Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • Model-Model Teologi Kontekstual Teologi
  • Gerakan Ekumene Agama
  • Allah Menggugat Sebuah Dogmatik Kristiani Teologi
  • Ilmu Perbandingan Agama Agama
  • Merambah Jalan Cinta Menggapai Kesempurnaan Agama
  • ALLAH MENGGUGAT ALLAH MENYEMBUHKAN Teologi
  • Konsili Yohanes XXIII Berpancawindu 1962-2002 Gereja
  • Melakukan Teologi di Abad Plural Teologi

BERDIRI DI AMBANG BATAS – Pergumulan Seputar Iman dan Budaya

Posted on 11 Agustus 20153 September 2025 By ledalero

Diambang Batas - depanPengarang : Dr. John M. Prior
Jenis Kertas : HVS 60 gram
Cover : Ivory 230 grm doft
Jumlah halaman : xxii + 232 halaman
Ukuran : 140 mm x 210 mm
Harga : Rp. 40.000

Buku Berdiri di Ambang Batas merupakan refleksi seorang misionaris yang hidup lintas budaya dan agama, khususnya dalam konteks Asia dan Indonesia. Penulis menegaskan bahwa pewartaan Injil sejati harus berakar pada spiritualitas dialogal-profetis: Injil hanya dapat diwartakan dengan otentik melalui sikap dialog, mendengarkan, belajar dari yang lain, serta bersaksi dengan keberanian profetis. Spiritualitas ini menuntut pewarta untuk hadir bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai tamu yang diterima dengan keramahtamahan, sekaligus tetap dianggap sebagai orang asing. Dari posisi marginal inilah pewarta diundang untuk berpartisipasi dalam transformasi sosial dan budaya secara rendah hati.

Refleksi penulis bergerak dari pengalaman konkret, terutama di Nusa Tenggara dan Papua, menuju permenungan teologis yang lebih luas. Tapal batas budaya dan agama dipahami sebagai sesuatu yang ambivalen: ia bisa menjadi palang yang memisahkan, tetapi juga bisa menjadi jembatan yang menghubungkan. Perbedaan tidak boleh dihapus, namun juga tidak boleh diabsolutkan. Justru, dengan melintasi batas inilah muncul kemungkinan lahirnya identitas baru yang lebih inklusif, yang disebut penulis sebagai “peradaban cinta”.

Buku ini juga menekankan bahwa “yang lain” bukan sekadar lawan, melainkan belahan dari diri kita sendiri. Identitas sejati tidak bisa dipahami tanpa keterhubungan dengan budaya dan agama lain. Karena itu, misi Kristen tidak dimengerti sebagai upaya memperluas wilayah pengaruh, melainkan sebagai partisipasi dalam missio Dei — karya Allah sendiri yang melampaui batas-batas institusi Gereja. Dalam konteks globalisasi dan bangkitnya ekstremisme yang menebalkan sekat-sekat identitas, misi justru dipanggil untuk membangun jembatan, mempertemukan, mendamaikan, dan merawat kebersamaan.

Penulis menggambarkan jalan hidup pewarta lintas budaya sebagai “membangun rumah di angin”: sebuah eksistensi rapuh, penuh ketidakpastian, namun ditopang oleh iman pada Kristus yang wafat dan bangkit. Proses ini dijalani dalam empat fase: menyelam dalam kebudayaan lain, mengkaji secara ilmiah, merenungkan dalam terang Injil, lalu kembali dalam tindakan transformatif. Semua fase ini mesti dijalani berulang, sepanjang hidup. Dalam proses keberalihan ini, pewarta dipanggil untuk menjalani spiritualitas kenosis — mengosongkan diri, hadir tanpa kuasa, bersaksi tanpa ambisi mengendalikan.

Isi buku disusun dalam lima bab reflektif:

  1. Corat-Coret Asmat (1999–2006): pengalaman pastoral dan sosio-kultural di Papua, dengan sorotan pada transformasi masyarakat dan Gereja lokal.

  2. Martabat dan Jati Diri: perjuangan suku bangsa pribumi di Asia mempertahankan identitas di tengah arus globalisasi.

  3. Nilai-Nilai Manusiawi: refleksi bersama para waligereja Asia (FABC) mengenai pencarian kemanusiaan yang utuh.

  4. Dialog dan Kebudayaan: perenungan seorang musafir lintas iman dan budaya, dengan penekanan pada inkulturasi dan spiritualitas penziarahan.

  5. Antara Pernyataan dan Kenyataan: ketegangan antara dokumen-dokumen Gereja dan realitas pastoral sehari-hari, serta tantangan mewujudkan inkulturasi yang otentik.

Sebagai penutup, penulis menegaskan bahwa misi pada masa kini adalah kehadiran lintas batas: hadir dengan kesetiaan, kebebasan, dan bela rasa kosmis yang mencakup segenap ciptaan. Dengan demikian, Berdiri di Ambang Batas bukan hanya catatan pengalaman, melainkan juga tawaran visi teologi misi yang berakar pada dialog, profetisme, dan spiritualitas kenosis — sebuah ajakan untuk hidup sebagai penziarah yang terus melintasi tapal batas, demi menghadirkan kehidupan dalam segala kelimpahannya.

Agama, Gereja, Pastoral

Navigasi pos

Previous Post: DI TEBING WAKTU – Dimensi Sosio Politis Perayaan Kristen
Next Post: BERSAING ATAU BERSAHABAT? Dakwah Islam – Misi Kristen di Afrika

Related Posts

  • Satu Abad Paroki Roh Kudus Nelle – Tetap Tegar di Tengah Badai (1921-2021) Gereja
  • Kompendium Ajaran Sosial Gereja Gereja
  • Dakwah Kristen – Undangan Allah Yang Menyelamatkan Semua Manusia & Alam Ciptaan melalui Yesus Kristus Agama
  • MENEROBOS BATAS MEROBOHKAN PRASANGKA Jilid 2 – Dialog Demi Kehidupan Agama
  • Konstitusi Kongregasi Putri Reinha Rosari Agama
  • PEACE IN ISLAM
    ACCORDING TO MUḤAMMAD ŠARĪF AḤMAD
    Agama
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • Filsafat Politik: Dasar-Dasar Filosofis Kehidupan Bernegara
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi
  • Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja
  • PERJANJIAN LISBON TAHUN 1859 DAN AKIBATNYA BAGI PULAU TIMOR, FLORES,SOLOR DAN SEKITARNYA (1847-2024)
  • Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius Teologi
  • Negara, Agama, dan Hak-Hak Asasi Manusia Agama
  • GEREJA YANG TERLIBAT – Dialog Iman, Budaya dan Teologi Paus Fransisikus Agama
  • MEMAHAMI IMAN DALAM DUNIA SEKULER Lain-lain
  • Metodologi Seni Menulis Karya Ilmiah Bahasa & Sastra
  • KEKRISTENAN – Gerakan Universal-Sebuah Ulasan Sejarah Dari Kekristenan Bahari Sampai Tahun 1453 Gereja
  • MEMBUAT LANGIT TERSENYUM: Khotbah Sepanjang Tahun Gereja Pastoral
  • KELUARLAH, WAHAI UMAT-KU! Panggilan Allah dalam Alkitab Agar Keluar dari Imperium Liturgi dan Kitab Suci

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme