Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • MEMBONGKAR DERITA – Teodice: Sebuah Kegelisahan Filsafat dan Teologi Filsafat
  • Teologi Dalam Perspektif Global: Sebuah Pengantar Gereja
  • Merambah Jalan Cinta Menggapai Kesempurnaan Agama
  • Allah Akbar-Allah Akrab Agama
  • Terus Berubah Tetap Setia; Dasar, Pola, Konteks Misi Agama
  • Mati dan Bangkit Lagi Pastoral
  • Alam Belum Berhenti Bercerita Gereja
  • EVANGELISASI Gereja yang Bergerak Keluar Agama

Biar Susah Sungguh!

Posted on 14 Desember 202314 Desember 2023 By ledalero

Judul                     : Biar Susah Sungguh!

Penulis                 : Fredy Sebho

Tahun Terbit      : Januari 2022

Ketebalan           : 188 hlm

Ukuran                 : 120 mm X 190 mm

ISBN                      : 978-623-6724-20-0

Buku ini bukan sebuah autobiografi. Sebab, menulis autobiografi, amatlah enteng bagi saya tergoda untuk melakukan kesalahan rangkap. Di satu sisi, saya bisa terlalu bombastik untuk menulis kisah yang sebetulnya tidak terjadi, sehingga dengan itu orang mudah mempercayainya sebagai kebenaran. Atau, menjiplak pengalaman orang lain lalu seakan[1]akan hal itu adalah pengalaman saya. Saya tidak mau tergelincir dalam kesalahan katakonik macam ini. Di sisi lain, saya bisa membuat semacam didonai logon, kata-kata indah tentang diri sendiri, agar orang mengagung-agungkan saya. Bicara banyak tentang diri sendiri dapat juga menjadi cara lain untuk menutup diri. Saya tidak ingin menjadi “idolatria” bagi orang lain.

Judul tulisan ini «Biar Susah Sungguh!». Sepintas asosiasinya ke keluh. Atau, sederet bunyi yang metaforik, yang memberi kesan sebuah sikap pasrah tak berdaya setelah sebuah ikhtiar yang gagal. Bisa dibilang, tulisan ini adalah sebuah «introspektra». Semacam pengamatan, penghayatan atau entah apa namanya, terhadap «sejenis model hidup» yang barangkali tidak dianggap lazim oleh orang lain. Yang jelas, menekuni hidup seperti ini, dilatih untuk bukan hanya sekadar pandai saja, melainkan juga cendekia. Dengan kata lain, tulisan ini juga dibuat berdasarkan pengetahuan dan intelektualitas saya sebagai imam, bukan sekadar menulisnya dengan haru-biru perasaan belaka. Meski demikian, ini bukan sejenis traktat kuliah dengan maknanya dipatok tanpa memberikan pikiran lain dari pembaca. Tulisan ini bisa dinamai sebagai sebuah catatan harian pribadi setelah menekuni belasan tahun perjalanan imamat. Di sini, saya adalah pelaku utama yang menyusun kisah, sebab saya menguasai betul jalannya «suasana patogen», emosi, pun pengalaman pathos secara utuh dalam mengakrabi model hidup macam ini. Semuanya ini mengalir tenang tanpa berisik, terkadang menderu penuh deru tapi dalam hening. Terkadang pula bergerak tanpa lelah meski jeda dan istirahat sejenak. Segala yang ditulis dalam buku ini, pertama-tama adalah tentang segala hal yang berkenaan dengan kehidupan seorang imam.

Sudah banyak peluh terkuras selama perjalanan imamat. Penulisan «introspektra» ini memang direncanakan untuk «mendaur ulang» energi yang mulai menipis bersama peluh yang meluruh. Makanya, saya berusaha ada metafor yang plastis dan sugestif di dalamnya. Sekiranya tidak, tulisan ini akan menjadi «omongan» yang datar, kehilangan kepelikan artinya, dan malah sebuah omong kosong belaka. Kata-kata dalam tulisan ini dipungut begitu saja dari kehidupan harian, lalu diolah menjadi kata «khas saya» karena dilepeti oleh jarak-jarak estetika sehingga tidak kedengaran kasar atau terlalu biasa.

Ada semacam «kriptomnesia» dalam tulisan ini, sebuah kekuatan untuk mengingat kembali kenangan masa lalu yang sudah terlupakan, teristimewa perbuatan tangan Tuhan yang maha ajaib dalam diri saya. Juga, saya berusaha sekuat mampu menyusun daya ingat kreatif, yang dengan leluasa «membarui» peristiwa masa lampau untuk menjadi aktual pada masa kini, agar perjalanan yang menantang tapi mengasyikkan ini saya belajar terus dengan bersikap «semadyanya» terhadap semua  saya, entah budaya, atau entah apa saja. Saya ulangi, dengan «introspektra» ini, saya menulis apa saja yang berkaitan dengan kehidupan imam, tanpa merasa diri jadi hakim yang suci bagi imam yang lain, dengan vonis yang niscaya benar.

Ingat saja ini, dalam kamar yang sempit, dengan hasrat yang terkadang brutal, «introspektra» ini ditulis…

Bahasa & Sastra

Navigasi pos

Previous Post: PEACE IN ISLAM
ACCORDING TO MUḤAMMAD ŠARĪF AḤMAD
Next Post: Pengantar Pendidikan

Related Posts

  • Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Bahasa & Sastra
  • TERLIBAT – Kumpulan Sajak Bahasa & Sastra
  • Metodologi Seni Menulis Karya Ilmiah Bahasa & Sastra
  • Seni Bicara Bahasa & Sastra
  • The Local Stories and Legends – KODAJA INA AMA GEN’A – Handed Down By The Ancestors From Udak-Lewuka-Lembata Antropologi
  • Mengenal Budaya dan Bahasa Masyarakat Suku Krowe Sika di Kabupaten Sikka Propinsi NTT Antropologi
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Teologi Publik untuk Konteks Indonesia
  • ISRAEL MITRA ALLAH – Dari Abraham Hingga Yesus Kristus, Dari Mesir Hingga Inggris, dan Dari Tanah Perjanjian Hingga Lahirnya Negara Israel Modern Tahun 1948
  • TEOLOGI TANAH ORANG MANGGARAI – Pendekatan Kontekstual Pascakolonial Tentang Iman, Adat, dan Keadilan Agraria
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • The Local Stories and Legends – KODAJA INA AMA GEN’A – Handed Down By The Ancestors From Udak-Lewuka-Lembata Antropologi
  • Gereja mandiri, solider dan membebaskan Rencana Strategis Pastoral Keuskupan Sibolga 2016-2020 Gereja
  • Kosmologi Kristen Gereja
  • PEMBURU YANG CEKATAN – Anjangsana Bersama Karya-Karya E. Douglas Lewis Antropologi
  • Semana Santa di Larantuka – Sejarah dan Liturgi Agama
  • Mendengarkan Apa Kata Roh Kepada Gereja Agama
  • Menjelang Senja di Santiago: Otobiografi Seorang Diplomat Biografi
  • LUKA, LAWO, NGAWU – Kekayaan Kain Tenunan dan Belis di Wilayah Lio, Flores Tengah Antropologi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme