Skip to content
ledalero-publisher.com

ledalero-publisher.com

ledaleropublisher

  • HOME
  • BERITA BUKU
  • HUBUNGI KAMI
  • PRODUK
  • KATALOG
  • RESENSI BUKU
  • TENTANG KAMI
  • Toggle search form
  • DALAM MONCONG NEOLIBERALISME-Kritik Kenabian terhadap Penyelewengan Pembangunan dengan Sistem Ekonomi Pasar Bebas Tanpa Kendali Era Otonomi Daerah di Indonesia Ekonomi
  • Kompendium Ajaran Sosial Gereja Gereja
  • Gerakan Ekumene Agama
  • GEREJA YANG TERLIBAT – Dialog Iman, Budaya dan Teologi Paus Fransisikus Agama
  • Model-Model Teologi Kontekstual Teologi
  • Ilmu Perbandingan Agama Agama
  • Merambah Jalan Cinta Menggapai Kesempurnaan Agama
  • Allah Akbar-Allah Akrab Agama

Penulis: ledalero

TEOLOGI TRINITAS DALAM KONTEKS MISTAGOGI – Pengantar Ke Dalam Misteri Allah Tritunggal

Posted on 26 Mei 2016 By ledalero

Penulis : Nico Syukur Dister, OFM Cetakan 1 : April 2016 Jumlah halaman : xvi + 344 hlm, Ukuran buku : 150mm x 230 mm Nomor ISBN : 978-602-1161-18-0 Harga : Rp. 75.000 Selain misteri penjelmaan Sabda menjadi manusia, juga misteri Allah Tritunggal termasuk ciri khas agama Kristiani. Menurut iman Kristen –apapun denominasinya- Allah serentak…

Read More “TEOLOGI TRINITAS DALAM KONTEKS MISTAGOGI – Pengantar Ke Dalam Misteri Allah Tritunggal” »

Teologi

Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius

Posted on 26 Mei 201626 Mei 2016 By ledalero

Harga: Penulis : Jose Cristo Rey Gracia Paredes Penerjemah : Philip Ola Daen, Pr (Diterjemahkan & diterbitkan dalam edisi bahasa Indonesia atas izinan ICLA Publications dan Claretian Publications- Quezon City, Philippines) Cetakan 1, Februari 2016 Selibat (Keperawanan) Demi Kerajaan Allah 56 hlm, 120 x 190 mm ISBN : 978-602-1161-19-7 Ketaatan Demi Kerajaan Allah 50 hlm,…

Read More “Seri: KEHIDUPAN RELIGIUS SEBUAH PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH – Teologi Kehidupan Religius” »

Teologi

PAKET-PAKET RINDU Kumpulan Sajak (1) Adrian Ola Duli

Posted on 26 Mei 201626 Mei 2016 By ledalero

Penulis : Adrian Ola Duli Harga: Rp. 25.000 ISBN: 978-602-1161-16-6 Penerbit: PENERBIT LEDALERO Cetakan I, Januari 2016 12 x 19 cm, xii + 88 hlm Teks adalah gambar dalam kata. Kata yang kuat memberi daya imaginasi. Wacana menghadirkan peristiwa dan suasana dalam pikiran. Berhadapan dengan naskah dan narasi, ‘pikiran menjadi bagai sutradara’ yang menghidupkan aktor…

Read More “PAKET-PAKET RINDU Kumpulan Sajak (1) Adrian Ola Duli” »

Bahasa & Sastra

Berani Berhenti Berbohong – 50 Tahun Pascaperistiwa 1965-1966

Posted on 29 Januari 2016 By ledalero
Berani Berhenti Berbohong – 50 Tahun Pascaperistiwa 1965-1966

Akulah Allah leluhurmu… Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka. Ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang pemeras dan menuntun mereka keluar dari negeri itu… (Kel 3:6-8) ****** Apakah perlu buku ini memperingatkan – seakan-akan…

Read More “Berani Berhenti Berbohong – 50 Tahun Pascaperistiwa 1965-1966” »

Etika, Politik

LUKA, LAWO, NGAWU – Kekayaan Kain Tenunan dan Belis di Wilayah Lio, Flores Tengah

Posted on 13 Oktober 201510 Juni 2025 By ledalero
LUKA, LAWO, NGAWU – Kekayaan Kain Tenunan dan Belis di Wilayah Lio, Flores Tengah

Luka Lawo NgawuJudul : LUKA, LAWO, NGAWU – Kekayaan Kain Tenunan dan Belis di Wilayah Lio, Flores Tengah
Penulis : Prof. Dr. Willemijn de Jong
Penerbit : Penerbit Ledalero, Cet. 1 Oktober 2015
Jumlah Hlm : xiv + 456 hlm
Ukuran buku : 150 x 230 mm
ISBN : 978-602-1161-14-2
Harga : Rp.95.000
Kategori : Sosio Antropologi

Buku ini mengangkat secara mendalam peran perempuan penenun di wilayah Lio, Pulau Flores, dan makna sosial menyeluruh dari kain tenun ikat yang mereka hasilkan—karya yang bukan sekadar benda seni bernilai tinggi, tetapi juga simbol prestise, kekayaan, dan relasi sosial yang kompleks. Tenun ikat, yang ditenun dengan teknik tinggi dan pola yang rumit, menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Lio. Ia tidak hanya dipakai, dijual, atau dihadiahkan, tetapi memiliki nilai tukar simbolik, terutama dalam praktik belis (mahar pernikahan), yang memperkuat relasi kekerabatan dan status sosial.

Penelitian ini menelusuri secara kritis makna dan fungsi tenun dalam konteks kerja, pernikahan, serta konstruksi posisi perempuan dan relasi gender dalam masyarakat adat. Melalui wawancara, observasi partisipatif, dan diskusi informal, suara-suara perempuan penenun dari berbagai latar belakang sosial berhasil dihimpun, bersama perspektif tokoh-tokoh lokal yang memiliki otoritas dalam komunitasnya. Di dalamnya terungkap bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai budaya diwariskan dan dinegosiasikan dalam keseharian.

Buku ini menyoroti kehidupan petani dari salah satu wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur—daerah yang sering kali dipandang marjinal secara ekonomi dalam peta pembangunan nasional. Namun, dengan memusatkan perhatian pada tenun sebagai bentuk kekayaan budaya yang tak ternilai, sebagai produk seni lokal, dan sebagai simbol prestise sosial, buku ini berupaya memberi kontribusi terhadap pemahaman yang lebih holistik atas dinamika lokal dan makna kekayaan dalam masyarakat yang dianggap “miskin” secara statistik, tetapi kaya secara kultural.

Versi asli dari karya ini diterbitkan hampir dua dekade lalu dalam bahasa Jerman. Edisi kedua ini, yang kini hadir dalam bahasa Indonesia, memperluas cakupan etnografisnya untuk menjangkau pembaca nasional. Meskipun substansi etnografisnya sebagian besar dipertahankan, bagian teoritis pada bab awal dan bab penutup telah direvisi untuk mencerminkan perkembangan pemikiran dalam kajian antropologi sejak era 1980-an hingga 1990-an. Beberapa referensi baru pasca-1998 ditambahkan secara selektif, sementara penyesuaian minor dilakukan untuk melindungi privasi para narasumber.

Sejumlah istilah seperti “tradisi” dan “cara tradisional” dalam buku ini memerlukan klarifikasi konseptual. Umumnya, istilah tersebut merujuk pada praktik sosial yang berkembang sejak era kolonial hingga masa pemerintahan Soekarno. Namun, dalam kerangka kajian ini, tradisi tidak dilihat sebagai lawan dari modernitas, melainkan sebagai bagian integral dari bentuk-bentuk modernitas lokal yang khas. Di Flores, modernitas tidak datang dengan menghapus tradisi, melainkan berdialog dengannya, sebagaimana terlihat dalam keterlibatan Misi Katolik dan program-program pembangunan negara dalam bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, dan kerajinan tangan.

Penulis menyusun karya ini sebagai bentuk penghormatan kepada budaya hidup Indonesia, khususnya kepada perempuan-perempuan penenun di Flores yang memiliki pengetahuan teknis dan artistik luar biasa. Mereka bukan hanya penjaga warisan budaya, tetapi juga aktor aktif dalam membentuk identitas, status sosial, dan relasi kuasa dalam komunitasnya. Seperti dikemukakan oleh P. Sareng Orinbao dalam Seni Tenun: Suatu Segi Kebudayaan Orang Flores (1972), keindahan dan makna dari seni ikat tak mudah dikenali oleh mata awam—ia menuntut pemahaman mendalam terhadap konteks dan simbolisme budaya yang melatarinya.

Melalui penerbitan ulang dalam bahasa Indonesia ini, diharapkan kekayaan tenunan Flores—baik secara material maupun simbolik—semakin dikenal oleh khalayak luas. Dengan demikian, penghargaan terhadap keterampilan, pengetahuan, dan posisi perempuan penenun dalam masyarakat Indonesia Timur akan semakin diperkuat, bukan hanya sebagai pelaku tradisi, tetapi juga sebagai pencipta makna dalam modernitas kita yang terus berkembang.

Antropologi, Seni dan Budaya, Sosiologi

Jamahan Kasih di Taman Kehidupan

Posted on 13 Oktober 201525 Juni 2025 By ledalero
Jamahan Kasih di Taman Kehidupan

Judul :Jamahan Kasih Jamahan Kasih di Taman Kehidupan
Penulis : Alfons Betan, SVD
Penerbit : Penerbit Ledalero, cetakan ke-2, Oktober 2015
Jlh hlm : 112
Ukuran buku: 14,8 x 21 cm
ISBN : 979-9447-60-7
Kategori : Spiritualitas Alkitabiah
Harga : Rp.30.000

Buku ini merupakan refleksi spiritual yang menggali makna relasi manusia dalam terang kasih Allah, dengan fokus utama pada kisah Injil Yohanes tentang hubungan antara Yesus dan Maria Magdalena. Dalam relasi yang intens dan transformatif ini, penulis menyoroti bagaimana kasih ilahi dapat menyentuh kehidupan manusia secara mendalam — baik dalam perjumpaan, kebersamaan, maupun perpisahan.

Kasih sebagai Pengalaman Kehidupan

Dalam Jamahan Kasih di Taman Kehidupan, Alvons Betan, SVD menegaskan bahwa kasih bukan hanya ajaran moral atau tuntutan agama, melainkan pengalaman konkret yang membentuk dan memperbarui hidup manusia secara menyeluruh secara psikologis, sosial, dan spiritual. Kasih menjadi daya hidup yang memberi arah, identitas, dan kekuatan untuk tumbuh.

Pengalaman dikasihi melalui perhatian kecil, sapaan hangat, kehadiran setia, bahkan dalam luka dan perpisahan adalah wujud nyata dari kasih yang sederhana namun mendalam. Kasih demikian membangun rasa aman dan harga diri, serta membuka ruang pertobatan dan transformasi.

Lebih jauh, kasih dipahami sebagai jalan rohani yang berpangkal pada Allah, sumber cinta sejati. Melalui kasih sesama, kita sesungguhnya dijamah oleh kasih ilahi yang menyapa dalam peristiwa-peristiwa hidup sehari-hari. Kasih ini menggerakkan kita untuk berubah, mengampuni, dan menjadi pribadi yang menghadirkan kasih bagi sesama.

Penulis menunjukkan bahwa kasih bukan konsep ideal, tetapi realitas hidup yang terbentuk dalam relasi baik dalam keluarga, komunitas, maupun dalam perjumpaan dengan orang yang berbeda. Di sanalah kasih diuji dan dimurnikan, menjadi jalan menuju kedewasaan iman dan kemanusiaan.

Yesus dan Maria Magdalena: Figur Relasional

Dalam Jamahan Kasih di Taman Kehidupan, relasi antara Yesus dan Maria Magdalena diangkat sebagai gambaran simbolis dari relasi mendalam antara Allah dan manusia. Maria Magdalena, yang dalam tradisi dilukiskan sebagai sosok yang terluka dan pernah jatuh, menjadi figur yang mewakili setiap pribadi yang pernah mengalami kegagalan, luka batin, atau penolakan.

Namun justru melalui kasih Kristus, ia dijamah, dipulihkan, dan diteguhkan martabatnya. Relasinya dengan Yesus bukan hanya emosional atau personal, melainkan menjadi cerminan kasih Allah yang menyembuhkan dan mengangkat. Dalam perjumpaan, kebersamaan, dan bahkan perpisahan mereka seperti tergambar dalam kisah di makam pada pagi Paskah tampak kekuatan kasih yang melampaui batas-batas manusiawi: kasih yang tidak menghakimi, tetapi membebaskan.

Melalui tokoh ini, penulis mengajak pembaca merenungkan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk disentuh dan dipulihkan oleh kasih Tuhan. Maria Magdalena adalah ikon harapan: bahwa siapa pun tak peduli masa lalu atau lukanya dapat mengalami transformasi batin ketika membuka diri terhadap kasih yang meneguhkan. Dengan demikian, relasi antara Yesus dan Maria Magdalena menjadi pintu masuk untuk memahami dinamika spiritual kita sendiri: bagaimana Allah hadir, menyapa, dan mencintai manusia secara personal dan menyeluruh.

Relasi sebagai Jalan Pertumbuhan

Perjumpaan dengan sesama entah sesama jenis maupun lawan jenis merupakan ruang pertumbuhan yang penting dalam kehidupan manusia. Relasi yang otentik membuka kesempatan bagi seseorang untuk mengenal dirinya secara lebih jujur dan mendalam, karena dalam pantulan wajah orang lain, ia belajar melihat kekuatan, kelemahan, kebutuhan, dan potensi dirinya.

Dalam proses itu, pribadi dibentuk secara intelektual melalui dialog dan pertukaran gagasan, emosional melalui pengalaman saling memahami, spiritual melalui nilai-nilai yang dihayati bersama, dan afektif melalui ikatan kasih yang sehat dan bertanggung jawab. Relasi bukan sekadar kebutuhan sosial, melainkan medan formasi kepribadian yang kaya makna.

Karena itu, relasi yang dibina dengan kesadaran dan integritas menjadi salah satu jalan menuju kedewasaan sejati tempat di mana seseorang menemukan arah hidupnya, mematangkan pilihan, dan menumbuhkan komitmen atas dasar kasih yang memanusiakan.

Pilihan Hidup dan Kedewasaan Iman

Jamahan Kasih di Taman Kehidupan menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk menentukan arah hidupnya secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab. Entah itu hidup berkeluarga, memilih hidup religius, atau menempuh bentuk bakti lain, setiap pilihan hidup yang sejati harus berakar pada kasih kasih yang matang, reflektif, dan tidak egoistik.

Pilihan hidup bukan sekadar hasil kehendak pribadi atau desakan lingkungan, tetapi buah dari proses pendewasaan iman: dari pengalaman dikasihi, dari keberanian untuk mengasihi, dan dari kesediaan untuk memberi diri. Dalam terang kasih ilahi, seseorang diajak untuk mengenali panggilannya, membedakan jalan yang hendak ditempuh, serta menjalaninya dengan komitmen dan sukacita.

Kasih menjadi fondasi keputusan karena hanya kasih yang sanggup menopang kesetiaan, meneguhkan di saat sulit, dan menghidupkan kembali ketika semangat mulai redup. Dengan demikian, buku ini mengajak pembaca untuk tidak sekadar memilih jalan hidup, tetapi memilihnya dengan utuh sebagai tanggapan iman atas panggilan Allah yang menyapa melalui peristiwa hidup sehari-hari.

Syukur dan Penghayatan Kasih

Dalam Jamahan Kasih di Taman Kehidupan, penulis menekankan pentingnya menghidupi syukur sebagai respons spiritual terhadap kasih yang kita terima. Setiap pribadi yang hadir dalam hidup kita entah melalui perjumpaan singkat, pendampingan setia, maupun pengalaman sulit telah mengambil bagian dalam membentuk siapa kita hari ini. Oleh karena itu, mengenang mereka dengan hati yang penuh terima kasih adalah bentuk penghayatan kasih yang paling manusiawi dan rohani.

Namun, kasih tidak berhenti pada penerimaan. Kasih sejati menuntut pembagiaan. Apa yang telah kita alami sebagai berkat, diubah menjadi panggilan untuk melayani, menguatkan, dan mengasihi kembali bukan hanya kepada mereka yang dekat, tetapi juga kepada mereka yang lemah, tersisih, dan membutuhkan uluran hati.

Rasa syukur yang sejati mendorong kita untuk bertanggung jawab secara sosial: menjadikan kasih yang kita terima sebagai sumber daya untuk membangun sesama, komunitas, dan dunia yang lebih manusiawi. Dengan begitu, hidup kita menjadi saluran kasih Allah yang terus mengalir, memberi, dan menghidupkan.

Buku Jamahan Kasih di Taman Kehidupan bertujuan membantu pembaca, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan komunitas, untuk merenungkan kembali makna relasi dan pengalaman kasih dalam kehidupan sehari-hari. Melalui refleksi atas perjumpaan, interaksi, dan perpisahan yang menyentuh hati, buku ini mengajak setiap orang untuk melihat kasih bukan sebagai hal abstrak, melainkan sebagai realitas konkret yang membentuk, memulihkan, dan mengarahkan hidup.

Dengan bertumpu pada spiritualitas Injili, khususnya inspirasi dari relasi Yesus dan Maria Magdalena, buku ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kedewasaan iman: iman yang tumbuh dari pengalaman dikasihi, dikuatkan melalui relasi yang sehat, dan diwujudkan dalam tanggung jawab hidup yang penuh kasih serta pelayanan yang otentik.

Liturgi dan Kitab Suci, Spritualitas

Mengapa Gereja (Harus) Tolak Tambang – Sebuah tinjauan etis, filosofis dan teologis atas korporasi tambang

Posted on 29 Agustus 201528 September 2015 By ledalero
Mengapa Gereja (Harus) Tolak Tambang – Sebuah tinjauan etis, filosofis dan teologis atas korporasi tambang

Juli 2015 Penulis : Beni Denar Harga : Rp. 65.000 Tebal : xxii + 358 hlm. Ukuran : 120mm x 190mm Kertas isi : Bookpaper 60 gr Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating ISBN : 978-602-1161-13-0 Reformasi yang diperjuangkan dengan susah payah dari tangan rezim totaliter Suharto seharusnya sudah cukup tua untuk mengubah tatanan…

Read More “Mengapa Gereja (Harus) Tolak Tambang – Sebuah tinjauan etis, filosofis dan teologis atas korporasi tambang” »

Gereja, Pastoral

Perempuan Tangguh

Posted on 22 Agustus 201522 Agustus 2015 By ledalero
Perempuan Tangguh

Tahun : Februari 2015 Penulis : Santisima Gama Harga : Rp. Tebal : 170 hlm. Ukuran : 140mm x 210mm Kertas isi : HVS 60 gr full color Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating ISBN : 978-602-1161-05-0 Melalui perjuangan politik yang rumit dan berbelit-belit, Frans Lebu Raya kemudian menempati posisi terhormat sebagai Gubernur NTT…

Read More “Perempuan Tangguh” »

Biografi

Kisah Pengembaraan Ibarruri Putri Alam – Anak sulung D.N. Aidit

Posted on 13 Agustus 2015 By ledalero
Kisah Pengembaraan Ibarruri Putri Alam – Anak sulung D.N. Aidit

Penulis : Ibarruri Harga : Rp. 100.000 Tebal : 560 hlm. Ukuran : 140mm x 210mm Kertas isi : Bookpaper 60 gr Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating ISBN : 978-602-1161-07-4 Tahun : Agustus 2015 Jika otobiografi Nelson Rolihlahla Mandela, Long Walk to Freedom telah dialihbahasakan ke dalam empat puluh bahasa lebih, tentu bukanlah…

Read More “Kisah Pengembaraan Ibarruri Putri Alam – Anak sulung D.N. Aidit” »

Biografi

EVANGELISASI Gereja yang Bergerak Keluar

Posted on 13 Agustus 201513 Agustus 2015 By ledalero
EVANGELISASI Gereja yang Bergerak Keluar

Penulis : Chirstian Tauchner (Ed.) Harga : Rp. 50.000 Tebal : viii + 240 hlm. Ukuran : 140mm x 210mm Kertas isi : HVS 60 gr Kertas Cover : Ivory 230gr, doft laminating ISBN : 978-602-1161-09-8 Juli 2015 Cara pandang dialog menyeruak di tengah-tengah diskusi Konsili Vatikan II bersama Ensiklik Ecclesiam Suam Paulus VI yang…

Read More “EVANGELISASI Gereja yang Bergerak Keluar” »

Agama, Gereja, Teologi

Paginasi pos

Sebelumnya 1 … 7 8 9 … 15 Berikutnya
  • Agama
  • Antropologi
  • Bahasa & Sastra
  • Biografi
  • Ekonomi
  • Etika
  • Filsafat
  • Gereja
  • Keluarga
  • Komunikasi
  • Lain-lain
  • Liturgi dan Kitab Suci
  • Pastoral
  • Pendidikan
  • Politik
  • Psikologi
  • Sejarah
  • Seni dan Budaya
  • Sosiologi
  • Spiritualitas
  • Spritualitas
  • Teologi
  • Khazanah Pemikiran Philipus Tule, SVD – Rumah Sebagai Teks
  • Filsafat Politik: Dasar-Dasar Filosofis Kehidupan Bernegara
  • Kurban yang Berkenan Kepada Allah – Kurban Dalam Tradisi Gereja dan Diskursus Teologi
  • Sebelum Bunuh Diri: Fakta, Deteksi, dan Pencegahan Bunuh Diri Remaja
  • PERJANJIAN LISBON TAHUN 1859 DAN AKIBATNYA BAGI PULAU TIMOR, FLORES,SOLOR DAN SEKITARNYA (1847-2024)
  • Filsafat Politik Filsafat
  • PARRHESIA: Mozaik-Mozaik Aksara untuk Kemanusiaan  dan Indonesia Maju Agama
  • KELUARLAH, WAHAI UMAT-KU! Panggilan Allah dalam Alkitab Agar Keluar dari Imperium Liturgi dan Kitab Suci
  • SOLIDARITAS BENTENG IMAN Gereja
  • GEREJA YANG TERLIBAT – Dialog Iman, Budaya dan Teologi Paus Fransisikus Agama
  • Terus Berubah Tetap Setia; Dasar, Pola, Konteks Misi Agama
  • Konsili Yohanes XXIII Berpancawindu 1962-2002 Gereja
  • Diskursus Seksualitas Michel Foucault Filsafat

Copyright © 2026 ledalero-publisher.com.

Powered by PressBook News WordPress theme