Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • Terus Berubah Tetap Setia; Dasar, Pola, Konteks Misi Agama
  • Allah Akbar-Allah Akrab Agama
  • Memperkenalkan Teologi Feminis Teologi
  • EVANGELISASI Gereja yang Bergerak Keluar Agama
  • DALAM MONCONG NEOLIBERALISME-Kritik Kenabian terhadap Penyelewengan Pembangunan dengan Sistem Ekonomi Pasar Bebas Tanpa Kendali Era Otonomi Daerah di Indonesia Ekonomi
  • Alam Belum Berhenti Bercerita Gereja
  • Mendengarkan Apa Kata Roh Kepada Gereja Agama
  • MEMBUAT LANGIT TERSENYUM: Khotbah Sepanjang Tahun Gereja Pastoral

Semana Santa di Larantuka – Sejarah dan Liturgi

Posted on 13 Desember 20234 Agustus 2025 By ledalero

Penulis             : Yohanes Hans Monteiro

Ketebalan        : xviii + 266 halaman

Ukuran            : 140 mm x 210 mm

Tahun Terbit   : Maret 2020

ISBN                 : 978-602-1161-91-3

Semana Santa di Larantuka: Warisan Iman dalam Bingkai Sejarah dan Liturgi

Semana Santa, atau Pekan Suci, dalam terminologi Gereja Katolik universal merupakan puncak dari perayaan liturgi yang sarat makna salvifik. Dalam peristiwa iman ini, Gereja sejagat memperingati dan merayakan misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus—sebagai inti dari karya penyelamatan Allah bagi umat manusia. Perayaan ini dimulai dengan Ibadat Sore Minggu Palma dan berpuncak dalam Ibadat Siang Kamis Putih, yang kemudian diteruskan dengan Tri Hari Suci (Triduum Paschale). Dalam Triduum ini, Gereja merayakan dengan khidmat karya penebusan yang disempurnakan oleh Kristus melalui sengsara-Nya yang kudus, kebangkitan-Nya yang mulia, dan kenaikan-Nya ke surga. Sebagaimana ditegaskan dalam Sacrosanctum Concilium No. 5:

“Dengan wafat-Nya, Ia memusnahkan kematian kita, dan dengan kebangkitan-Nya, Ia memulihkan kehidupan kita. Dari lambung-Nya yang tertikam di salib, mengalirlah seluruh sakramen Gereja.”

Sebagai bagian dari tubuh Gereja universal, Keuskupan Larantuka pun ambil bagian dalam perayaan suci ini. Namun, Larantuka menampilkan bentuk perayaan yang khas—memadukan unsur liturgis dan paraliturgis dalam satu konfigurasi ritus yang unik, dikenal dengan nama Semana Santa. Istilah Semana Santa sendiri berasal dari bahasa Portugis yang berarti Pekan Suci, mencerminkan jejak historis dan pengaruh kuat misi Portugis dalam formasi iman umat Larantuka.

Semana Santa: Warisan Budaya, Iman, dan Spiritualitas

Semana Santa di Larantuka bukan sekadar perayaan liturgis, melainkan juga ekspresi budaya lokal yang telah menyatu dengan iman Katolik selama berabad-abad. Meskipun telah banyak kajian dilakukan atas ritus ini, kekayaan makna yang dikandungnya belum sepenuhnya digali. Semana Santa tetap menjadi oase iman yang tak pernah kering—selalu menyimpan kedalaman spiritual, simbolik, dan teologis yang layak untuk terus dieksplorasi.

Upaya ilmiah terbaru untuk memahami Semana Santa tersaji dalam buku “Semana Santa di Larantuka: Sejarah dan Liturgi”, yang menyuguhkan perspektif komprehensif melalui dua sudut pandang utama: historis dan liturgis.

Dua Sudut Tilik: Historis dan Liturgis

  1. Sudut Tilik Historis

Dalam kajian historis, buku ini menelusuri akar-akar budaya Lamaholot, khususnya di wilayah Larantuka dan sekitarnya, dari masa pra-Kekatolikan hingga saat perjumpaannya dengan misi Portugis. Semana Santa dipahami sebagai buah dari pertemuan iman Katolik dengan budaya lokal, yang kemudian bertransformasi menjadi identitas religius masyarakat Larantuka. Oleh karena itu, Semana Santa bukan hanya bentuk devosi, melainkan juga budaya yang hidup, yang mewariskan daya spiritual dan iman lintas generasi.

  1. Sudut Tilik Liturgis

Dari sisi liturgi, kajian ini mengupas kandungan teologis, simbolik, dan biblis dari ritus-ritus Semana Santa. Perayaan ini bukan sekadar ritual emosional yang dilakukan secara turun-temurun, melainkan suatu ungkapan iman yang rasional, yang ditopang oleh makna teologis mendalam. Liturgi Semana Santa di Larantuka memuat warisan Kristosentris yang memperkaya pemahaman umat tentang misteri Paskah dan membentuk sikap iman yang teguh dan berakar.

Dalam terang hukum Gereja, iman yang hidup dan dinamis mesti ditopang oleh ajaran yang sehat (lih. Kan. 248). Maka perayaan Semana Santa bukan sekadar tindakan lahiriah, tetapi juga media pewartaan iman yang memampukan umat memahami dan menghayati karya keselamatan Allah secara lebih utuh.

Tradisi yang Hidup dan Menghidupkan

Semana Santa di Larantuka adalah perayaan yang melampaui rutinitas tahunan; ia adalah inkarnasi iman dalam budaya, warisan rohani yang membentuk identitas, dan liturgi yang menghidupkan relasi manusia dengan misteri Allah. Buku ini hadir bukan hanya untuk menjelaskan, melainkan juga mengajak pembaca merenungkan, mengapresiasi, dan menghidupi kekayaan iman yang terbungkus dalam tradisi agung ini..

Agama, Liturgi dan Kitab Suci, Pastoral Tags:Larantuka, Pekan Suci, sejarah dan liturgi, semana santa, Yohanes Hans Monteiro

Navigasi pos

Previous Post: Koperasi Kredit Kembang Memberdayakan Akar Rumput
Next Post: PEACE IN ISLAM
ACCORDING TO MUḤAMMAD ŠARĪF AḤMAD

Related Posts

  • Post-Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi Agama
  • OASE SURGAWI: Khotbah Menurut Tahun Gereja Keluarga
  • Memahami Ibadat Harian – Doa Tanpa Henti Dari Semua Anggota Gereja Liturgi dan Kitab Suci
  • BERSAING ATAU BERSAHABAT? Dakwah Islam – Misi Kristen di Afrika Agama
  • Dakwah Kristen – Undangan Allah Yang Menyelamatkan Semua Manusia & Alam Ciptaan melalui Yesus Kristus Agama
  • .. UT VERBUM DEI CURRAT – 100 tahun SVD di Indonesia Gereja
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Reduplikasi Morfemis Bahasa Manggarai
  • Menyambut Harapan, Merajut Masa Depan
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi
  • Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja
  • Gereja mandiri, solider dan membebaskan Rencana Strategis Pastoral Keuskupan Sibolga 2016-2020 Gereja
  • BAHTERA TERANCAM KARAM – Lima Masalah Sosial Ekonomi dan Politik yang Meruntuhkan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Gereja
  • Seni Bicara Bahasa & Sastra
  • Pengantar Pendidikan Pendidikan
  • Hidup Yang Sesungguhnya Spritualitas
  • KEKRISTENAN – Gerakan Universal-Sebuah Ulasan Sejarah Dari Kekristenan Bahari Sampai Tahun 1453 Gereja
  • ETIKA KRISTIANI -1 Pendasaran Teologi Moral Etika
  • The Local Stories and Legends – KODAJA INA AMA GEN’A – Handed Down By The Ancestors From Udak-Lewuka-Lembata Antropologi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme