Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • MEMBUAT LANGIT TERSENYUM: Khotbah Sepanjang Tahun Gereja Pastoral
  • TEOLOGI PERJANJIAN LAMA: Kesaksian, Tangkisan, Pembelaan Liturgi dan Kitab Suci
  • Melakukan Teologi di Abad Plural Teologi
  • Alam Belum Berhenti Bercerita Gereja
  • Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius Teologi
  • Gerakan Ekumene Agama
  • ALLAH MENGGUGAT ALLAH MENYEMBUHKAN Teologi
  • TEOLOGI TERLIBAT – Politik & Budaya dalam Terang Teologi Spritualitas

SCINTILLA CONSCIENTIAE – LETUPAN NURANI

Posted on 30 April 201527 Juli 2026 By ledalero

letupan nuraniJudul: SCINTILLA CONSCIENTIAE – LETUPAN NURANI
Tahun: November 2014
Penulis: Richard Muga Buku
Harga: Rp. 52.000
Tebal: xii + 332 hlm.
Ukuran: 140mm x 210mm
Kertas isi: HVS 60 gr
Kertas Cover: Ivory 230gr, doft laminating
ISBN: 978-602-1161-00-5

Istilah Scintilla Conscientiae secara harfiah berarti “percikan hati nurani” atau “letupan nurani”. Judul ini menjadi gambaran yang tepat atas isi buku, yakni refleksi kritis penulis terhadap berbagai persoalan sosial, politik, kemanusiaan, dan kehidupan berbangsa yang dihadapi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Timur. Melalui kumpulan gagasan dan renungannya, Richard Muga Buku mengajak pembaca untuk tidak bersikap apatis terhadap berbagai ketidakadilan, melainkan membangkitkan kepekaan moral agar berani bersuara dan bertindak demi kebaikan bersama.

Gagasan tentang hati nurani yang menjadi landasan buku ini sejalan dengan pemikiran Santo Thomas Aquinas. Filsuf dan teolog besar Abad Pertengahan tersebut menegaskan bahwa hati nurani tidak pernah benar-benar padam, bahkan dalam diri seseorang yang telah melakukan kejahatan sekalipun. Nurani tetap menjadi cahaya batin yang mengingatkan manusia akan kebaikan. Oleh karena itu, tugas setiap orang bukan hanya menjaga agar nuraninya tetap hidup, tetapi juga membantu membangkitkan nurani sesama. “Meletupkan nurani” berarti membiarkan suara kebenaran menggugah kesadaran moral sehingga manusia semakin terdorong untuk memilih yang baik dan menolak yang jahat. Nurani yang terus diasah akan tetap peka terhadap nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kasih.

Lebih jauh, buku ini mengingatkan bahwa hati merupakan pusat kesadaran moral manusia. Di sanalah manusia berjumpa dengan suara terdalam yang membimbingnya untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Mendengarkan hati nurani pada hakikatnya berarti mendengarkan suara Tuhan yang berbicara dalam batin manusia. Pandangan ini selaras dengan ajaran Konsili Vatikan II dalam Gaudium et Spes yang menegaskan bahwa, “Hati nurani adalah inti yang paling rahasia dan tempat suci manusia. Di sana ia berada sendirian dengan Allah, yang suara-Nya bergema di dalam lubuk hatinya.” Karena itu, kesetiaan pada hati nurani bukanlah sekadar mengikuti perasaan pribadi, melainkan kesediaan untuk membuka diri terhadap kebenaran dan tanggung jawab moral.

Semangat tersebut juga tercermin dalam ungkapan Daoed Joesoef dalam Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran: “Karena itu saya berani membantah nalar saya, tapi tidak berani membantah nurani saya.” Pernyataan ini menegaskan bahwa akal budi dapat keliru dalam penilaian, tetapi hati nurani yang terus dibentuk oleh kebenaran akan menjadi kompas moral yang menuntun manusia dalam mengambil keputusan yang benar. Dengan demikian, Scintilla Conscientiae – Letupan Nurani tidak hanya menyajikan kritik sosial, tetapi juga menjadi ajakan reflektif agar setiap pembaca memelihara kepekaan nurani, berani menyuarakan kebenaran, dan berkomitmen menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Gereja, Lain-lain, Pastoral

Navigasi pos

Previous Post: PEMBURU YANG CEKATAN – Anjangsana Bersama Karya-Karya E. Douglas Lewis
Next Post: SOSIOLOGI

Related Posts

  • MANUSIA BUKAN KAMBING-Bongkar & Hentikan Kejahatan Perdagangan Jual-Beli Manusia Ekonomi
  • BERDIRI DI AMBANG BATAS – Pergumulan Seputar Iman dan Budaya Agama
  • Kosmologi Kristen Gereja
  • SPIRITUALITAS IMAMAT-MOTOR KEHIDUPAN IMAM Pastoral
  • Bahasa Indonesia Identitas Kita Lain-lain
  • MERANGKAI IDENTITAS MARIA Gereja
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Ekoteologi Orang Manggarai
  • Teologi Publik untuk Konteks Indonesia
  • ISRAEL MITRA ALLAH – Dari Abraham Hingga Yesus Kristus, Dari Mesir Hingga Inggris, dan Dari Tanah Perjanjian Hingga Lahirnya Negara Israel Modern Tahun 1948
  • TEOLOGI TANAH ORANG MANGGARAI – Pendekatan Kontekstual Pascakolonial Tentang Iman, Adat, dan Keadilan Agraria
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • SPIRITUALITAS IMAMAT-MOTOR KEHIDUPAN IMAM Pastoral
  • Mengemas Perih Menjahit Rindu Bahasa & Sastra
  • Menjebol Jeruji Prasangka: Membaca Alkitab Dengan Jiwa Gereja
  • MEMBANGUN RUANG PERJUMPAAN BAGI GEREJA KATOLIK DAN KOMUNITAS LGBT – Bagaimana Gereja Katolik dan Komunitas LGBT Dapat Menjalin Hubungan Berlandaskan Sikap Hormat, Bela Rasa, dan Kepekaan Gereja
  • Diskursus Seksualitas Michel Foucault Filsafat
  • MENEROBOS BATAS MEROBOHKAN PRASANGKA Jilid 2 – Dialog Demi Kehidupan Agama
  • Allah Menggugat Sebuah Dogmatik Kristiani Teologi
  • Sai Miu? Ata Nggela -Lio Ende Antropologi

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme