI DI AMBANG BATAS – Pergumulan Seputar Iman dan Budaya Agama
  • BAHTERA TERANCAM KARAM – Lima Masalah Sosial Ekonomi dan Politik yang Meruntuhkan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Gereja
  • ALLAH MENGGUGAT ALLAH MENYEMBUHKAN Teologi
  • DRAKULA ABAD 21 – Membongkar Kejahatan Sistem Ekonomi Pasar Bebas Tanpa Kendali Sebagai Kapitalisme Mutakhir Berhukum Rimba dan Ancamannya Terhadap Sistem Ekonomi Pancasila Ekonomi
  • ETIKA KRISTIANI -1 Pendasaran Teologi Moral Etika
  • TERLIBAT – Kumpulan Sajak Bahasa & Sastra
  • Pendekatan Reduksionis Terhadap Agama Agama
  • 40 Tahun Kopdit Sangosay – Jejak Sejarah 1983-2023 Ekonomi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme